Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Roh Hikmat Untuk Mengenal Yesus Dengan Benar (Efsus 1: 15-17)

 

Roh Hikmat Untuk Mengenal Yesus Dengan Benar

15Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, 16akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, 17dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. 

(Dalam Kitab: Efesus 1: 15-17 TB)

Kita masuk pada bagian dimana alasan dari penulisan surat Efesus adalah hasil dari pergumulan doa Paulus. Pada ayat 15-23 Lai memberi judul perikop “Doa Paulus tentang perngertian kemuliaan Kristus,” dan dari pergumulan doa inilah yang mendorong Paulus untuk menuliskan surat kepada jemaat di Efesus.

Kita akan belajar hal penting dari pergumulan doa Paulus, Doa yang menggumulkan atau jemaat yang ia tanam di kota Efesus, kota yang dipenuhi dewa-dewi artemis buatan tangan manusia.

Doa yang sangat penting, bukan doa agar jemaat diberkati, bukan agar sukses dan dipandang berharga oleh dunia. Bukan doa-doa yang berpusat pada kesenangan diri, kesenangan untuk kehidupan melimpah, indah pada waktunya dan hal-hal fana lainnya yang menjadi fokus orang dunia hari-hari ini. Bukan doa yang demikian.

Melain doa yang berpusat pada Kristus, doa untuk mengenal Yesus sebagai Pribadi yang adalah Raja segala Raja. Ia yang seharusnya mengatur setiap aspek kehidupan kita. Kehidupan kita bukannya kita lagi melainkan Yesus yang hidup dalam kita.

Mengenal Dia Sang Hikmat

Masalah utama Kekristenan pada zaman itu adalah, begitu tertekannya mereka, bila kita baca dalam Kisah Para Rasul 19:13-40, di sana kita dapat membayangkan begaimana keadaan kota Efesus saat itu. tekanan demi tekanan bukan hanya dari orang-orang yang menyembah brhala tetapi juga tekanan utama dari guru-guru Yahudi yang menentang Kekristenan.

Budaya saat itu membawa mereka pada pilihan, apakah tetap mempercayai Yesus atau menjadi sama seperti apa yang budaya saat itu tawarkan. 

Puji Tuhan dari surat Paulus kita mendapatkan kabar baik. Bahwa Jemaat Efesus mempunyai iman, “setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu.”

Dari bagian ini kita dapat belajar bahwa kehidupan iman dalam Kristus bukanlah kehidupan yang ditentukan oleh kondisi dan tekanan dunia. Bila baik-baik saja dan bahagia maka beriman pada Yesus. Jika bermasalah dan kesusahan, maka mengandalkan logika lalu terjun dalam kehidupan yang sama dengan dunia.

Iman Kristen adalah iman yang terletak pada kuasa Allah, pada Integritas Allah yang selalu setia, dan meneguhkan bahkan menguatkan kita untuk terus mempunyai iman pada-Nya meskipun dalam lembah kelam.

Untuk sampai pada iman yang percaya pada kesetiaan Allah, inilah yang akan kita pelajari. Iman yang bukan mengandalkan logika dan kecermatan diri, hal inilah yang akan kita renungkan dari doa Paulus.

Hal menarik yang akan menjadi poin pembahasan kita, yaitu hikmat untuk mengenal Yesus.

Jika selama ini kita mendengar bahwa kita harus terus berjuang dan mempunyai kehidupan yang kudus agar Yesus mengasihi kita dan agar kita bisa mengenal Yesus dan beriman pada-Nya. Saya ingin tegaskan bahwa perjuangan kita bukanlah untuk menyogok Tuhan agar Ia mengasihi kita. Perjuangan kita bukanlah agar kita dapat beriman pada-Nya.

Saat saya membaca dan merenungkan kitab Efesus, dan melihat satu kesatuan kitab. Hal ini menolong saya bahwa sebenarnya setiap ayat dalam kitab ini tidak terpisahkan satu sama lain. 

Maka ketika saya membahas hanya ayat 15-17 pasal 1, sebenarnya untuk bisa mengerti ayat-ayat ini. Kita haruslah mengerti definisi dosa pada pasal 2 kitab Efesus.

Kita tahu bahwa Paulus bersyukur karena mendengar iman jemaat Efesus, secara logika jika ia sudah tahu bahkan bersyukur jemaat di sana mempuyai iman yang teguh. Untuk apa ia meneruskan suratnya? Paulus seharusnya cukupkan surat itu pada ayat itu saja. Tetapi ada hal penting yang Paulus ingin sampaikan pada mereka dan kita hari ini.

Kita semua berdosa, kita semua sebenarnya mati Rohani. Ketika kita percaya Yesus, kita sebeanarnya mati dan bangkit bersama Yesus. Hal ini sangatlah penting untuk kita gumulkan. Apakah Anda sudah mati atas diri sendiri, dan bangkit bersama Yesus?

Dosa berarti mati rohani, kita tidak akan mampu menggapai Allah sejati. Kita tidak akan dapat mengerti Injil sejati, dan kita tidak bisa melakukan kebaikan sejati agar Tuhan berkenan pada kita, agar kita dapat mengenal Tuhan. Kita tidak mampu melakukan itu semua. Kita adalah dosa.

Puji Tuhan inilah kabar baiknya, Injil keselamatan dalam Yesus. Yesuslah yang menyatakan Injil pada kita, Yesuslah yang lebih dulu mengasihi kita ketika kita masih berdosa, dan kita mau secara sukacita memberikan diri untuk mengakui dosa-dosa kita. 

Yesuslah yang menebus kita, Ialah yang memperkenalakan diri-Nya pada kita agar kita dapat mengenal-Nya. 

Ia mengundang kita untuk hidup bersekutu dengan-Nya, berjuang mematikan dosa. 

Yesus adalah Hikmat yang harus kita kenal sebagai pribadi, dari pribadi hikmat itu, menjadi gaya hidup sehingga kita mengabarkan hikmat itu kepada orang yang belum mengenal Dia dan meragukan Dia. Yesuslah hikmat itu.

Yang Paulus Sampaikan dalam doanya

Doa yang sangat indah dan mengajarkan kita doa yang sungguh-sungguh berpusat pada Yesus “aku selalu mengingat kamu dalam doaku dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.” Ya, kita harus mengenal Dia secara benar.

Maka saya mohon kepada Anda, yang membaca tulisan ini. Doakan saya agar saya dapat mengenal Yesus secara jelas, karena saya sadar bahwa diri saya mungkin pada saat menulis artikel ini sedang membayangkan pribadi Yesus yang indah dalam kasih-Nya. Tetapi beberapa jam kemudian bisa saja saya memikirkan hal lain yang dimana saya rasa hal itu lebih menyenangkan dibandingkan merenungkan Yesus pribadi mulia penuh kasih.

Bahkan ketika Anda selama ini tidak mendoakan keluarga Anda agar mereka mengerti Injil. Ambillah keputusan setelah Anda membaca Artikel ini. 

Doakan keluarga Anda, Hamba Tuhan gereja Anda dan sehabat-sahabat Anda bahkan diri Anda sendiri akan semakin mengerti Injil. Dan ceritakan Injil kepada orang terdekat Anda. Kiranya Allah melalui Roh Kudus menyatakan Injil yang jelas kepada Anda.

Kesadaran Paulus

Paulus sangat sadar ketika ia menulis surat Efesus, bahwa meskipun iman jemaat itu bertumbuh tetapi juga pada saat yang sama, kuasa budaya sekitar sangat gampang mempengaruhi mereka untuk tidak lagi hidup dalam Yesus, dan tidak mau mengenal Yesus untuk bersekutu dalam Yesus.

Maka pengenalan akan Yesus sangatlah penting, Puji Tuhan sebelum Yesus disiksa, mati dan bangkit lalu naik ke sorga. Ia menjanjikan pribadi yang akan menginsapkan kita dari dosa, Pribadi yang sama seperti Dia, Pribadi yang satu dengan Dia dan Allah Bapa. 

Pribadi Roh Kudus, hanyalah Roh Kudus yang mampu menyatakan keindahan Injil pada kita.

Keindahan yang saat kita menyadarinya kita akan sangat bahagia, dan inilah yang harus kita gumulkan dan doakan. Hal mendesak yang harus ada dalam diri kita orang percaya, hal yang seharusnya menjadi kerinduan kita. Yaitu mengenal Yesus secara benar. 

Dia bukanlah teko om jin yang kita gosok lalu memenuhkan segala kerinduan kita, kerinduan menikmati harta duniawi. 

Kita diciptakan untuk menikmati persekutuan dengan Allah.

Ia adalah Raja segala Raja yang haruslah kita patuhi. Jika kita sudah benar-benar mati atas keinginan diri, tentu mematuhi Yesus dan meninggalkan semua cita-cita kita yang berpusat pada kesenangan diri adalah hal yang mudah. Tetapi kehidupan yang dipenuhi Roh untuk selalu rindu dan terus belajar Alkitab dan sadar dari Alkitablah Yesus mau berdiskusi, “supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.”

Baca Juga :

Inilah iman Kristen, iman yang bukan berdasarkan kemampuan kita tetapi iman yang mempercayai Roh Kudus selalu menginsapkan kita sehingga kita mampu tidak melakukan dosa, hati kita semakin dilembutkan, pikiran kita selalu memikirkan keindahan Yesus, dan langkah kita adalah langkah yang bertujuan untuk memperkenalkan Yesus pada dunia.

Pada artikel berikutnya kita akan mengenal lebih dalam lagi Yesus adalah hikmat yang seperti Apa: Mata Hati Yang Memandang Kristus (Efesus 1:18-23)

Doa saya bagi Anda kiranya Roh Kudus menyatakan Injil secara jelas kepada Anda, dan kiranya Anda mau di-Injili oleh Roh Kudus setiap saat. Sehingga Anda mempunyai kehidupan yang terpaut pada Allah. AMIN 

Agung Raditia
Agung Raditia Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.