Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Injil Yang Lain Dan Injil Setan (3) | Seri Kutipan Kristen

DELUSI IBLIS

Kembali kita mengutip Amsal 14:12 – “Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.” Telah dikemukakan dengan kebenaran yang besar bahwa jalan  ke Neraka diaspal dengan niat-niat  baik.

Akan ada banyak orang dalam Danau Api yang  dimulai hidup dengan niat-niat baik, resolusi-resolusi yang tulus dan hal-hal ideal yang diagungkan—mereka yang adil dalam urusan-urusan mereka, adil dalam transaksi-transaksi mereka dan  dermawan dalam seluruh jalan-jalan mereka; orang-orang yang membanggakan diri mereka sendiri dengan integritas mereka, tetapi yang berupaya menjustifikasi diri mereka dihadapan Tuhan dengan kebenaran diri mereka sendiri. 

Orang-orang yang bermoral, penuh belas kasih dan murah hati, tetapi yang tidak pernah melihat diri mereka sebagai bersalah, tersesat, orang-orang berdosa yang pantas ke neraka lagi membutuhkan seorang Juru selamat, hal semacam ini  “disangka lurus.” 

Jalan semacam ini yang menyerahkan dirinya pada pikiran duniawi dan ini  merekomendasikan jalan yang dikira lurus  kepada banyak orang yang terdelusi saat ini. Delusi Iblis adalah: bahwa kita dapat diselamatkan oleh usaha-usaha kita sendiri, dan dibenarkan dihadapan Tuhan oleh perbuatan-perbuatan baik kita sendiri; padahal, Tuhan mengatakan kepada kita dalam Firman-Nya- “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman … bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Efesus 2:8-9)

Persetujuan Intelektual –Atau-Iman Yang  Menyelamatkan?

Beberapa tahun lalu penulis menjadi teman dekat dengan seorang yang adalah seorang pengkhotbah awam dan seorang “pekerja Kristen” yang antusias. Selama lebih tujuh tahun teman ini telah terlibat dalam khotbah dihadapan publik dan aktivitas-aktivitas religius, tetapi dari ekspresi-ekspresi dan kalimat-kalimat tertentu yang dia gunakan, penulis telah meragukan apakah sahabatnya seorang pria yang  “sudah  dilahirkan kembali”. 

Ketika kita mulai untuk menanyainya, telah diketahui bahwa dia adalah seorang sahabat yang sangat tidak mengenali Kitab suci dengan sempurna dan mendorong sahabat kami untuk mempelajari Firman bagi dirinya sendiri, dengan harapan bahwa jika dia masih belum diselamatkan Tuhan akan berkenan untuk menyingkapkan Juru selamat yang dia butuhkan. S

atu malam untuk sukacita kami, orang yang telah  memberitakan Injil (?) selama tujuh tahun, telah mengaku bahwa dia baru saja menemukan Kristus pada malam sebelumnya. 

Dia telah mengakui bahwa dia telah menyajikan “Kristus yang ideal” tetapi bukan  Kristus di Salib.

Penulis percaya ada ribuan yang seperti pengkhotbah ini,berangkali, telah dibesarkan di Sekolah Minggu, telah diajarkan mengenai kelahiran, kehidupan,  dan pengajaran-pengajaran Yesus Kristus, yang percaya  kepada kesejarahan pribadi-Nya, yang secara tidak teratur  berupaya untuk  mempraktekkan panduan-panduan-Nya, dan yang berpikir bahwa itu adalah semua  hal yang penting bagi keselamatan mereka. 

Kadang-kadang, kelas ini ketika mereka mencapai kedewasaan pergi kedalam dunia ini, menghadapi serangan-serangan ateis dan kafir dan dikatakan bahwa  pribadi seperti  Yesus dari Nazareth tidak pernah hidup. Tetapi kesan-kesan pada hari-hari awal tidak dapat dihapus dengan mudah, dan mereka masih kokoh dengan deklarasi mereka bahwa mereka “percaya kepada  Yesus Kristus.” Namun, ketika iman mereka diperiksa, hanya saja terlalu sering ditemukan bahwa walaupun mereka percaya banyak hal tentang Yesus Kristus mereka tidak  sungguh-sungguh percaya kepada Dia.

Mereka percaya dengan Kepala bahwa orang semacam ini telah atau pernah hidup (dan, kerena mereka percaya dengan khayalan ini sehingga oleh karena itu mereka diselamatkan), tetapi mereka tidak pernah menjatuhkan senjata-senjata peperangan mereka melawan Dia, memberikan  diri mereka kepada Dia, tidak juga sungguh-sungguh percaya dengan hati mereka kepada-Nya. 

Penerimaan terbuka atas sebuah doktrin orthodoks  tentang pribadi Kristus tanpa hati yang dimenangkan oleh Dia dan hidup yang terdedikasi kepada Dia, merupakan fase lainnya yang “disangka orang lurus” tetapi ujung daripadanya adalah “menuju maut”. 

Semata persetujuan intelektual terhadap realita pribadi Kristus, dan yang tidak  bergerak lebih lanjut, adalah  fase lainnya dari jalan yang “ disangka orang lurus” tetapi yang akhir daripadanya “menuju maut” atau dengan kata lain, adalah aspek lain dari injil Satan.

Jalan Lebar Atau Jalan Sempit

Dan sekarang, dimanakah kamu berdiri? Apakah kamu di jalan yang “disangka orang lurus,” tetapi yang ujung-unjungnya maut; atau, apakah kamu di Jalan Sempit yang memimpinmu kepada hidup? Sudahkah kamu sungguh-sungguh telah meninggalkan Jalan Lebar yang menuntun kepada kematian?

