Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Matius 6:31-33 | Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan?

 "Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?

Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." Matius 6:31-33

Bagaimana mungkin anda tidak memperoleh semua yang dibutuhkan ketika Juruselamat anda telah berjanji tidak akan menahan dari anda apa pun yang baik.

Butuh  

Butuh, sebuah kata yang menarik. Kata yang paling sering dipakai dalam kebudayaan manusia dan sekaligus kata yang digunakan paling semberono. 

Kita memakainya sebagai kata berkategori luas dan terus berkembang meliputi segala sesuatu yang kita yakini tanpanya kita tidak dapat hidup. 

Kebanyakan kita merasa diri sebagai berkebutuhan dalam hal-hal tertentu, dan cemas bahwa kebutuhan kita tidak akan pernah terpenuhi. Dan ada saatnya kita semua mempertanyakan apakah Allah benar-benar mengetahui apa yang kita butuhkan dan benar-benar berkomitmen untuk menyediakannya. 

Kita tergoda untuk mengintip kehidupan orang lain dan menyimpulkan bahwa kebutuhan mereka telah dipenuhi, yang mengakibatkan kita kebingungan mengapa kita tidak. 

Ya, butuh merupakan sebuah kata menarik yang mengusik.

Masalahnya, jika kebutuhan artinya “penting bagi kehidupan,” kebanyakan hal yang kita muat ke dalam kategori ini bukanlah benar-benar kebutuhan.

Nyatanya kebutuhan adalah hasrat Atau keinginan yang telah menjadi begitu bernilai dan penting bagi kita yang membuat kita berpikir kita mustahil bahagia tanpanya. 

Pada titik ini, “kebutuhan” memerangkap pikiran kita, mengarahkan hasrat kita, membentuk pola pikir kita tentang kehidupan kita, dan pada akhirnya juga tentang siapakah Allah bagi kita.

Ketika anda menamakan sesuatu sebagai kebutuhan, maka terjadilah 3 hal berikut:

  1. Anda merasa berhak atasnya. Artinya anda yakin ini adalah hak anda untuk memilikinya dalam hidup anda.
  2. Anda berpikir anda berhak untuk menuntutnya. Anda tidak sungkan untuk ngotot memintanya terus menerus.
  3.  Anda menghakimi/menilai kasih Allah melalui kesediaan-Nya untuk mewujudkannya.
  4. Ini merupakan jalan menurun berbahaya yang dihasilkan oleh konsep “kebutuhan” seperti ini. 

Jika anda meyakini sesuatu adalah kebutuhan dan Allah tidak mengirimkannya, anda mulai mempertanyakan kebaikan-Nya.

Apa yang membahayakan dengan mempertanyakan kebaikan Allah adalah bahwa anda cenderung tidak berlari meminta pertolongan kepada-Nya yang Anda ragukan. Salah menamakan “kebutuhan” dapat menghancurkan persekutuan anda dengan Allah. 

Saya yakin banyak orang yang bergumul dengan keraguan tentang kebaikan dan kesetiaan Allah karena alasan ini. Mereka tidak bisa menerima Allah yang gagal atau abai mengirimkan apa yang tampaknya mustahil bagi mereka untuk hidup tanpanya. 

Allah tidak berjanji mengirimkan apa yang anda inginkan, sebaliknya Dia berkomitmen memenuhi setiap kebutuhan anda. 

Sangatlah menghibur menyadari bahwa anda mempunyai Bapa sorgawi yang mengetahui secara tepat kebutuhan anda dan yang dengan aktif mewujudkannya.

Bacalah Mazmur 84:12 dan Matius 6:25-32 sebagai pembelajaran dan dorongan lebih lanjut.

Tulisan ini adalah tulisan Paul David Tripp 

Tentang Penulis Baca Disini dan kutipan Lainnya dari Penulis : https://www.definisielohim.org/p/1000-kutipan.html

Dan Tulisan ini juga kutipan Langsung Dari FB : Wisaksono

___________________________________________


Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk "Matius 6:31-33 | Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan?"