Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

(Kisah Para Rasul 1:9-11) Kemuliaan Yang Membuat Tercengan

Renungan 05 Oktober 2020

Kemuliaan Yang Membuat Tercengang

Pada hari ini kita melanjutkan, perjalanan pembacaan kita dalam Kisah Para Rasul.

9Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. 10Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, 11dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

(Dalam Kitab Kisah Para Rasul 1:9-11 TB)

Setelah Yesus menyampaikan kepada para murid bahwa mereka akan menjadi pemberita Injil tetapi harus menunggu, di Yerusalem, sampai tergenapinya janji Allah kepada mereka. 

Kita sampai pada bagian yang paling mencengangkan, hal ini menunjukan secara nyata bahwa Yesus adalah Tuhan. Yesus telah hidup sebagai manusia membawa kabar baik bagi orang miskin dan semua orang, Ia difitnah oleh-oleh guru-guru Yahudi. 

Ia akhirnya disalibkan, Allah yang Mahakuasa menderita karena manusia. 

Sadarilah Yesus harus menerima hukuman salib karena Ia rela menerimanya, itu karena Anda dan saya adalah pemberontak, kita semua berdosa dalam segala jenis perbuatan kita, kita tetaplah orang berdosa. 

Selama-lamanya berdosa dan hal ini menjijikkan. Yesus disalibkan untuk membebaskan kita dari kutuk dosa.

Puji Tuhan Ia menunjukan bahwa Ia manusia sejati yang telah menang atas maut, yang arti kita mempunyai pengharapan baru kehidupan baru dari seorang sahabat yang telah berjanji akan bangkit dan hal itu benar-benar dilakukan-Nya.

Lahir, hidup memuliakan Allah, mati sebagai orang berdosa semua hukuman dosa ditimpakan kepada Yesus, dan bangkit. Segala kemuliaan hanya bagi Allah.

Kemuliaan Allah

Pada akhirnya Yesus akan naik ke sorga, mungkin ketika saya ada disana. Saya pada waktu itu akan membangun kemah tepat dinama Yesus naik ke sorga. Sunggah saat itu adalah saat yang sangat mendebarkan.

Allah yang dipenuhi belas kasih, ia sangat mengasihi kita. Tetapi begitu sering kita tidak berani berserah, bahkan meragukan-Nya kita lebih suka menyelamatkan diri sendiri. Melalui segala jenis perbuatan baik kita.

Bahkan dalam ibadah dan doa-doa kita, hal itu yang kita harapkan  menyelamatkan kita. Kita telah melakukan hal yang salah dan meragukan kasih Yesus yang sangat besar itu.

Ia menunjukan bahwa Ia adalah penguasa yang tidak pernah berdusta, maukah Anda mendoakan dan menantikan Roh Kudus itu untuk hidup dalam Anda sehingga Anda berani memberitakan Injil. 

Jika ya, bacalah Alkitab Anda, dan berdoalah minta pada Allah secara serius, seperti Anda saat ini menggumulkan hal-hal fana yang tidak ada gunanya. Bahkan lebih baik atau suatu keharusan menggumulkan untuk meminta Roh Kudus yang adalah pengharapan kekal bagi pemberitaan Injil.

Tercengan

Setelah Yesus naik kesorga, murid-murid terdiam, mungkin mereka berharap Yesus tidak meninggalkan mereka lagi, sampai pada akhirnya malaikat datang dan memperingatkan mereka bahwa Yesus akan kembali lagi.

Dengan kata lain, Yesus haruslah menjadi pusat kehidupan mereka. Yesus adalah pengharapan kita yang akan selalu memberi sukacita jika kita benar-benar menginginkan-Nya. Ia akan kembali. Sungguh indah pada waktu kembalinya Yesus, Dia adalah kerinduan hati setiap orang yang mengasihi-Nya.

Betapa lamanya penantian untuk melihat muka dengan muka, kakasih hati yang lebih dulu mengasihi dan telah membuktikan kasih-Nya. Ia dengan sabar menantikan Anda dan saya membalas cinta-Nya. 

Sungguh segala kemuliaan hanya bagi Allah, Dialah yang layak menerima semua kehidupan ini. 

Baca Juga : Penantian Yang Memberikan Kuasa Kepada Para Murid Untuk Menceritakan Injil

Dialah satu-satunya tujuan hidup sempurna pemberi sukacita sejati dalam kehidupan ini, “akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga." Mari bersama kita memandang hanya pada Yesus menikmati Dia sampai akhirnya Ia datang menjemput kita dan orang-orang yang menerima Yesus karena kita mau dipakai Yesus memberitakan Injil yang telah kita nikmati itu.

Saya berdoa melalui tulisan ini, Anda kembali melihat kemuliaan dan keagungan Yesus. Menikmati Dia dan memberitakan karya salib kepada orang-orang terdekat Anda. Roh Kudus memampukan Anda. AMIN

Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk " (Kisah Para Rasul 1:9-11) Kemuliaan Yang Membuat Tercengan"