 Sudahkah kasih Kristus telah menciptakan dalam hatimu sebuah kebencian dan horor terhadap semua yang  tidak disukai bagi Dia? 

Apakah kamu  berhasrat agar Dia “memerintah atas” mu? (Lukas 19:14). Apakah kamu sepenuhnya bergantung pada kebenaran dan darah-Nya bagi penerimaanmu dengan Tuhan?

“Agama” – Atau- Iman?

Mereka yang percaya kepada sebuah bentuk kesalehan lahiriah / terlihat, seperti baptisan  atau “konfirmasi”, mereka yang religius karena ini dianggap sebagai sebuah tanda yang patut / dapat dihormati; mereka yang hadir di gereja atau kapel karena itu adalah fashion untuk dilakukan; dan, mereka yang  bersatu dengan Denominasi tertentu karena mereka menduga. 

Hal seperti ini sebuah langkah yang akan memampukan mereka untuk menjadi orang-orang Kristen, sedang berada di jalan yang “ujungnya menuju maut”- kematian rohani dan kekal. 

Akan tetapi motif-motif kami  murni, akan  tetapi mulia niat-niat kami, akan tetapi baik maksud dari tujuan-tujuan kami, akan tetapi tulus upaya-upaya kami, Tuhan tidak akan menerima kita sebagai anak-anak-Nya, sampai kita menerima Anak-Nya.

“Kepercayaan Gampangan” –Atau-Iman Yang Disertai Pertobatan?

Satu lagi bentuk daya tarik menipu injil Satan adalah  menggerakan para pengkhotbah untuk menghadirkan pengorbanan Kristus dan kemudian mengatakan kepada para pendengarnya bahwa semua yang Tuhan mintakan dari mereka adalah untuk “percaya” kepada Anak-Nya. Dengan demikian ribuan jiwa yang tidak merasakan atau menunjukan  kesedihan dan penyesalan karena telah melakukan sesuatu yang keliru yakni meyakini kebenaran yang sesungguhnya salah dengan berpikir bahwa mereka telah diselamatkan. Tetapi Kristus telah berkata, “Kecuali kamu bertobat, kamu semua akan binasa dengan cara demikian” (Lukas 13:3). 

Bertobat adalah membenci dosa, bersedih atas dosa,berbalik dari dosa. Itu adalah hasil dari Roh membuat hati penuh sesal dihadapan Tuhan. Tidak ada selain sebuah hati yang menyesal dapat  secara aman percaya pada Tuhan Yesus Kristus.

Kembali: ribuan diperdaya menyangka bahwa mereka  “telah menerima Kristus” sebagai “Juru selamat pribadi” mereka  yang tidak pertama-tama telah menerima Dia sebagai TUHAN mereka. Anak Allah tidak datang untuk menyelamatkan umat-Nya dalam dosa mereka, tetapi “dari dosa-dosa mereka” (Matius 1:21). 

Menjadi diselamatkan dari dosa-dosa, adalah  untuk  diselamatkan dari mengabaikan dan menghina otoritas Tuhan, adalah  meninggalkan perjalanan kehendak diri sendiri dan menyenangkan diri sendiri,itu adalah “meninggalkan jalan kita” (Yesaya 55:7). Itu adalah berserah pada otoritas Tuhan, menyerahkan diri pada  kekuasaan-Nya, memberikan diri kita untuk diperintah oleh Dia. 

Orang yang tidak pernah mengambil  ”kuk” Yesus  bagi dirinya, bukan orang yang sungguh-sungguh dan secara  tekun  berupaya untuk menyenangkan Dia dalam semua detail kehidupannya, dan walau begitu menyangka bahwa dia sedang “beristirahat pada Karya Kristus yang telah selesai” adalah  orang yang diperdaya oleh Iblis.

Kesimpulan

Pada bab ke-7 Injil Matius ada dua firman yang memberikan kita hasil kurang lebih dari Injil Kristus dan injil palsu Setan. Pertama. 

Dalam ayat 13 dan 14,” Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."  

Kedua; dalam ayat 22 dan 23, “Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat (berkhotbah) demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 

Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"  

xxBetapa pentingnya kemudian untuk mencari tahu ada dimanakah kita sesungguhnya; untuk memeriksa diri kita sendiri dan melihat apakah kita  berada didalam iman; untuk mengukur diri kita dengan Firman Tuhan dan melihat kalau kita sedang diperdaya oleh Musuh terselubung kita; untuk mengetahui apakah kita sedang membangun rumah kita di atas pasir, atau apakah rumah dibangun diatas Batu Karang yang adalah Kristus Yesus. 

Semoga Roh Kudus menyelidiki hati kita, mematahkan kehendak-kehendak kita, membunuh permusuhan kita terhadap Tuhan;  mengerjakan didalam kita sebuah pertobatan mendalam dan sejati, dan mengarahkan pandangan kita pada Domba Allah  yang telah menghapus dosa dunia.

Oleh : Arthur W. Pink

                                                                                                                 

Satu hal yang saya mengerti dari bacaan kali ini, bahwa Kekristenan bukan tentang saya, betapa pandai dan berharganya saya ketika saya mempu melakukan sesuatu. Namun saya berharga ketika saya menyadari bahwa Yesus mengasihi saya dan rela memberikan nyawa-Nya, karena saya dalam hal terbaikpun yang mampu saya lakukan saya tetaplah orang yang berdosa.

Allah kiranya menyadarkan kita, betapa berdosanya diri kita dan betapa tidak layaknya kita, namun Ia berbelaskasih dan memberikan kesepatan setiap saat agar kita bertobat. AMIN



Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk "Injil Yang Lain Dan Injil Setan (3) | Seri Kutipan Kristen"