Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Roh Kudus Dicurahkan Kepada Orang Yang Percaya Yesus (Kisah Para Rasul 1:4-5)

Renungan 2 Oktober 2020

Roh Kudus Berkat Dicurahkan Kepada Orang Yang Percaya Yesus

Kelanjutan dari renungan yang kemarin, saya telah menjelaskan ayat 1-3 Yesuslah yang menginjili kita, pada renungan kali ini kita  akan belajar bahwa Allah telah menyediakan kepada kita berkat paling mulia sepanjang sejarah manusia. 

Berkat yang tanpa kita sadari telah datang dan menawarkan dirinya untuk mengasihi kita.

Ketika Anda dan saya membaca dan merenungkan Alkitab, seringkali kita hanya fokus pada bagaimana kita dapat mengerti apa yang kita baca, dan kita terfokus pada pencarian metode agar kita dapat melakukan hal-hal baik dalam dunia sosial kita. 

Fokus yang seperti ini adalah fokus yang setengah benar, tentunya akan membuat kita lelah membaca Alkitab karena kita tidak akan selalu menemukan metode, dan akan sulit bagi kita untuk mengerti teks Alkitab.

Ada dua hal yang akan saya bagikan pada Anda, tentang membaca dan merenungkan Alkitab; 

Pertama, Alkitab yang kita baca haruslah kita mengerti sebagai pernyataan kemuliaan Allah, kasih  dan keadilan Allah, dan kemahakuasan Allah. Ketika kita sadar hal ini kita akan berdiam dan memuji memuliakan Dia dalam keheningan, inilah kepuasan sejati.

Kedua, Alkitab tentang kita, kita yang adalah manusia berdosa yang Allah kasihi, kita yang adalah manusia gagal yang Allah tolong, agar kita berhasil dan keberhasilan itu untuk memuliakan Dia Raja segala Raja. 

Bacalah Alkitab dengan melihat kemuliaan Allah dan melihat diri sendiri sebagai manusia berdosa.

Kiranya Roh Kudus memampukan Anda untuk selalu melihat kemuliaan Allah dan keberdosaan diri Anda melalui pembacaan Alkitab  pribadi Anda. Inilah berkat termulia itu Roh kudus Sang pemberi pengertian.

Menjadi perenungan kita adalah Allah yang telah menjadi manusia Yesus Tuhan kita. Memberi perintah kepada para murid untuk menantikan janji Allah. Janji itu adalah Roh Kudus. 

Untuk apa Roh Kudus hadir?

4Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang -- demikian kata-Nya -- "telah kamu dengar dari pada-Ku. 5Sebab Yohanes membaptis dengan air,  tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."

(Dalam Kitab Kisah Para Rasul 1:4-3 TB)

Jawaban dari pertanyaan di atas ada disepanjang pasal Kisah Para Rasul bahkan sepanjang, kitab-kitab lain dalam PL dan PB setelah keempat kitab Injil.

Babtisan Roh Kudus, bukan agar Anda dan saya lebih Rohani, lebih hebat, dan lebih diberkati. Roh Kudus hadir untuk menyatakan pada Anda dan saya. Bahwa kita dipanggil untuk mengabarkan keindahan Injil. Menyatakan kepada Anda dan saya kita adalah orang berdosa yang dibenarkan dalam Yesus.

Injil yang telah Anda nikmati, seperti menikmati roti bakar berselai kesukaan Anda dibawah gelap malam yang terangi sinar bintang dan rembulan, Anda sedang berada dipuncak gunung dengan pemandangan yang indah, pemandangan yang telah disinari oleh sinar rembulan. 

Baca Juga:

Roh Kudus hadir agar kita dimampukan untuk mengabarkan Injil, agar pelayanan Injil semakin maju.

Kiranya Anda dan saya peka pada kasih Yesus, yang sangat besar hadir dalam diri Anda, berkat itu telah dicurahkan, yaitu berkat penyertaan Roh Kudus, memberi kekuatan dan kemampuan selain untuk mematikan dosa dalam diri Anda dan saya, Roh Kudus juga memberikan kekuatan untuk kita bisa menceritakan keindahan Injil kepada orang terdekat kita. AMIN




Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk " Roh Kudus Dicurahkan Kepada Orang Yang Percaya Yesus (Kisah Para Rasul 1:4-5)"

Berlangganan via Email