Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kasetian TUHAN Pada Anda Dan Saya (Mazmur 41:5-11)


Kasetian TUHAN Adalah Kristus Telah Menebus Kita Dari Pebudakan Dosa

Kasetian TUHAN adalah karya keselamatan dan itu sempurna

Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!" 

(Dalam Kitab Mazmur 41:5 TB)

Jika Anda baca Artikel sebelumnya, akar dari segala kesakitan kita adalah dosa. Jadi diperjelas pada ayat 5, pada pembahasan kali ini, Daud sangat sadar bahwa ia adalah orang berdosa, artinya ia pemberontak. 

Merupakan gembaran jelas hati kita semua, begitu sering kita merasa sakit, itu justru ketika kita menyakiti sesama kita dan tidak jarang juga rasa sakit itu hadir secara alami dari dalam diri kita.

Maka ada undangan bagi kita dari Yesus, kabar baiknya Allah mengasihi kita Ia juga adil sehingga untuk menegakkan kedua sifat-Nya yang sempurna ini, ada karya salib, terpujilah Kau ya Allah. 

Ia tahu kita manusia dosa, karena Adam dan Hawa memakan buah pengetahuan baik jahat. Maka kita secara alami mendefinisikan baik jahat dan semua definisi kita, inilah dosa, pemberontakan kita, kita menjadi orang-orang yang merasa mampu menyelamatkan diri kita sendiri. Dan ketika kita mendapati diri kita tidak memiliki kemampuan, kita berusaha sekuat tenaga menyembuyikan hal untuk terlihat baik dan sempurna. 

Semua itu adalah dosa-dosa tersembuyi dalam hati setiap kita.

Maka ada seruan untuk mengakui, sebenarnya kita berdosa terhadap TUHAN. Dia pengasih, Dia menyelamatkan kita dari kutuk dosa, perbudakan dosa. Maka seharusnya kita sadar dan membenci dosa, jijik terhadap dosa, dan membenci dosa. Untuk melakukan itu semua tidaklah mudah karena pada dasarnya kita mencintai kebebasan palsu atau dosa. Kalau bisa kita berdosa tetapi tetap hidup dalam ketenangan. 

Kiranya Roh Kudus memampukan Anda untuk bertobat, dan memandang hanya pada Yesus dan karya salib-Nya. Ketika kita memandang Yesus, melihat kemuliaan-Nya, dan melihat diri sendiri sangat berdosa, pada waktu itulah kita akan semakin mencintai Yesus, dan kita disembuhkan dari hari ke hari untuk semakin bertumbuh mengenal dan melakukan semua perintah Yesus. 

Definisi baik jahat, berdasakan Allah. Sungguh suatu sukacita dosa-dosa Anda dan saya sudah diampuni.

6Musuhku mengatakan yang jahat tentang aku: "Bilakah ia mati, dan namanya hilang lenyap?" 7Orang yang datang menjenguk, berkata dusta; hatinya penuh kejahatan, lalu ia keluar menceritakannya di jalan. 8Semua orang yang benci kepadaku berbisik-bisik bersama-sama tentang aku, mereka merancangkan yang jahat terhadap aku: 9"Penyakit jahanam telah menimpa dia, sekali ia berbaring, takkan bangun-bangun lagi." 10Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku. 11Tetapi Engkau, ya TUHAN, kasihanilah aku dan tegakkanlah aku, maka aku hendak mengadakan pembalasan terhadap mereka. 

(Dalam Kitab Mazmur 41:6-11 TB)

Tidak bisa dipungkiri, saat kita menjadi umat Tuhan kita akan menjadi musuh setiap prinsip dunia, saya tidak perlu menjelaskan lebih dalam lagi bagaimana ciri-ciri orang-orang yang memusuhi kita, dapat Anda renungkan pada ayat 6-10. Dan mari renungkan bersama. Ketika kita dibenci dan kita kembali membenci maka kita adalah orang yang sama, maka nasehat Yesus sangatlah cocok bagi kita. 

Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

(Dalam Kitab Matius 5:44 TB)

“Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;

(Dalam Kitab Lukas 6:27 TB)

Injilnya adalah Roh Kudus memampukan kita, dengan membawa pikiran kita selalu merenungkan karya keselamatan Yesus, Yesus selalu mengasihi kita dan Ia mengasihi dunia ini. Maka ketika kita mengasihi Yesus, kita juga pasti mengasihi jiwa-jiwa yang tanpa Yesus mereka sedang berjalan menuju kebinasaan kekal. 

Kasih kita adalah kasih berdasar Injil, kasih yang selalu memperkenalkan Yesus dan mendoakan orang-orang yang membenci kita untuk bertemu Yesus sehingga mereka diubahkan. 

Allah pembela kita, Dialah satu-satunya Pribadi sempurna yang dapat mengasihi kita. Kita pasti gagal mengasihi diri sendiri, bahkan orang paling baikpun akan gagal mengasihi kita dan dirinya sendiri. Tapi Yesus secara sempurna membela kita dari kutuk dosa, dan mencintai kita apa adanya. Ia mengundang kita untuk membenci dosa-dosa kita.

Kesetian Tuhan selamanya, “Engkau, ya TUHAN, kasihanilah aku dan tegakkanlah aku, maka aku hendak mengadakan pembalasan terhadap mereka.” Kasih-Nya selalu ditegakkan. Ada satu hal yang menarik yang merupakan gambaran hati kita. Seringkali kita ingin membalas orang yang bersalah pada kita. 

Tetapi mari kita balas mereka dengan mendoakan mereka, agar mereka mengenal Yesus, dan hati mereka Yesus robek karena mereka melihat diri mereka sendiri sangatlah berdosa. Lalu Yesus jahit dengan benang kasih anugerah-Nya dan mereka dipulihkan dan mereka diselamatkan. Sungguh Allah kita Pribadi setia selama-Nya. 

Baca Juga : 

Seri Lanjutan : Mazmur 41 :12-14

Kiranya damai Kristus melimpah atas kita. AMIN

Agung Raditia
Agung Raditia Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.