Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

(PUISI INJIL 3) Upah Dosa dan Sebuah Undangan

 


UPAH DOSA

Terdiam sepi, di bawah langit mendung

Merasakan kedalaman hati

Tercengang, kurasakan himpitan jiwa

Mata melihat sekeliling

Hati merena kesepian, keramaian dan kegiatan kuhadiri

Numun kosong kurasakan


Hati berteriak, kemana aku pargi?

Tidak ada yang dapat mengerti, kegalauan ini

Seakan tanpa henti

Ku lakukan banyak hal, namun jiwaku tetap terjepit

Sampai kutemui diriku terjerat rantai perbudakan dosa


Ku lihat kedalaman hatiku

Ku lihat pemberontakanku

Ku lihat semua kebijaksanaanku

Kesia-siaan belaka

Semuanya berjalan menuju lembah kebosanan

Lembah gelap, tanpa penerang


Upah kebijaksanaanku, hanyalah keberhasilan semu

Upah pemberontakanku, hanyalah kasih palsu dari dunia

Upah rancangan hatiku, hanyalah kebinasaan

Air mata menetes, harus kemana aku melangkahkan kaki

Ku nikmati semua yang dunia tawarkan

Namun yang kudapatkan adalah harga diriku menjadi budaknya 


Aku seolah-olah bebas tanpa kasih Allah

Aku terlihat bebas, namun sebenarnya hatiku terjerat

Terjerat oleh rantai dosa, ku terdiam dan meminta pertolongan 

Namun semuanya diam, apakah masih ada harapan?


SEBUAH UNDANGAN

Upah dosaku, maut terpisah dari Allah selamanya

Pemberontakanku aku tidak menginginkan Allah

Namun Dia Kasih, Dia adil

Kasih-Nya menuntut-Nya untuk memaafkanku

Adil-Nya menuntut-Nya untuk menghukumku


Maka, keadilan dan kasih berjalan seiringan

Kulihat dosa-dosaku secara jelas

Dia berkarunia, mati menerima murka, untukku

mengundang aku untuk hidup bersamanya

Dia tanpa dosa seolah-olah berdosa

Supaya aku pendosa ini diampuni


Dalam Yesus ada hidup kekal, ada persekutuan abadi

Bersama Yesus, aku merasakan cahaya untuk jalanku

Dalam Yesus kunikmati hidupku

Kutemukan kasih itu, kucari selama ini

Tak kutemukan

Dia datang mencariku, karena aku tak akan bisa menemukan-Nya


Undangan untuk datang kepada-Nya

Dia mau aku mengakui bahwa diriku Tidak bisa menjadi juruselamat

Dialah satu-satu-Nya juruselamat

Dia Tuhan Yesus, Sang Penebus, Sang Sahabat sejati 

Membebaskanku dari perbudakan dosa-dosaku

Roma 6:23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi kasih karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Manusia biasa berasal dari bumi, duniawi, dan bagaimanapun murni kasihnya, kasih itu lemah dan tidak sempurna. Namun, kasih Allah sempurna, utuh dan tulus. Bagaikan lautan dahsyat dalam kebesarannya, tinggal dan mengalir dari Roh yang Kekal.

D.L. Moody, “Secret Power”


Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk "(PUISI INJIL 3) Upah Dosa dan Sebuah Undangan"