Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mazmur 121:5-8 | Aman Dalam Lindungan Tuhan Adalah Mati Atas Dosa

Aman Dalam Lindungan Tuhan Adalah Mati Atas Dosa

5 Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu 6 Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam.7 TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu 8 TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.

(Dalam Kitab Mazmur 121:5-8 TB)

Kemarin saya telah menuliskan, tentang perbandingan bagaimana orang yang merasa aman ketika ia mengandalkan ciptaan dan seseorang yang benar percaya dan aman dalam naungan Tuhan. Tuhan adalah sumber pertolongan. Pada ayat 1-4.

Saya ingin menjelaskan kepada Anda bahwa aman dalam tangan Tuhan yang saya maksudkan bukanlah tentang Anda melainkan tentang Injil, tentang Allah, tentang kasih karunia, dan Anda adalah manusia berdosa. Kita berdosa, saya tegaskan kita berdosa upah dosa adalah maut jadi sebenarnya tidak ada setitikpun kelayakan kita menerima kebaikan Tuhan.

Tuhan penjagamu, Tuhan naunganmu. Dikatakan matahari tidak menyakiti engkau, dan bulanpun tidak. Kita lanjut ayat 7, dikatakan Tuhan menjaga engkau terhadap kecelakaan, Ia menjaga nyawamu.

Pertanyaan saya tentang Apa ayat diatas? Apakah tentang keamanan Anda dan Anda menerima segala jenis kecukupan? Apakan bebas dari kecelakaan secara jasmi sehat selalu? Apakah itu tentang pelayanan yang sukses sehingga Anda bebas dari celaka? Apakah itu tentang kehidupan yang aman dan tentram sehingga Anda dan saya menikmati kefaan dunia ini?  Apakah tentang mendapatkan jodoh tepat waktu sehingga Anda bahagia?

Jika saya mengabari kabar yang demikian, saya sedang mengabarkan Kekristenan palsu yang sangatlah miskin.

Kecelakaan Yang Adalah Pusat Dari Semua Kecelakaan

Kecelakaan dalam Mazmur adalah dosamu, dosa Anda dan saya. Alkitab selalu menjelaskan kepada kita tidak ada yang lebih berbahaya dari pada dosa.

Maka karya penjagaan sempurna, telah Allah nyatakan dalam Kristus. Karya salib adalah bukti yang sebuah cinta murni dari pencipta kita sehingga kita sampai hari ini terus bersyukur kepada Dia ketika merenungkan karya keselamatan.

Dosa sangatlah berbahaya dari pada segala jenis kecelakaan dalam dunia, dosa menyangkut kematian rohani yang terpisah dari Sang pencipta. 

Dosa adalah akar dari semua kecelakaan hari-hari ini yang kita jalani.

Dosa adalah pemberontakan kita terhadap Sang pencipta karena kita ingin menjadi allah atas diri kita dalam kelemahan dan rasa frustasi kita.

Maka bertobatlah, percaya kepada Yesus saja, pandangkah pada karya penjagaan itu, karena disanalah kerohanian kita yang mati dihidupkan dan kini kehidupan kita mati atas dosa-dosa kita. Yesus adalah pintu yang menjaga Domba-Domba-Nya.

Setiap hari dengan kesadaran bahwa diri ini sangatlah mudah jatuh dalam dosa, maka perjuangan seumur hidup kita adalah mematikan sisa-sisa dosa dalam diri, kesombongan, merasa menjadi juruselamat atas diri sendiri, dan masih banyak lagi. Namun Allah selalu memampukan kita, Ia yang membimbing kita.

Maka sangatlah tepat dikatakan di ayat 8, Tuhan menjaga keluar masukmu sampai selama-lamanya. Karna begitu besar kasih Allah sehingga Ia mengaruniakan pintu kehidupan yaitu Yesus. 

Sehingga kita domba-domba yang sesat menjadi Domba-Nya. Dalam kebodohan kita, Roh Kudus yang adalah jaminan bagian kita, terus menjaga, dengan sabar menuntun kita kepada Injil, dengan penuh kasih sayang merawat kerohanian kita agar semakin dewasa. 

Tidak ada yang lebih mengembirakan selain hal ini, kita disadarkan bahwa kita adalah manusia-manusia celaka, namun kita menerima kasih darah Anak Domba, kita memperoleh jalan masuk dan keluar dalam kehidupan pelayanan kepada jiwa-jiwa. 

Yesus adalah pintu yang menjaga keluar masuk kita sampai selama-lamanya. Terpujilah Allah selama-lamanya.

Saya berdoa kiranya kita selalu merasakan kasih Allah, dan selalu dalam kepekaan akan karya Roh Kudus yang selalu mengabarkan Injil kepada kita. AMIN

Agung Raditia
Agung Raditia Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.