Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Efesus 2:1 Andai Aku Punya Pacar Seri 2

Andai Aku Punya Pacar 

Orang mati membahagiakan orang mati berakhir pada kemalangan

Kamu duhulu sudah mati karena pelanggran-pelanggaranmu.

(Dalam Kitab Efesus 2:1 TB)

Ketika ular berkata kepada Hawa, “sesekali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” (Kejadian 3:4-5 TB) saya memulai dari dua ayat yang saya pararelkan. 

Mempunyai makna mendasar tentang dosa, yaitu makna sebab akibat. Hal ini begitu penting kita ketahui. 

Ketika ular menyatakan bahwa Hawa tidak mati tetapi akibat dari memakan buah pengetahuan di Efesus 2:1 Paulus menyatakan ketika seseorang belum percaya Yesus adalah orang yang mati rohani.

Begitu mengerikannya jika Anda sampai hari ini belum hidup dalam Yesus, dan Anda memilih pasangan Anda dan ia juga belum hidup dalam Yesus. 

Inilah yang Yesus katakan, “orang buta menuntun orang buta,” atau saya perjelas dari ayat diatas, bahwa inilah yang terjadi dalam kehidupan Anda, “orang mati mencari kepuasan kepada orang mati lainnya.” Berakhir pada kematian kekal.

Orang yang masih mati rohani

Orang yang masih mati rohani selalu berpusat pada dirinya sendiri, ia tidak akan memikirkan apa yang terjadi pada hati dan jiwa orang lain yang terpenting adalah tantang dirinya. 

Bagaimana ia mendapatkan kebahagiaan dari kata sayang yang ia sampaikan kepada lawan jenis, hal inilah fokus utama orang yang masih mati rohani.

Orang yang mati rohani akan selalu saling menyalahkan, dapat terlihat jelas ketika Adam dan Hawa bertemu Allah, Adam menyalahkan Allah karena Allah telah memberikan Hawa kepadanya dan Hawa menyalahkan ular yang telah menggodanya. 

Terjadi perpisahan, antara Sang Kudus dan ciptaan, terjadi kehancuran relasi diantara laki-laki dan wanita. Dunia ini mengalami kutukan. 

Ketika Anda mengharapkan sesuatu yang indah dari cinta romantis, semua itu kebohongan. Hanya Injil yang dapat menyatukan relasi yang rusak itu, kasih karunialah yang mampu menghidupkan rohani yang mati. 

Sehingga cinta yang seperti maut, api, materai, menghasilkan buah-buah rohani untuk kemuliaan Allah, untuk inilah kita diciptakan yaitu berpasangan saling mengasihi dan kasih itu berdasarkan kasih Allah, kasih yang kuat untuk memuridkan dan kemajuan Injil.

Injil Yang Menghidupkan

Setiap kita selalu berpikir tentang tujuan hidup, sebuah tujuan untuk mempunyai kehidupan yang ideal dengan cerita-cerita romantis antara diriku dan dirinya. 

Kita selalu ditawarkan oleh dunia ini sebuah fakta dari keindahan kisah cinta, sepasang kekasih yang hidup bahagia.

Ketika saya masih sd sampai dengan smp bahkan sma, begitu sering saya berimajinasi tentang kehidupan yang berpusat pada cinta romantis, kehidupan bahagia bila saya menemukan belahan jiwa saya. Inilah saya, dan saya yakin kita semua merasakan hal yang sama. 

Tanpa kita sadari bahwa televisi telah mendoktrin kita. 

Masa Androit, sosial media juga sedang mendoktrin anak-anak muda dengan berbagai tawaran yang terlihat indah. 

Tanpa kita sadari  bahwa Yesus jauh lebih indah dari semua itu, saya berdoa kiranya Anda mau merendahkan diri dan memandang pada keindahan Yesus.

Berdoalah, berteriaklah, dan bacalah Alkitab itulah cara memandang pada keindahan Yesus.

Pada Efesus 2:1 kita dinyatakan telah mati karena pelanggaran dan dosa-dosa kita, tetapi pada (ayat 4) 4“Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar yang dilimpahkannya kepada kita, 5telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita oleh kasih karunia diselamatkan.

Mati bukanlah mati fisik seperti orang yang terbaring dikuburan. Orang yang mati rohani dapat terlihat sangat baik, mereka tetap dapat menjadi pengkotbah, mereka dapat melayani, menjadi majelis, tetapi tidak ada Roh untuk mau memberitakan Injil.

Kehidupan mereka berpusat pada diri sendiri, mereka melakukan segala sesuatu atas dasar keamanan diri dan kesenangan diri mereka, karena pada dasarnya orang yang mati rohani menjadikan diri mereka tuhan atas diri sendiri dan orang lain jika memiliki kesempatan. 

Inilah diri kita, ketika kita masih mati secara Rohani, Paulus menjelaskannya pada Efesus 2:2-3, pengajaran yang sangatlah memberi pengertian akan kehidupan kita ketika kita tidak mempercayai Yesus. Atau mempercayakan diri kepada Yesus agar Yesuslah menjadi kehidupan kita.

Maka ada undangan bagi Anda orang berdosa, untuk memberikan diri kita kepada Yesus.

Kita mungkin memikirkan aku harus mempunyai pasangan yang cinta Yesus, tetapi apakah Anda sudah hidup dalam Yesus? Sudahkah Anda mempunyai Roh Kudus dalam diri Anda?

Sudahkah Anda membenci dosa? Sudahlah Anda meninggalkan berhala-berhala dalam diri Anda? Sudahkah Anda betobat dari penyembahan atas diri Anda sendiri? 

Sudahkah Anda menyadari bahwa ada Yesus yang sangat mencintai diri Anda? 

Bahkan kecintaan pada diri sendiri selalu membawa kepada kebinasaan. 

Tetapi cinta-Nya Yesus membawa pada kepuasan jiwa dan kepenuhan sukacita sorga tidak peduli apapun keadaan dunia saat hari-hari ini. Merobek hati Anda hidup terus merendahkan diri dan bertobat setiap hari.

Injil menghidupkan, ketika kita hidup dalam Injil kita akan dengan gampang oleh karena Roh Kudus dalam kita, kita dapat memandang seseorang tersebut mempunyai kehidupan yang masih mati secara rohani atau sudah hidup dalam Yesus. 

Kita akan memuliakan Yesus dan melakukan visi Yesus inilah makna dari pernikahan Kristen, cinta Kristen adalah ketaatan kepada Kristus selama-lamanya.

Cinta sangatlah kuat

Pada artikel sebelumnya saya menulis hal-hal negatif dari cinta seperti api, cinta seperti materai, cinta gigih seperti dunia orang mati. (Kidung Agung 8:6-7 TB).

Baca Artikel Sebelumnya: Andai Aku Punya Pacar Seri 1

Pada bagian ini kita akan melihat cinta dari sudut pandang Injil, Yesus sudah mati bahkan masuk alam maut karena kita yang berdosa. 

Para pemberita Injil memberikan diri mereka sampai titik darah penghabisan karena mereka mengasihi jiwa-jiwa, mereka membawa kabar baik tetapi mereka ditolak dan dianiaya.

Cinta seperti api, api Roh Kudus yang menggerakan seseorang untuk memberitakan Injil bahkan suami istri untuk memberitakan Injil. 

Cinta melekat kuat seperti meterai karena satu visi yaitu visi memenangkan dan memuridkan jiwa-jiwa bagi kemuliaan Kristus, tidak ada yang dapat memisahkan pasangan kekasih yang berpusat pada Yesus walau kematian, karena mereka oleh kasih karunia untuk memuliakan Allah telah disatukan.

Cinta gigih seperti dunia orang mati, Yesus menjadi dosa, mati masuk ke dalam kerajaan maut terpisah dari kemuliaan Allah inilah cinta. 

Karena cinta Allah merelakan Anak-Nya yang tunggal, untuk kemuliaan-Nya dan kita dapat menikmati Dia. 

Sepasangan kekasih tidak lagi, melakukan hal yang sia-sia. Cinta kini jauh lebih mulia. Karena cinta yang rela berkorban, cinta itu membawa jiwa-jiwa bagi Allah untuk memuliakan Allah.

(Kejadian 1:28 TB) beranak cuculah secara biologis dan secara rohani dan penuhilah bumi. 

Sebelum mereka mempunyai keturunan rohani, manusia telah mati rohani, maka Allah yang sama mengulangi penrintah ini dalam (Matius 28:19 TB), jadikanlah semua bangsa muridku (bukan hanya anak biologis tetapi anak rohani).

Bawa anak-anak kepada Yesus, karena Yesuslah yang dapat menghidupkan kerohanian mereka. 

Ayat yang terakhir inilah visi kita. 

Saat masih sendiri dan sudah mempunyai pasangan visi kita adalah. (Efesus 2:10 TB) karena kita ini buatan Allahm diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik (Memberitakan Injil dan memuridkan), yang dipersiapkan Allah sebelumnya. 

Ia mau supaya kita hidup di dalamnya.

    Allah Kiranya memampukan kita mengerti bahwa kehidupan kita untuk mempunyai pasangan adalah visi Allah bukan visi kita, visi untuk kemajuan pemberitaan Injil. AMIN

    Definisi Elohim
    Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

    Posting Komentar untuk " Efesus 2:1 Andai Aku Punya Pacar Seri 2"

    Berlangganan via Email