Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Sungguh Mulianya Ibadah Kita (1 Timotius 3:16)

  

Ibadah Kristen, Kemuliaan Hanya bagi Allah Tritunggal

1 Timotius 3:16 (TB) Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan."

Dan sesungguhnya agunglah rahasia(MUSTERION - μυστηριον)  ibadah kita: "Dia, yang telah menyatakan(EPHANEROTE -εφανερωθη) diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan."

Kata MUSTERION inilah yang menurunkan kata MISTERI, yang memiliki arti tersembunyi dan tidak dapat diketahui tanpa aksi Allah sendiri, bahkan Bapa Gereja yaitu St Efraim dari Siria pun mengatakan kemisterian Allah itu sendiri adalah jurang (diastema) teologi, yang mengartikan ada satu jarak yang tak bisa diraih manusia tentang Allah dengan kekuatan sendiri. 

Akal manusia tidak dapat menghampiri kebesaran Allah itu karna manusia itu sendiri terbatas, seperti yang diungkapkan dalam ibadah-ibadah kudus gereja purba yang berkata " suatu kerugian kata-kata yang mengungkapkan makna tiga pancaran ke-Allah-an yang tak terpahami, kami memuji Mu, ya Tuhan. Yaitu tidak mempunyai kekuatan untuk mengerti nama-nama Mistika dari tiga keilahian-Mu yang terpancar, dengan hati kami, kami memuliakan Mu" (The Canon Of Sunday Midnight Office, Tone VII, Fourth Canticle.)

Inilah atribut Allah yang maha tinggi dan maha trensenden yg tak terhampiri yg menunjukkan ke-Mahabesaran-Nya (Mzm. 146:5;1Tim. 6:16). 

Mazmur 146:5 Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya:

1 Timotius 6:16 Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin.

Tetapi terpujilah Dia. Dia yang Maha Trensenden itu menyatakan  diri dalam daging yang bernama Tuhan Yesus Kristus supaya kita boleh mengenal dan mempunyai relasi dengan Allah yang benar

(Ibr 1:1-2; Yoh 1:18;1Yoh. 5:20) Mengapa saya disini menggunakan istilah "menyatakan diri dalam daging" dan tidak mengatakan " menampakan diri dalam rupa manusia" karena yang saya pakai sendiri konsisten dengan Yoh 1:14 dimana Logos sendiri mengambil hakikat SARX.

ΙΩΑΝΝΗΝ  1:14 (GB)  "και ο λογος (σαρξ)εγενετο και εσκηνωσεν"

Jika mengatakan Yesus menampakan diri dalam  rupa manusia, akan membuat  salah paham mengenal pribadi Logos  dan jatuh kedalam bidat dokentism yang dilawan habis-habisan oleh St. Ignatius dari Antiokhia murid Rasul Yohanes. Dokentism sendiri mengajarkan bahwa Yesus hanyalah sebuah penampakan seperti manusia yang tidak mempunyai daging dan ajaran ini pun sudah dianathema oleh Rasul Yohanes dalam 2Yoh 1:7

Begitu agungnya ibadah kita.

Terpujilah engkau Ya Tuhan Yesus Kristus.

Soli Deo Gloria, Source

(Fr Matthew Baker, Seraphim Dackaert & Mark Mourachian, Eksegesis Patristik.)

(Protopresbiter Michael Pomanzansky, Teologi Dogmatika Orthodoks jilid 1.)

Sumber Facebook : Gilbeth Pramana Saputra


Agung Raditia
Agung Raditia Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana.