Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Mazmur 145: 8-13 | Memuliakan Allah Itulah Kerinduan Jiwa Manusia 2

Memuliakan Allah Itulah Kerinduan Jiwa Manusia 2

13kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.

(Mazmur 145:13 TB)

2. Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan.

Memuliakan Allah Itulah Kerinduan Jiwa Manusia 1

Jika Anda belum membaca Artikel sebelumnya saya harap Anda membacanya, namun sebelum Anda membaca Artikel ini renungkanlah secara Pribadi Mazmur 145:8-13, dan berdoa agar Roh Kudus menyatakan Injil-Nya melalui pembacaan Alkitab Anda, Anda semakin mengenal Allah dan memuliakan Allah.

Lalu Anda baca atau tidaknya artikel saya ini tidaklah terlalu penting. Karena kerinduan saya Anda semakin mencintai Alkitab karena Alkitab adalah Allah yang menyatakan cinta-Nya dan murka-Nya kepada Anda dan saya.

Saya teringat kata-kata Martin Luther, “Jika buku-buku saya membuat orang lebih suka membacanya dibandingkan membaca Alkitab, maka lebih baik buku saya dibakar.”

Ketika saya merenungkan kutipan diatas, saya tersadar bahwa tulisan saya haruslah mengajak Anda bahkan diri saya sendiri semakin cinta Alkitab, Jika Anda orang Kristen dan mau menikmati Allah seperti menikmati roti dan air minum, maka baca dan renungkanlah Alkitab Anda setiap waktu.

    Kerajaan Allah

Tidak lain kerajaan kekal yang pemazmur nyatakan adalah kerajaan Mesias, jika kerajaan Allah tujuan hidup Anda tentulah Anda akan sangat mengasihi Yesus. Ketika kita mengasihi Yesus, mengenal Yesus. Kita pasti memuliakan Yesus, sampai pada kerajaan kekal. Yesus dapat menerima kemuliaan dari Bapa. Ia harus meneteskan darah, darah yang Ia curahkan sebagai pendamai antara manusia dan Allah.

Kita yang dulunya seteru dari kerajaan kekal, kita masuk dalam kerajaan fana, kita lebih mencintai kefanaan, kita lebih suka hikmat dunia ini. Bahkan kita seringkali bardoa dan bersujud kepada Allah dengan maksud untuk menikmati dunia. Kita diperdamaikan oleh darah Yesus.

Begitu menyedihkannya kehidupan Anda dan saya ketika kita belum berjumpa dengan Sang Injil. Dan jauh lebih menyedihkan lagi ketika kita sudah berjumpa dengan Kristus namun dengan bebal masih mencintai kerajan dunia ini, sungguh kebinasaan selama di dunia, rasa kacau, frustasi, kosong akan selalu menghampiri.

Maka sangatlah penting seperti doa Bapa Kami, datanglah kerajaan-Mu jadilah kehendak-Mu. Hal inilah yang menyelamatkan manusia fisik dan jiwa kita dari penderitaan, ketika Allah yang bertahta dalam hati kita dan memampukan kita untuk selalu melakukan rancangan-Nya atas hidup kita. maka kuasa dari penyerahan diri sangatlah besar.

    Pemerintahan Allah

Pemerintahan yang kekal, penuh belaskasih. “pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.” Kesetiaan Allah, Ia buktikan melalui karya salib.

Begitu menyakitkan, bahkan sebelum Yesus ditangkap. Ia berkata, “Aku mau mati rasanya.” Setiap hal yang Ia lakukan untuk kebaikan kita.

Sehingga kita percaya Dia, meskipun sudah bisa dipastikan ketika kita percaya Yesus, kita tidak akan bisa menikmati dunia. Namun kita akan selalu menikmati Kristus saja, mengenal Dia lebih dalam lagi.

Ketika kita benar dalam hal menyerrahkan diri pada Kristus, hanya ingin pemerintahan Dia saja yang menjadi pusat dari kehidupan. Maka kita akan dengan mudah memuliakan Dia walau dalam lembah kelam sekalipun. Karena kita tahu dan mengerti Allah dalam Kristuslah harta berharga kerinduan terdalam jiwa kita.

Saya berdoa kiranya Anda semakin mengenal Kristus dalam setiap pembacaan Alkitab pribadi Anda dan kehidupan bersosial Anda. AMIN

Agung Raditia
Agung Raditia Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana.