Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

1 Pertus 1:1-2 | Untuk Apa Aku Ada Di Dunia?

Untuk Apa Aku Ada Di Dunia?

Doa yang mengutamakan pertobatan dari perbuatan baik dan jahat akan sangat memuaskan

Hari-hari ini kita lalui. Lalu apa yang harus ada dalam diri kita? Lalu untuk apa Anda melakukan semuanya?

Kita akan bersama belajar dari tulisan murid Yesus. Dia adalah Petrus, ia adalah seorang penjala ikan yang Yesus pilih sebagai Rasul. Dan ia merupakan saksi mata, bahwa Yesus adalah benar-benar Tuhan, ia salah satu murid yang Yesus kasihi. Kita akan mulai dari 1 Pertus 1: 1-2. Untuk latar belakang, tentang kehidupan penulis, dan mengapa ia menulis surat ini saya akan membuat arikel yang berbeda.

Mari kita masuk ke pembahasan inti, bila Anda membaca judul artikel. Ya, Anda tentu membacanya. Saya mendapatkan judul itu setelah beberapa bulan lalu mempelajari kitab 1 Petrus melihat apa saja nasehat yang ia sampaikan untuk kita pada zaman sekarang. 

Tentunya nasehat itu untuk gereja pada zamannya sesuai konteks saat itu. Tetapi Alkitab adalah suara Allah. Sekali untuk seumur hidup saya, saya yakin Allah berbicara kepada saya melalui setiap bacaan dalam Alkitab.

1 Petrus 1:1-2 1Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia, 2yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.

Surat 1 Petrus ini ditunjukan kepada jemaat berada di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia. 

Saya tidak akan membahas tentang kota-kota itu. 

Menjadi penekanan saya. Berada pada teks ayat dua. Jemaat saat  itu sedang mengalami penganiayaan. Petrus sedang memberikan kepada mereka pengharapan dalam Injil Yesus. Oleh kasih persaudaraan yang diikat oleh kasih sajati dalam Kristus. 

Kita adalah orang pilihan Allah, sesuai rencana-Nya. Maka bila ada penderitaan yang dialami karena Injil maka itu merupakan bagian dari rencana Allah. Penderitaan karena mematikan kehidupan yang berpusat pada diri sendiri.

Satu hal yang harus disadari, sesuatu yang ada dalam diri kita adalah kita ini manusia berdosa. Maka Yesus mengaruniakan dirinya untuk menebus kita manusia berdosa.

Roh Kudus yang ada dalam kita menguduskan kita. Agar kita dimampukan taat pada Yesus.

Mengapa kita harus dimampukan taat pada Yesus? 

Pada dasarnya kita tidak mau taat pada Yesus, kalaupun mau taat itu pasti ada hal yang kita inginkan dan itu bukan Yesus. Maka sanagat perlu kita dikuduskan Roh Kudus, Roh Kudus menginsapkan kita supaya kita bertobat dari dosa-dosa perbuatan baik kita maupun perbuatan jahat kita. 

Ketika manusia jatuh dalam dosa kebutuhan utama manusia adalah Juruselamat, Ia yang menuntun kita kepada kebutuhan kita berikutnya yaitu pertobatan. Karena tidak aka ada pertobatan sejati tanpa adanya kasih sejati yang lebih dulu mengasihi kita.

“Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.” Ketika kita sungguh mengecap kasih karunia Allah maka damai sejahtera itu melimpah bagi kita.

Bagaimana mungkin damai itu tidak menghampiri, karena ketiadaan damai sejahtera adalah karena dosa-dosa yang tidak diakui meskipun menyadari kasih Allah begitu besar. 

Damai sejahtera hanya ada pada orang-orang yang sudah mengecap kasih Allah lalu ia mengakui dosanya.

Berdasarkan 1 Petrus ini tujuan kita di dunia setelah kita yang adalah dosa, dikasihi Allah. Hanya untuk taat pada Yesus kembali kepada definisi Allah tentang kita. Mengabarkan Dia kepada dunia, inilah buah dari kehidupan yang taat pada Kristsu Raja segala raja.

Mazmur 32:1-2 1Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!  2Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!

Kiranya Allah yang adalah sumber, bahkan pencipta kita mengaruniakan kepada Anda Tujuan Anda ada di dunia ini. AMIN

Agung Raditia
Agung Raditia Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.