Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengetahui Doa Kita Timbul dari Pola Pikir Rohani | Berpola Pikir Rohani 2

Mengetahui Doa Kita Timbul dari Pola Pikir Rohani

Bagaimana kita dapat yakin kalau doa kita adalah doa yang dipengaruhi oleh pola pikir rohani? 

Hal ini dapat diketahui dengan menguji motivasi pribadi kita saat berdoa.

Seseorang Kristen sejati akan selalu mengetahui apakah motivasinya murni atau tidak, tetapi seorang Kristen palsu akan selalu membela dirinya, agar hati nurani mampu menerima bahwa motivasinya sedang tidak murni saat berdoa.

Mereka yang memiliki iman Kristen yang murni, mengetahui motivasi mereka berdoa. Apakah motivasi itu murni atau tidak?

10Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: "Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu."

(Dalam Kitab 1 Yohanes 5:10 TB)

Jika doa mampu mendatangkan sukacita bagi orang percaya, menyegarkan jiwa mereka, melembutkan pikiran mereka maka itulah doa sejati

7Betapa berharganya kasih setia-Mu, ya Allah! Anak-anak manusia berlindung dalam naungan sayap-Mu. 8Mereka mengenyangkan dirinya dengan lemak di rumah-Mu; Engkau memberi mereka minum dari sungai kesenangan-Mu. 9Sebab pada-Mu ada sumber hayat, di dalam terang-Mu kami melihat terang

(Dalam Kitab Mazmur 36:7-9 TB)

Jika doa-doa kita tidak menjadikan kita memiliki kerinduan untuk hidup secara rohani. Kita harus berdoa dengan penuh keredahan hati. Tetapi doa yang merindukan untuk dapat berlaku secara rohani. Maka kita dapat menganggapnya sebagai pola pikir rohani.

Orang-orang Kristen yang berdoa dengan benar, akan selalu dimampukan untuk berlaku benar, dan selalu menjaga kesalehannya.

Doa kita yang timbul dari ungkapan kasih kepada Kristus, maka sudah dapat dipastikan hal ini karena kita mempunyai pola pikir rohani. 

Sangat berbeda jika doa-doa kita hanya berpusat pada kesengangan diri, meminta jodoh, sukses dan lain-lain ini sudah dapat dipastikan kita sedang menjadikan Tuhan sebagai mesin pemberi kebutuhan kita, dan kita sedang menjadikan diri kita tuhan atas diri sendiri.

Jika doa-doa yang murni itu diikuti oleh tindakan nyata, maka kita dapat menganggapnya sebagai dampak dari pola pikir rohani.

27Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.

(Dalam Kitab Yakobus 1:27 TB)

Kadang kita mendengar orang benar dengan sedih mengatakan, “saya tidak dapat bersukacita dalam doa”. Jika orang benar dalam kesedihannya tidak dapat bersukacita dalam doa-doanya, dan ia melihat hal itu sebagai tantangan dalam berdoa untuk memperoleh hadirat Allah. 

Karena kita sangatlah berdosa jadi sangat sulit bagi kita untuk dapat menikmati Allah secara nyata. 

Jadi suatu tantangan itu tidak akan menjadikan kita untuk berhenti berdoa. Melainkan kita akan lebih bersungguh lagi berdoa.

Pada akhirnya kita akan menikmati kasih Allah dalam doa-doa kita.

Adakalanya sangatlah baik untuk mendengar, kesaksian hidup sesama orang percaya. Dapat menumbuhkan iman orang percaya. Tetapi sangatlah menyedihkan pada masa kita sekarang, begitu sedikit orang-orang begairah untuk membicarakan hal-hal rohani.

Mereka lebih suka membicarakan hal-hal duniawi. Hal ini menunjukan kepada kita begitu tidak sehatnya kehidupan rohani orang Kristen hari-hari ini.

Jika pemikiran rohanin hanya dapat dihasilkan oleh stimulasi dari luar, maka berarti pemikiran tersebut bukan bersumber dari suatu pola pikir rohani dalam diri seseorang.

Baca Juga: 

Pola pikir rohani ibrat seperti seorang anak yang berada dalam rumahnya sendiri jika ia tidak berada dalam rumah, ia akan dirindukan dan diharapkan untuk kembali.

Sebagian orang mengetahui keberadaan hal-hal rohani, namun tidak berhasil memaksa dirnya untuk mencarinya, maka hal ini membuktikan bahwa pola pikir duniawi adalah musuh utama pola pikir rohani.
Kiranya kita, selalu memandang hanya pada Yesus, menikmati Dia saja setiap saat. 


Tulisan ini kutipan dari buku John Owen (1616-1683), "Berpola Pikir Rohani" Diterbitkan Monentum (26-28)

Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk "Mengetahui Doa Kita Timbul dari Pola Pikir Rohani | Berpola Pikir Rohani 2 "

Berlangganan via Email