Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Presentasi Injil 1 Kegagalan manusia dan Murka Allah

Kegagalan manusia dan Murka Allah, Karya Salib. Essay, Presentasi INJIL bagian 1,

Presentasi Injil 

Injil haruslah menjadi pusat dari setiap kotbah para Pendeta, jika bukan Injil yang mereka sampaikan. Maka akan terjebak pada motivasi-motivasi kosong, mengajak para jemaat untuk hidup lebih kuat melewati badai kehidupan. 

Ketika Kekristenan hanya mempresentasikan sekedar kehidupan badai masalah. Maka Kristen tidak akan menjadi suatu konsep yang indah. 

Ada hal yang di dalam diri umat Kristen jauh lebih berbahaya dari masalah persoalan kehidupan.

Maka sangat penting bagi para pengkotbah tidak lagi mengkotbahkan motivasi-motivasi lalu mengabaikan Injil, berarti mengabaikan betapa dalamnya dosa-dosa manusia, bahkan orang yang duduk berpuluh-puluh tahun dan pengkotbah yang sedang berdiri di mimbar sedang menyampaikan firman tetaplah ia seorang berdosa ia adalah dosa. 

Jika dosa diabaikan, maka tidak heran banyak jemaat gereja lokal tidak bertumbuh, mereka tidak menyadari secara jelas bahwa mereka layak dimurkai tetapi dikasihi, dan mereka sangat gampang lagi untuk hidup dalam dosa. 

Para jemaat hanya fokus pada Yesus yang memnbuat badai pasti berlalu, saya rasa tanpa saya berharap pada Yesus dan berdoa, badai dalam hidup saya pasti berlalu. Itu hukum alam. Meskipun saya percaya kedaulatan Allah, tetapi apakah orang-orang tanpa Allah selalu mengalami badai, mereka juga mengalami badai yang berlalu itu, mereka bahkan membenci Yesus, tetapi mereka bisa sukses dan aman selamat melewati badai dunia.

Ada hal yang penting ingin Alkitab sampaikan.

Dalam Essay ini, saya akan menjabarkan Injil bagian 1 dosa dan murka Allah, presentasi Injil haruslah menjadi pusat dari setiap kotbah, bukan berarti motivasi tidak penting tetapi jauh lebih utama dan penting mengabarkan, bahwa Kristus menerima murka Allah untuk menyelamatkan setiap kita. Yesuslah yang harus menjadi motivasi, tujuan dari kekristenan, Yesus yang bukan hanya untuk melalukan badai.

Yesus adalah motivasi kita, tujuan hidup yang sudah menjadi milik kita.

Kotbah yang hanya menyampaikan masalah-masalah kehidupan, lalu mengatakan Allah pasti memulihkan, lalu mengajak jemaat mempercayainya, dan mengajak jemaat untuk memberi lebih banyak agar diganti 1.000 kali lipat. 

Menjadi kepala bukan ekor, menjadi yang terbaik, jika gagal berarti kurang berdoa. Jika tidak dapat jodoh berarti tidak doa puasa. Berbuat baiklah agar menerima berkat Tuhan. 

Badai pasti berlalu. Yang sakit disembuhkan, jika tidak disembuhkan berarti yang sakit itu tidak beriman. Jika tidak berbahasa Roh tidak rohani. 

Masih banyak lagi contoh-contoh pengajaran kacau, dan itu bukan keutamaan yang Alkitab ingin sampaikan. 

Ada hal utama yang harus kita tahu, bahkan hal utama ini haruslah menjadi pusat hidup kita, dan haruslah ada dalam pikiran kita setiap saat dimanapun kita berada. Dan kita masuk pada pembahasan essay ini, ‘Presentasi Injil.’

Presentasi Injil, dosa, dan murka Allah

Presentasi Injil, menunjukan bahwa manusia selalu berjalan menuju kegagalan, menuju kebinasaan, dan frustasi.

Apapun prestasi yang mereka capai manusia tetap akan gagal. 

Sebaik apapun dia, dalam hal moralitas, sepintar apapun ia, dan bijaksananya manusia. Semua itu adalah bukti dari kegagalan manusia. 

Manusia berusaha menjadi juruselamat atas dirinya sendiri, meskipun tidak jarang, mengatasnamakan Yesus, Yesus hanya sebagai sosok berkuasa yang jika ia tidak membayar Yesus dengan moralnya, perpuluhan, doa puasa, dan ibadahnya. Maka Yesus akan menjadi sesok algojo yang siap memukulnya, jadi dalam hal ini ketika manusia menjadi juruselamat atas dirinya.

 Ia sedang menjadikan dirinyalah seorang baik tanpa dosa, dan Yesus adalah pribadi berkuasa yang jahat, maka Yesus pada dasarnya ia pikir bukan juruselamat tapi harus dihindari, cara menghindari-Nya yaitu berbuat baiklah maka aman. Inilah kita orang Kristen, kita sangat berdosa, tidak jarang kita ingin jadi tuhan dan Yesus menjadi seperti apa yang kita mau. 

Injil haruslah mengabarkan betapa berdosanya kita, dan kita semua tanpa terkecuali, sebaik apapun kita, pada dasarnya layak menerima hukuman dosa, sangat layak menerima murka Allah. 

Kita semua pada dasarnya tidak menginginkan Allah, terlihat jelas, ketika kita menemukan bahwa begitu banyak pengkotbah-pengkotbah bukan mengabarkan Injil tapi hanya motivasi kosong. 

Mereka sedang mengabarkan bahwa permasalahan utama kehidupan bukanlah dosa-dosa manusia. Tetapi Allah kehadiran Allahlah masalah utamanya. Jadi berbuat baiklah agar Allah tidak menuntutmu. Kamu bisa menyelamatkam dirimu sendiri.

Mungkin kita, menerima berbagai kejahatan dan ketidakadilan, tetapi bila kita bukan orang berdosa kita akan mengasihi orang itu seperti Yesus mengasihi. Dan jujur ini tidak mudah dikabarkan, tetapi inilah Injil, bahwa setiap hal yang ada dalam pikiran dan hati kita selalu membuahkan dosa, ketika Roh Kudus tidak bertahta dalam diri kita.

Menganggap diri baik dan sebagai korban

Ketika menerima ketidakadilan, dan kita merasa diri kita sebagai korban, kita justru membenci bahkan hal itu memunculkan berbagai kebencian, inilah kita, dosa kita. 

Ketika kita merasa tidak pernah berbuat kejahatan, dan meresa karena kita layak menerima kebaikan ketika kita adalah orang baik. Inilah dosa. Dan setiap kita layak menerima murka Allah. Setiap kita tanpa terkecuali.

Mengapa dalam essay ini saya tidak menjelaskan dosa-dosa yang dilakukan dalam hal tidak bermoral, atau kejahatan (Membunuh dan kawan-kawannya). Karena tanpa saya memberitahukan hal itu Anda sudah mengetahui semua itu dosa. 

Masalah utamanya adalah dalam Injil, perbuatan baik dan perbuatan jahat (keriminal) semuanya dosa, pemberontakan kepada Allah.

Jadi dalam essay Injil Bagian satu, menunjukan kepada kita betapa jahat dan berdosanya kita semua, meskipun Kristen sejak lahir, meskipun sudah melayani, meskipun baik hati. Dan hal ini harus secara jelas dikabarkan untuk bisa mengerti Injil. Saat Pengabaran firman hanya sampai pada metode-metode, motivasi untuk hidup lebih baik. 

Maka akan sangat gampang kita jatuh dalam paham bahwa kitalah yang sedang menyelamatkan diri kita sendiri, Tuhan hanya sebagai pemenuh kebutuhan kita, maka kita herus berdoa, ibadah, membaca Alkitab, dan aturan-atauran agama lainnya.

Jadi bagian ini juga menyatakan kita layak menerima murka Allah, murka Allah bukan sekedar masuk nereka setelah mati. 

Baca Juga: 

Dua Istilah inilah Musuh Injil

Apakah Anda Sadang Mendambakan Tuhan?

Murka Allah adalah keterpisahan dari Allah. 

Kabar buruknya lagi, kita ini diciptakan untuk menikmati Allah maka ketika kita tidak bisa bersekutu dengan Allah, kita akan bersekutu bersama ciptaan lainnya yang tentunya tidak akan memuaskan kita, karena ciptaan itu tidak diciptakan untuk memuaskan kita, maka kita merasa frustasi, kosong, kering, bahkan akhirnya mau mati saja.


Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk "Presentasi Injil 1 Kegagalan manusia dan Murka Allah"

Berlangganan via Email