Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berkat Kristen Jaminan Bagian Orang Percaya Yesus (Efesus 1:11-14)

Berkat Kristen Surat Paulus Kepada Jemaat di Efesus

Berbicara tentang berkat, kita sebagai orang Kristen hanya terjebak pada hal-hal fana, untuk memenuhkan kebutuhan hidup. Mempunyai pekerjaan, mempunyai rumah, bagi yang masih muda mempunyai pacar, bagi yang sudah menikah mempunyai anak, anak harus sukses, dan mempunyai cucu. Dan lain-lain. 

Begitu banyak berkat yang kita inginkan. Pada dasarnya semua itu hanya mengeringkan jiwa, jiwa yang berteriak karena mencari kepuasan sejati.

Kehidupan yang berkecukupan, dan kehidupan yang baik-baik saja. Inilah ajaran yang gereja ajarkan dewasa ini. Berdoa hanya berpusat pada bagaimana diri ini mendapatkan yang terbaik dari Tuhan dan saya memberikan yang terbaik kepada Tuhan sehingga saya mendapat berlipat ganda. Saya harus melakukan yang terbaik.

Berkat yang adalah mujizat, hidup bersukacita, sukacita karena kata-kata motivasi oleh diri sendiri, dan berkat-berkat yang tercurah. 

Standar berkat orang Kristen adalah kehidupan yang nyaman, kehidupan yang hidup bagi diri sendiri tanpa mengusik kehidupan orang lain. Inilah gembaran ajaran tentang berkat dewasa ini.

Apakah ini berkat yang Yesus ajarkan? Apakah ini standar berkat Kristen? Jika hidup nyaman bersukacita maka diberkati, bila sebaliknya tidak diberkati.

Standar berkat, yang diajarkan jika memberi lebih banyak, agar diberkati lebih lagi. Kehidupan yang hanya memperjuangkan berkat (hal-hal fana) sekarang ada dan nanti tidak ada. Sekarang memberi sukacita dan beberapa jam kemudian membosankan. Inikah berkat Kristen yang Anda harapkan?

  • Berkat akar yang menghasilkan buah

Pada artikel kali ini kita akan belajar dan merenungkan berkat terbesar, dan berkat itu adalah berkat khusus. Berkat yang sudah Ia tentukan bagi kita semua sebelum dunia dijadikan. 

Berkat yang bukan mujizat, bukan sukacita, dan bukan kehidupan yang nyaman. Tetapi berkat yang membuahkan mujizat, membuahkan sukacita, dan kehidupan yang nyaman terlepas dari kondisi dunia yang tidak menentu. Berkat yang membawa jiwa-jiwa pada kemuliaan Allah. 

Artinya berkat yang adalah akar, dan membuahkan berkat-berkat lain tetapi berkat lain itu bukanlah yang utama. Yang utama adalah berkat akar. Dan dari akar ini kita dapat menghasilkan berkat yang lebih lagi memberi sukacita, berkat itu bukan benda mati dan kemewahan. Tetapi berkat terbesar itu adalah jiwa manusia yang diselamatkan yang membuat sorga bergetar karena sorak-sorai malaikat. Ketika ada jiwa baru yang kita memangkan. Terpujilah TUHAN.

  • Kita tetap belajar pada kitab yang sama yaitu kitab Efesus

Baca Juga:

Kali ini kita belajar bagian akhir pada perikop pertama dalam Efesus 1, pada bagian ini Paulus melanjutkan pengajarannya kepada jemaat di Efesus sebagai hasil pergumulannya dalam doa, lihat pasal 2! 

Paulus pada saat ia menulis surat Efsus ia berada di Roma sekitar tahun 62 Masehi. Surat ini saya definisikan sebagai surat Injil. Untuk dapat mengetahui lebih dalam introduksi surat Efesus: 

Surat yang menjelaskan kepada kita bahwa kita mempunyai Allah yang berinisiatif, karena Allah tahu pasti. Kita manusia tidak akan dapat menemukan-Nya. Sedangkan kita tanpa Allah sudah dipastikan akan binasa. 

