Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berpola Pikir Rohani Bagian 3 Galatia 2:20

Kehidupan Yang Bukan Aku Lagi Tetapi Yesus Yang Ada Dalam Aku 

Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtra.

(Dalam Kitab Roma 8:6 TB)

Damai sejahtera, siapa yang tidak ingin hidup dalam damai sejahtra? Tetapi Paulus berkata damai sejahtra ini hanya didapat oleh orang yang berpola pikir rohani. Sebaliknya tidak berpola pikir rohani akan mendatangkan maut.

Jadi apa yang dimaksud dengan pola pikir rohani itu? juga apakah yang dimaksud dengan kehidupan yang damai sejahtra? Dan bagaimana kita dapat mengetahui bahwa kita mempunyai pola pikir rohani atau belum?

Hal ini bukanlah Sesuatu yang sederhana karena pada saat yang sama kita dapat merasakan pengaruh keduanya secara bersamaan. Baik pola pikir rohani maupun pola pikir duniawi.

Orang Kristen sejati akan menyadari  bahwa perperangan keduanya tidak berkesudahan. 

Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging--karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

(Dalam Kitab Galatia 5:17 TB)

Begaimana kita dapat mengetahui bahwa diri kita tidak sedang menipu diri kita sendiri? Dibawa pimpinan pola pikir duniawi berarti berseteru dengan Allah. (Roma 8:8)

Dan akibatnya kita akan mendapat maut. (Roma 8:13)

Hal inilah pertentangan tragis dengan hidup dan damai sejahtera.

Maksud Paulus dengan pola pikir rohani, kata “Roh” dalam Kitab Suci dapat berarti “Roh Kudus” (Roma 8:9), atau “kehidupan rohani yang dihasilkan oleh Roh Kudus di dalam diri orang percaya” (Yohanes 3:6).

Istilah pola pikir rohani yang dimaksudkan Paulus dalam bagian ini adalah orientasi kehidupan rohani yang ada dalam diri orang percaya.

Kehidupan rohani yang baru ini memberikan kepada orang percaya untuk dapat merenungkan dan bersukacita di dalam hal-hal rohani, hal yang belum pernah terjadi sebelum pertobatan.

Orang dunia akan selalu memiliki prioritas yang kepada hal-hal duniawi tetapi orang percaya selalu memberikan prioritasnya kepada hal-hal rohani, sehingga ia mampu mengasihi jiwa-jiwa. Mengabarkan Injil kepada orang lain, melatih dan mendidik. Sehingga orang yang terdidik dan terlatih itupun akan bersukacita dalam hal-hal rohani, dan memuliakan Allah.

Pikiran yang terus mengarah ke hal-hak rohani. Kasih yang terhadap hal-hal rohani yang terus bertumbuh. Pengalaman kepenuhan sejat yang didapatkan melalui hal-hal rohani. Inilah tiga istilah pola pikir rohani.

Ketika kasih kita terhadap dunia ini dan segala jenis argumentasinya yang terdengar masuk akal, telah mengantikan kekuatira kita untuk menjadi terlalu mengasihi dunia. Maka berarti kita telah menjadi kurang berpola pikir rohani.

20Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

(Dalam Kitab Galatia 2:20 TB)

Kehidupan kita adalah Kristus. Jika saja kita sudah disalibkan bersama Yesus maka berpola pikir rohani, berdoa dan mencintai Alkitab adalah sesuatu yang gampang. Gampang karena Roh Kudus memampukan kita.

Kita memilki kehidupan yang baru, “dulu saya mencintai dunia, namu kini saya mencintai hal-hal Rohani, karena dari hal-hal rohani inilah saya menemukan kekasih hati ini. Kekasih yang sangat mencintai saya.” Kita akan mempunyai seruan yang hanya berpusat pada Yesus. Sehingga seindah apapun yang dunia tawarkan itu tidak dapat membuat kita terkecoh.

Karena kita mengerti oleh karunia Allah, sangat mengerti segala yang dunia ini berikan adalah kepalsuan. Hidup kita hanya akan berpusat pada Injil, memberitakan Injil dan mengasihi Injil dan jiwa-jiwa.

Baca Juga

Kiranya Allah yang penuh rahmat itu, memberikan kepada kita pengertian, dan selalu mampu untuk berpola pikir rohani setiap saat, kita mengerti bahwa Yesus selalu bersama kita, “hidup kita bukannya kita lagi melainkan Yesus yang hidup dalam kita.” AMIN

Tulisan Ini kutipan Dari Buku John Owen, "Berpola Pikir Rohani" 18-20.


Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk "Berpola Pikir Rohani Bagian 3 Galatia 2:20"