Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Para Rasul 2:1-5 | Puncak Dari Sebuah Penantian Janji Allah Kepada Para Murid

Puncak Dari Sebuah Penantian Janji Allah Kepada Para Murid 

1Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. 2Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; 3dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. 4Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. 5Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.

(Dalam Kitab Kisah Para Rasul 2:1-5 TB)

Hari yang mencengangkan

Saya telah membuat renungan dari pasal satu, dan intinya dari renungan tersebut adalah para murid diperintahkan oleh Yesus untuk diam di Yerusalem sampai genap harinya Allah menepati janji-Nya. 

Bukanlah janji kosong yang berpusat pada kesukesesan dunia, bukanlah janji-janji palsu yang para hamba-hamba kacau hari-hari ini tawarkan. Janji itu adalah janji untuk mati bersama Yesus, hidup untuk kemajuan Injil, dan janji untuk dimampukan hidup dalam kematian atas keinginan dunia dan hidup dalam Yesus.

Tepatnya pada hari Pentakosta, ketika para Murid dengan setia menunggu, berdoa sehati sepikir, mereka memuliakan Allah. 

Suatu hal yang mencengangkan, tiba-tiba suatu suara dari langit seperti angin keras memenuhi seluruh rumah.  Tampaklah lidah-lidah api bertebaran dan hinggap pada mereka. Itu adalah nyala api Roh Kudus. Angin adalah kehadiran Roh Kudus.

Untuk apa para murid dipenuhi Roh Kudus?

Penantian yang telah Allah genapi, kita akan terus merenungkan Kisah Para Rasul sampai pada bagian-bagian di mana setiap kajadian karena campur tangan kuasa Roh Kudus. 

Kita akan dihadapkan pada situasi-situasi menegangkan yang akan dialami para Murid pada pasal-pasal berikutnya.

Roh Kudus yang memberikan kemampuan bagi mereka semua untuk bisa melewati setiap ancaman yang itu semua berakhir pada hilangnya nyawa mereka, mereka kehilangan nyawa bukan karena perbuatan yang melanggar moralitas, tetapi karena mereka mengabarkan kabar baik Injil Kristus.

Penyelewengan bahasa roh adalah penghinaan

Api Roh Kudus yang adalah semangat yang mengobarkan para murid, memberi kekuatan dan kemampuan untuk mengorbankan nyawa bagi keselamatan jiwa-jiwa, Injil bagi suku bangsa.

Api Roh kudus bukanlah semangat yang hanya melompat-lompat dalam gedung gereja berteriak-teriak sambil bernyayi, itu bukan karena api Roh Kudus, bahkan orang yang sedang mabuk bisa melakukan hal itu, tetapi tidak ada orang mabuk yang dapat mengabarkan Injil, membuat hati orang yang mendengarkannya bergetar dan memikirkan Injil terus menerus.

Api Roh Kudus membuat Injil lebih jelas dan mempengaruhi kehidupan seseorang yang sangat berdosa. 

Bukan lompat-lompat, maka bertobatlan wahai Kristen.

Jika masa kini banyak gereja-gereja menawarkan bahasa Roh tanpa bekabaran Injil, pada waktu para murid setiap orang yang berbahasa Roh adalah orang-orang yang mengorbankan nyawa mereka bagi kebenaran Injil. 

Masa kini bahasa Roh palsu hanya untuk terlihat lebih rohani, setelah berbahasa Roh kembali kerumah bahkan sudah melupakan apa yang pendeta mereka kotbahkan, karena kotbah-kotbah yang hanya berpusat pada kehidupan fana yang sangat kosong. Dan tidak ada artinya. Kotbah-kotbah yang berpusat pada diri sendiri, mengabarkan injil palsu yang tidak meninggikan karya salib, dan tidak mengabarkan bahwa jemaat haruslah bertobat.

Betobatlah, kembalilah kepada Injil, Injil yang mengabarkan bahwa kita semua berdosa dan mempercayai Yesus berarti menyangkal diri, memikul salib setiap hari, dan mengikut Yesus.

Suatu penghinaan besar dari mereka yang mengaku berbahasa Roh namun jika ditanyakan tentang Injil mereka tidak mengerti mereka belum menikmati Injil. Paling hanya menjawab Yesus baik karena berkat-berkatnya.

Maka saya tegaskan bahwa bahasa Roh yang terjadi dalam Kisah Para Rasul adalah bahasa manusia yang dapat dimengerti dan itu mengabarkan Injil, bukan bahasa yang ngaur ngidul tanpa arah hanya ingin membuat ramai. 

Penuh Roh Kudus sama dengan mengabarkan Injil bagi sekitar, mempunyai kehidupan yang berdampak, memuliakan Yesus, dan terus hidup mamatikan keinginan dosa dalam pengawasan Kasih Karunia Allah.

Tuhan penuhi kami dangan Roh-Mu agar kami memiliki keberanian mengabarkan Injil-Mu, tolong kami agar hari-hari kami hanya menikmati Yesus sehingga setiap injil yang kami kabarkan adalah Injil yang benar-benar hidup dalam kami.

Baca Juga :

Untuk Penjelasan Lidah Api dan Anging dapat Anda baca pada tanfsiran Matthew Hendry klik link: https://www.definisielohim.org/tafsiran-matthew.

Tolong kami agar kami mampu melihat dan memahami mana Injil-Mu dan mana injil karangan para hamba kacau yang berpusat pada diri mereka agar mereka terlihat hebat, ampuni mereka Tuhan seperti Engkau mengampuni kami, didik mereka seperti Engkau mendidik kami agar mereka kembali kepada-Mu dan hidup berpusat pada Kristus. AMIN



Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk "Kisah Para Rasul 2:1-5 | Puncak Dari Sebuah Penantian Janji Allah Kepada Para Murid "

Berlangganan via Email