Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

(2 Korintus 10:5) Pelayanan Penyerahan Pada KETUHANAN YESUS

Pelayanan Penyerahan Pada KETUHANAN YESUS 

Tanpa Integritas Pelayanan Hanyalah Bisnis Rohani Yang Mengatas Namakan TUHAN

Manusia diajarkan dari sejak kecil untuk dengan sekuat tenaga melakukan hal-hal dengan penuh komitmen. Ia hasilkan adalah kegagalan demi kegagalan, sehingga ia dengan sekuat tenaga menyembuyikan kelemahan dan kegagalan dengan berbagai cara.

Integritas yang saya maksud bukan soal hidup melakukan sesuatu dengan penuh kejujuran.
Tapi langkah yang berdasarkan Penyerahan pada Ketuhanan Yesus. Penyerahan bertolak dari kesadaran akan kegagalan dan ketidakmampuan bukannya menyembuyikan tapi mengakui.
dari sini saya dan Anda akan melihat besarnya lebarnya indah Kasih Karunia Tuhan.
25Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,

(Dalam Kitab 2 Korintus 10:5 TB)
Penawanan pikiran kita adalah pergumulan seumur hidup. Agar hanya Yesus yang mengendalikan hidup kita. Apakah sekarang yang sangat memperngaruhi pikiran Anda?

Tuhan Yesus kami memuliakan Engkau, Kau telah menebus kami dari perbudakan dosa kami bersyukur untuk itu, kini kami percaya kami mempuyai hidup baru dalam-Mu.
Tetapi begitu gampang kami melupakan-Mu Tuhan. 

Maka Tuhan ajari kami untuk selalu menawan pikiran kami pada Yesus saja. sehingga hati kami semakin mengasihi Engkau dan memuliakan-MU.

Silahkan Baca:



Kirim anak-Mu yang mempuyai penyerahan pada-Mu Tuhan untuk mengabarkan Injil dan memuridkan di setiap suku terabaikan. Dan bila Kau berkenan, ya Allah ini kami, bila kehendak-Mu mengutus kami kesana, buka jalan dan mampukan kami Tuhan untuk taat pada-Mu saja.

Kami bersyukur Tuhan dalam nama Yesus. AMIN


Agung Raditia
Agung Raditia Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana.