Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

(Kisah Para Rasul 1:12-14) Penantian Janji Allah Ketekunan Murid Kristus

Penantian Janji Allah Ketekunan Murid Kristus

Setelah kemarin kita tahu bahwa para murid mendapatkan pengharapan baru, dari malaikat Tuhan. 

Bahwa Yesus Tuhan akan kembali sama seperti Ia naik ke sorga. Dan hal ini juga pengharapan bagi kita orang percaya, orang yang selalu hidup berpusat pada Yesus. Sungguh kehidupan yang bermakna dan kehidupan yang sangat bertujuan, tujuan yang Jelas.

Tujuan itu adalah Yesus, bukan lagi tujuan pribadi, bukan lagi tujuan yang berpusat pada kesenangan diri tetapi tujuan yang dikarenakan Yesus adalah kesenangan itu, sehingga melayani kesenangan dan kebahagiaan itu adalah suatu anugerah yang akan selalu melahirkan sukacita dalam penderitaan dunia. Injil bagi bangsa-bangsa.

12Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem. 13Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus. Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa  bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.

(Dalam Kitab Kisah Para Rasul 1:12-14 TB)

Apa yang aku lalukan selama menanti penggenapan janji Allah?

Berbicara tentang janji Allah, kita harus mempunyai definisi yang sama terlebih dahulu. Terutama dalam konteks ini teks Alkitab yang kita baca sekarang.

Karena yang kita ketahui tentang janji Allah, dan kita mendapatkan dari para pengkotbah dari luar sana hanyalah janji-janji yang berpusat pada kesenangan diri. Penantian kehidupan yang tertekan karena janji yang tidak kunjung tergenapi karena janji yang kita harapkan belum tentu itu dari Tuhan memang dari teks Alkitab teks yang dipelintir. 

Bisa saja itu hanyalah kerinduan hati kita agar kita bisa menikmati hal fana. Dan jika hal ini tidak Tuhan jawab itu adalah hak-Nya. Ada janji Allah yang jauh lebih mulia, jauh lebih indah jauh lebih bermanfaat bagi diri sendiri dan dunia sekitar kita.

Definisi janji dalam teks kita  yang para murid nantikan bukanlah sesuatu fana untuk kenikmatan yang berkahir pada penyembahan berhala.

Janji itu adalah Pribadi ketiga dari Allah Trituggal yang akan tinggal dalam kita. 

Janji itu adalah janji untuk hidup, siap bahwa kepala ini kapan saja dapat terpisah dari tubuh. Janji itu adalah janji untuk hidup menderita. Dan janji itu adalah janji untuk memuliakan Allah janji yang berpusat pada Yesus.

Janji itu adalah Roh Kudus yang Yesus janjikan akan menjadi  penghibur dan menginsapkan para murid, Anda, dan Saya. Jadi maukah Anda mendoakan janji itu, menggumulkan janji itu. 

Bedoa secara tekun selama menanti janji itu

Ini bukanlah doa meminta sesuatu tetapi doa yang berlangsung menikmati hubungan dengan Allah. Doa untuk jiwa ini agar semakin peka akan kehadiran Roh Kudus. 

Sadarilah bahwa Anda dan saya adalah orang berdosa. Jadi sangat penting dalam doa kita  Injil semakin jelas. Memuliakan sifat-sifat Allah. 

Meminta Roh Kudus untuk memampukan kita. ketekunan dalam berdoa adalah hal yang menyenangkan jika kita telah mengecap kasih Allah.

Sehinggga buah-buah dari doa itu adalah hati yang berkobar untuk mengabarkan Injil Kristus kepada orang terdekat kita.

Maukah Anda hidup dalam janji yang benar-benar Yesus janjikan, bukan janji palsu dan kosong dari para hamba kacau yang sering berbicara kepada Anda.

 Janji untuk hidup menderita bagi Injil. Menyangkal diri setiap hari, memikul salib setiap hari, dan mencintai Yesus atau mengikut Yesus, mengabarkan Yesus dengan kuasa Roh Kudus yang ada dalam kita, kuasa yang memampukan kita untuk berkata-kata, kuasa yang mematikan keinginan dosa dalam diri kita hari demi hari.

Baca Juga:

Saya berdoa kiranya renungan ini mengingatkan Anda bahwa ada hal yang lebih mendesak untuk Anda dan saya doakan yaitu kemajuan Injil (jika satu generasi tidak mumuridkan dan memberitakan Injil maka generasi berkutnya binasa, Anda adalah generasi pertama). 

Saya berdoa kiranya Anda terus menikmat Yesus sehingga Anda dengan penuh sukacita mengabarkan Yesus dan medoakan jiwa-jiwa untuk mendengar Injil, nama Tuhan dimuliakan selamanya. AMIN

 


Agung Raditia
Agung Raditia Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.