Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Manusia Berdosa, Yesus mengasihi kita, (Kejadian 3:8-9)

Manusia Berdosa Menerima Kasih Sejati Dalam Yesus

Kejatuhan Adam dan Hawa di taman eden, mewakili kita semua di hadapan Allah. ini membuat kita tidak berdaya,  berdosa dan kematian kekal menanti setiap kita. Namun dibalik peristiwa kejatuhan Adam dan Hawa. Tersedia Anugerah Allah disana dimana Allah berinisiatif mendatangi mereka (manusia berdosa) dan memberikan pakaian yang terbuat dari kulit binatang. 
8Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. "9Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" 10Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."  

(Dalam Kitab: Kejadian 3:8-10 TB)
Manusia terus hidup di dalam dosa, dengan kekuatan sendri untuk dikenan Allah. Hal itu tidak akan tidak akan berhasi. Karena setiap usaha manusia ujungnya adalah penyembahan berhala. 
Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Namun, Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, ketika kita masih menjadi pendosa, Kristus mati bagi kita.

(Dalam Kitab: Roma 5:8 TB)
Inilah kabar baik Injil  itu, bahwa Yesus Kristus telah mati karna dosa-dosa kita.
 
1Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. 2Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. 3Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, 4bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci.

(Dalam Kitab: 1 Korintus 15:1-4 TB)

Yesus Kristus telah membenarkan kita semua dihadapan Allah Ia yang benar menjadi tidak benar karena dosa-dosa kita, Dia yang kudu suci menjadi keji agar kita dibenarkan dihadapan Allah. 
4Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya  yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, 5telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita--oleh kasih karunia kamu diselamatkan  6dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, 7supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.

(Dalam Kitab: Efesus 2:4-7 TB)
Kematian Kristus tidak hanya menyelamatkan kita dari kutuk dosa tetapi juga mengubah, membaharui, memerdekakan kita dari hari-kehari. Untuk itu Kristus harusnya Menjadi pusat hidup kita. 

Kehendak, cita-cita, dan harapan-harapan hidup kita ke depan harusnya disesuaikan atau diselaraskan dengan Kristus, Injil yang hidup di dalam kita. Hidup kita bukanlah milik kita lagi tetapi milik Kristus karna  Ia di dalam kita.  “Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.”

Jika Injil di dalam kita, maka Injil  itu mampu mengubah mindset berpikir kita agar tidak terjebak pada legalisme (Melakukan hukum agar dikasihi) dan antinomiansime (tidak melakukan hukum tetap dikasihi). Injil, saya  diterima karna itu dengan sukacita saya mau taat karena saya yakin dan percaya kasih Allah tidak pernah setengah-setengah seperti yang dikatakan ular di eden.

Injil  merupakan kekuatan Allah yang menyelamatkan semua orang, Injil adalah Kekuatan yang akan  mengubah kehidupan kita dan orang lain. “Walaupun dahulu kamu mati dalam pelanggaran-pelanggaranmu dan dalam kedaginganmu yang tidak bersunat, Allah membuatmu hidup bersama-sama dengan Dia sesudah Ia mengampuni semua pelanggaran kita. Kamu dahulu mati kerana melakukan dosa dan kerana tidak bersunat secara lahiriah.

Injil yang hidup di dalam kita menjadikan kita sebagai murid Kristus dan memampukan kita untuk menceritakan atau bersaksi tentang Injil itu sendiri Kepada orang lain.”

Kata Yesus kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu ." Saya berdoa kiranya anda yang membaca artikel ini, mulai lagi memikirkan esensi iman Kristen sejati, yang berpusat pada Kristus. Anda memulai melihat dan membaca dan merenungkan Alkitab sebagai Injil kabar baik, Firman Allah adalah Yesus Allah itu sendiri. 

Bukan lagi berpusat pada diri sendiri tetapi menikmati Allah sehingga Anda dimampukan untuk selalu memuliakan Dia mengabarkan Injil kepada orang terdekat. AMIN
 
 

Agung Raditia
Agung Raditia Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.