Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kita menjadi besar di hadapan Allah (Matius 14:10-12)

Kita menjadi besar di hadapan Allah

Yohanes Pembaptis Pembuka Jalan untuk Kemuliaan Yesus.

Menjadi besar di hadapan Allah. Sedikit dari ayat 15, “Sebab Ia akan menjadi besar dihadapan Tuhan” besar dihadapan Tuhan janganlah kita berharap mempuyai hidup yang akan selalu tanpa masalah, tenang, disukai dunia dan hidup kaya raya. TIDAK

Dari pribadi Yohanes seharusnya kita dapat belajar esensi dari pelayan sejati. Ia dipenuhi Roh kudus, dengan penuh kuasa mengajak orang-orang agamawi bertobat. Penuh ketegasan menyatakan yang salah. Hidup dalam kekudusan, melakukan tugas. 

Saat ia akan dikandung ibunya Malaikat Tuhan datang dan menubuatkan kepada Zakharia ayah Yohanes hal-hal yang menjadi tugas anaknya. Dan hal inilah yang menjadi poin penting, tugas dari orang percaya hari-hari ini. 

Tidak minum minuman keras yang memabukan dan menimbulkan hawa nafsu (saya teringat istilah “tua-tua keladi,” istilah ini sangat menegur bahwa umur seorang lelaki tidak menuntukan kewarasan nafsu).

Dipenuhi Roh Kudus, satu-satunya cara agar penuh dengan Roh kudus adalah hidup Kudus, dikuduskan oleh Yesus. mempuyai penyerahan pada Ketuhanan Kristus. 

Hidup penuh Roh bukan agar terlihat Rohani dari yang lain sehingga pantas dihormati, bukan. Penuh Roh berarti membuat orang-orang mengenal Allah dan bertobat membawa jiwa-jiwa bagi Kristus, selalu ada kabar baik dalam diri.  Terakhir dan ini tujuan utama dari hal-hal yang ada dalam diri Yohanes pembaptis.

Mendahului Tuhan Yesus dalam Roh dan Kuasa Elia membuat banyak orang bertobat, menyiapkan suatu umat yang layak bagi-Nya. 

Injil hanya dapat dilihat secara nyata apabila pemberita Injil mempuyai gaya hidup yang membawa kabar baik dan secara tegas menyatakan bahwa manusia berdosa dan butuh Tuhan untuk dikuduskan disucikan. Sehingga nama Yesus dikenal karajaan Allah ada di bumi, membuat suatu umat menjadi murid sejati penyembah-penyembah yang dalam. Menyerahkan diri pada Kristus secara radical untuk mengabarkan lagi kabar baik atau Injil.

Baca Juga: 


Menjadi besar di hadapan Tuhan berarti siap hidup di padang gurun, makanan dari apa yang dapat dimakan. Dan kepala harus siap terpisah dari tubuh kapan saja untuk Injil.

“Membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar.”

Secara manusia ketika saya menulis ini saya merenung dan berdoa Tuhan apakah saya berani dan mampu seperti Yohanes yang bahkan saat ingin dipenggal kepalanya ia tidak mempuyai hak untuk melawan. Inilah memikul salib dan menyangkal diri. Hanya dengan memandang pada Kemuliaan, Keindahan, dan karya keselamatan dari Yesus. Dia memang pantas menerima kehidupan saya Dia berhak penuh.

15Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; 16ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, 17dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.

(Dalam Kitab: Lukas 1:15-17 TB)

Saya berdoa kiranya kita dimampukan untuk hidup berpenyerahan hanya pada Ketuhan Kristus dan damai Kristus terus berlimpah atas kita. AMIN

Agung Raditia
Agung Raditia Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana.