Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kejadian Pasal 1-3 Belajar Alkitab Definisi Elohim Bagian dua | Rasa Malu Akibat dosa Kembali ke definisi Allah

 

Selamat hari dimana, dan kapan saja Anda membaca dan merenungkan teks Alkitab (Kejadian 1-3) yang menjadi dasar penulisan saya saat ini, pada bagian dua penulisan definisi Elohim. Kali ini saya akan membawa Anda kembali ke dua pasal sebelum pasal 3 kitab Kejadian.

Artikel sebelumnya baca juga : Belajar Alkitab Definisi Elohim Bagian 1

Kita mulai dari pasal 1 ayat 1, pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Pada pasal 1 ayat 31, semua sungguh amat baik ketika Allah melihat semua ciptaan-Nya. Dan pada ayat 26, marilah kita menciptakan manusia menurut gambar dan rupa kita.

Data-data di atas, pada pasal satu, saya sedang menunjukan kepada Anda. Definisi Allah tentang dunia dan tentang kita, tentunya ini semua terjadi sebelum manusia jatuh dalam lembah pemberontakan. Allah mendefinisikan segala sesuatu yang Ia ciptakan. Hal inilah yang akan kita dalami, dan saya akan mengajak Anda memandang kepada definisi Allah.

Kita harus kembali ke definisi Elohim, namun semuanya ada pada diri Anda, berdoalah! Dan akui bahwa kita tidak memiliki kemampuan untuk kembali kepada definisi Allah. Karena kita berdosa, kita butuh dimampukan oleh Roh Kudus, kita harus mendengar Injil setiap saat, sehingga kita bertobat dan berserah pada pimpinan Roh Kudus. 

Anda mau memilih yang mana, ingin tetap mendefinisikan segala sesuatu berdasarkan kehendak Anda Atau Allah. Saya hanya bisa berseru dari artikel saya ini, bertobatlah. Jika Anda masih keras kepala mau mendefinisikan segala sesuatu berdasarkan cara pandang Anda yang benar-benar salah. 

Banyak hal yang harus Anda dan saya pelajari sebagai orang percaya, terutama dalam perjalanan menjadi musafir untuk terus mendefinisikan perjalanan kita berdasarkan tuntunan Allah. Cara terbaik untuk memandang definisi Allah tentang kita adalah Alkitab. Alkitab memberitahukan siapa kita, saya tegaskan kita adalah pemberontak-pemberontak yang merasa bahwa kitalah penguasa dunia ini. Kita merasa kitalah pencipta dan kitalah tuhan.

Padahal nyatanya kita sedang berjalan menuju kematian kekal. Dalam diri seseorang yang tanpa Kristus adalah tulang belulang, ia mati, ia selalu kering, ia kosong, bosan yang tanpa henti, selalu ingin terlihat lebih baik, lebih baik dan lebih baik. namun akhirnya ia menemukan dirinya gagal dan kacau. Inilah kita ketika kita belum mempercayakan diri kita kepada Yesus. Jika Anda sekarang belum mempercayai Yesus ini kehidupan Anda tulang belulang.

Pada bagian kali ini saya akan membagikan 4 poin penting, yang menjadi dasar kita adalah Kejadian 1-3 dan akhirnya kita akan tahu rasa malu yang Anda dan saya rasakan sekarang ini adalah konsekuensi dari dosa.

Kejadian Pasal 1-3 Definisi Elohim Bagian 2 |Rasa Malu Akibat Dosa Dan Kembali Kepada Definisi Allah

1. Allah mendefinisikan alam semesta

Mazmur 146 : 5-6 TB. Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapanya pada TUHAN, Allahnya: Dia yang menjadikan lagit dan bumi, laut da segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya.

Ayat di atas saya fararelkan dengan kejadian 1: 26, ketika Ia mengatakan sungguh amat baik. Allah pencipta langit dan bumi, menyatakan kepada Anda dan saya bahwa kebaikan sejati hanya kita dapatkan ketika Allah saja yang mendefinisikan kehidupan kita.

Maka untuk mendapatkan kebaikan, keiandahan, dan ketentraman jiwa bahkan berbahagia. Itu semua dari Allah Yakub. Ia bukan hanya sumber dari kedamaian sebab ia adalah definisi dari kedamaian yang jiwa Anda dan saya hari-hari ini terus cari, terus menerus kejar.

Pengejaran ini merupakan pengejaran tanpa henti, hingga diri benar-benar lelah. Namun mari kita memandang definisi Allah tentang alam semesta ini, semuanya baik. Ia pencipta langit dan bumi, dan ia bersuka atasnta, karena bumi sangatlah baik.

Setiap pemandangan, keindahan matahari terbenam yang menjadi incaran para pendaki gunung. Angin sepoi-sepoi yang berhempus ditengah teriknya mati hari. Musim panas dan musim hujan. Buah tahunan mengeluarkan bunga dan berbuah. Semua ini sangatlah baik Allah definisikan.

Ada berjuta kebaikan dalam alam semesta ini, terutama alam yang menyediakan berbagai keperluan untuk kehidupan kita semua. Allah puas dengan segala keindahan alam semesta, oksigen yang memberikan kehidupan bagi mahluk hidup dan pepohonan menghasilan udara yang sangat menyegarkan.

Tidak ada keluhan, tidak ada penderitaan, dan tidak ada polusi. Terpenting pada waktu Allah mendefinisikan ciptaan-Nya sungguh amat baik, pada waktu itu tidak ada semak duri. Pepohonan menghasilkan buah. Pepohonan memberikan kehidupan bagi manusia dan hewan.  Inilah dunia yang Allah definisikan. Ciptaan yang sungguh amat baik, dengan segala keindahannya.

Allah tidak pernah menjadikan dan merencanakan sesuatu yang jahat dan hal  itu bukan suatu keindahan. Maka pada poin berikutnya kita akan belajar definisi Allah tentang diri kita, umat manusia.

2. Allah mendefinisikan manusia

“Baiklah Kita menjadikan manusia segambar dan rupa Kita,” tiga pribadi dalam kekekalan, Allah yang Esa bermufakat sebelum mereka menciptakan Adam, sebelum Allah membentuk manusia dan menjadikannya lalu menghembuskan napas ke dalam diri manusia. Mereka merencanakan bahwa manusia adalah gambar dan rupa mereka. 

Namun realitanya manusia sekarang seling menghina, saling menjatuhkan, manusia tidak menganggap manusia lainnya sebagai manusia. Gambar dan rupa Allah di injak-injak dijadikan binatang oleh manusia lainnya. Bagian ini akan di bahas pasa poin ke tiga. 

Kita fokus pada kemuliaan manusia yang Allah taruh dalam diri setiap kita, karena kita adalah biji mata-Nya. Saya akan membawa kita memandang sesama kita dari cara pandang Allah yang pengasih. 

Dalam Mazmur 8: 5-7 TB. Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kau letakkan di bawah kakinya: Pamazmur memberikan pertanyaan kepada Allah, dan hal ini memberikan kepada kita pengertian betapa mulianya manusia, betapa indahnya manusia. 

Ketika Allah yang mendefinisikan manusia, maka semuanya terlihat indah. Pada poin pertama kita telah belajar bahwa alam semesta dunia yang indah, “Engkau membuat dia (manusia) berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya: kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang; burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan." Pemazmur menyatakan semua itu Allah serahkan kepada kita, agar kita berkuasa atas semua ciptaan lainnya.

Dari sini kita tahu seberapa berharganya kita sebagai manusia, kita adalah biji mata Allah, kita segambar dengan Allah, dan kita diberikan kuasa atas setiap ciptaan. Yesus merelakan diri-Nya untuk menebus kita, karena Ia sangat mengerti kebutuhan kita adalah karya keselamatang yang oleh Allah untuk kemuliaan Allah. Sebab Anda dan saya ada, diciptakan untuk menikmati setiap kemuliaan Allah pada saat yang sama Allah dipuji dan dimuliakan.

Kejadian 1: 26 TB. “Berfirmanlah Allah: baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Ketika saya merenungkan pernyataan Allah pada Kitab Kejadian, benar kata Allah bahwa semuanya “sungguh amat baik.”

Ingin rasanya kehidupan ini hanya didefinisikan oleh Allah, ingin rasanya kehidupan ini memandang keindahan sama seperti apa yang Allah pandang, dan Ia bersuka atas semua keindahan. Ingin rasanya bersyukur setiap saat dalam kebenaran Allah. Tetapi saya hanyalah setitik dosa yang tanpa Kristus bukan apa-apa, saya hanya tulang belulang yang telah bagkit bersama Yesus. Dan kini dimampukan untuk hidup, bergumul terus menerus kembali kepada definisi Elohim.

Pada poin berikutnya kita belajar, yang terjadi setelah Anda dan saya dan manusia lainnya mendefinisikan alam semesta dan dirinya dan diri orang lain. 

3. Rasa malu karena definisi manusia

  • Ciptaan lain berkuasa atas manusia, manusia mentuhankan ciptaan
  • Manusia menjadi malu
  • Manusia saling menyalahkan
  • Manusia menjadi tuhan atas dirinya sendiri
  • Manusia berjalan dalam rasa frustasi, kosong, bosan, dan tertekan
  • Manusia diperbudak oleh kebebasan
  • Manusia tidak ada kehidupan yang ada hanya  kematian kekal, ketika manusia melakukan segala sesuatu bersadarkan kebijaksanaannya
  • Kembali kepada Definisi Allah 

  • Rencana Penebusan
  • Sang Injil

Untuk Poin 3 saya pisahkan silahkan klik subjudul maka Anda akan langsung masuk ke artikel yang ingin Anda baca. Yaitu lanjutan dari artikel ini.

Terimakasih Tuhan Yesus memberkati. Segala pujian dan kehormatan hanya bagi Allah Raja segala rasa. Kiranya Allah Roh Kudus memampukan kita untuk terus memandang karya keselamatan dalam Kristus. AMIN

Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk "Kejadian Pasal 1-3 Belajar Alkitab Definisi Elohim Bagian dua | Rasa Malu Akibat dosa Kembali ke definisi Allah"

Berlangganan via Email