Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kasih Yesus, Mengabarkan Injil Kepada Anda dan Saya (Kisah Para Rasul 1:1-3)

    Renungan 1 Oktober 2020

Kasih Yesus, Yesus Sendiri yang Menyatakan Diri Kepada Anda dan Saya.

Dalam Jurnal Pribadi, yaitu pembacaan dan pembelajaran Pribadi saya. Saya sedang membaca Kitab Kisah Para Rasul. Tulisan dari dokter Lukas. Merupakan Kitab yang berpusat pada karya Roh Kudus Allah Tritunggal. 

Sebelum Yesus naik ke sorga, Yesus menyatakan bahwa bukan apa yang para murid pikirkan tentang Dia yang terjadi. Melainkan apa yang Bapa kehendaki yang terjadi, yaitu Yesus Mesias, bukan untuk membebaskan Israel dari jajahan Romawi melainkan membebaskan mereka dan para Murid berikutnya sampai pada diri Anda dan saya hari ini dari perbudakan dosa, dosa yang selalu ingin membinasakan kita.

Bukankah kita begitu sering ingin menjadikan Yesus seperti yang kita mau, kita ingin Yesus seperti yang kita mau, kita ingin Yesus menjadi pembantu kita agar kita dapat menikmati dunia ini. Hal inilah yang kita lakukan. 

Maka mari bersama kita belajar melihat Yesus, sebagai pribadi berkehendak, pribadi yang menghendaki kita hidup sesuai kehendak-Nya, karena ia tahu kehendak kita akan selalu menuju kebinasaan.

Kita masuk pada pembahasan, hal yang saya dapatkan dari pembacaan dari Kisah Para Rasul 1.

Awal dari perjalanan Injil bagi bangsa-bangsa

Kitab Injil Lukas disambung oleh kitab Kisah Para Rasul yang menjadi pembahasan kita kali ini. Awal perjalanan Injil.

Yesus menampakan diri kepada para Murid, “Sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya.”

Berdoalah bagi pelayanan Injil, jika Anda berani mintalah pada Allah agar Anda dikirim sebagai pelayan Injil. Pelayan Injil adalah pelayanan yang sangat membahagiakan jika Anda menyadarinya, karena ada api Roh yang akan selalu mengobarkan hati Anda.

Injil Dinyatakan oleh Yesus kepada para murid.

Hal terbaik ketika kita hidup dalam Yesus, Yesus sangat mengerti dan memahami diri kita bahwa kita adalah manusia berdosa. Begitu gampang kita melupakan Injil, maka sangat penting Injil dinyatakan secara jelas oleh diri kita sendiri kepada kita.

Terpenting adalah dalam kelemahan kita menyatakan Injil kepada diri kita adalah Yesus melalui Roh Kudus-Nya menyakan Injil kepada kita setiap waktu, “Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.”

Inilah keindahan Kekristenan, menunjukan kelemahan kita, ketidakmampuan kita, tetapi kita mempunyai Allah yang tidak terbatas, sangat mengasihi kita.

Baca Juga :

Berdoalah bagi diri Anda agar Anda semakin mengerti injil, dan selalu menginjili diri sendiri setiap saat. Mempunyai kehidupan yang berpusat pada Yesus. Roh Kudus memampukan kita. Amin

1Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, 2sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya. 3Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.

(Dalam Kitab Kisah Para Rasul 1:1-3 TB)


Agung Raditia
Agung Raditia Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.