Kota Efesus ada pusat penyembahan dewi artemis, dimana para tukan disana dan mesyarakat disana sangat mengutamakan harta dunia yaitu kehidupan yang mewah. Dari hasil penjualan patung artemislah mereka mendapatkan banyak keuntungan.

Kita diciptakan dalam Dia dan untuk Dia, bukan untuk diri kita sendiri. Kita tentunya tidak asing dengan kata “manusia adalah mahluk sosial,” hal ini sangatlah benar, kita tidak akan mampu hidup dengan diri sendiri. 

Orang yang hidup bagi dirinya sendiri sudah dapat dipastikan akan memiliki hati yang terluka, pikiran yang kacau, dan jiwa yang selalu berteriak kesakitan. Hanya saja ia begitu pandai menyembuyikan hal itu.

Maka kita di dalam lubuk hati, yang paling dalam sangat merindukan relasi yang dapat membuat kita tidak bosan, kita merindukan persekutuan yang berarti dan memuaskan. Persekutuan yang menyegarkan jiwa. Persekutuan yang untuk itu kita diciptakan.

Persekutuan itu hanya kita dapatkan ketika kita benar-benar mempercayakan hidup kita kepada Kristus untuk Ia kasihi. Dan kita sadar kasih Yesus bukanlah kasih yang menuntut melainkan kasih yang melindungi. Sehingga kita dengan penuh sukacita mengasihi Yesus. Inilah berkat Kristen.

11Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan--kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya-- 12supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya. 13Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. 14Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya. 

(Dalam Kitab: Efesus 1:11-14 TB)

  • Bagian yang dijanjikan Allah

Oleh karena kasih Allah begitu besar, ia mengaruniakan Yesus menjadi penebus kita. Sadarilah bahwa diri kita sangat berharga di mata Allah. Bukan hanya Anda dan saya tetapi semua jiwa-jiwa yang ada di luar sana. Ia mengaruniakan berkat umun bagi kita semua, berkat yang dapat kita semua nikmati. Tidak perduli orang jahat atau baik.

Jika bukan tentang kesuksesan standar dunia, segala harta fana, bukan segala jenis jabatan dan kehormanatan. Ada harta yang adalah warisan kita dan Dia adalah Pribadi bukan benda fana, Dia adalah Roh kebenaran, yang menuntun kita menuju kehidupan yang lebih lagi dan lebih lagi untuk menikmati persekutuan dengan Allah Tritunggal.

Sebelum Yesus disalibkan Ia menjanjikan bahwa ada seorang penolong yang lain, Dia yang akan menginsapkan para murid dan kita hari ini dari segala dosa, Dia yang akan memberikan penghiburan kepada kita, di tengah tekanan dunia akibat dosa. 

Dialah Pribadi setia yang melairbarukan kita dalam Yesus. Sehinga barang siapa yang ada dalam Yesus dia adalah ciptaan baru yang lama sudah berlalu sesungguhnya yang baru sudah datang.

Kehidupan kita bukan kita lagi melainkan Kristus yang hidup dalam kita, hidup yang terus menikmati persekutuan, dengan hati yang berkobar, dengan hati bersukacita, memperkenalkan Injil kepada orang terdekat kita, mengundang mereka kepada Pribadi mulia yang selalu rindu intim dengan manusia. 

Di mana hartamu berada disitu harimu berada. Ketika kita menyadari Roh Kudus adalah berkat terbesar yang telah yang Yesus janjikan itu, maka kita tahu bahwa Roh Kuduslah harta berharga kita, harta yang tidak akan dapat direbut oleh siapapun, “Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.”

  • Firman kebenaran Injil keselamatan

Pikiran Kristen selalu saja digiring hanya untuk mengucap syukur pada Allah atas segala berkat jasmani yang sebentar ada dan sebentar lenyap, yang dimana orang-orang tanpa Tuhan pun menikmati hal itu bahkan mereka berjuang keras untuk mendapatkannya. 

Kita harusnya bersyukur pada keindahan Kristen. Keindahan itu adalah Allah kita yang kudus, mulia, penguasa langit dan bumi, mempuyai kerinduan untuk mempuyai relasi yang dekat dengan kita. Ia bahkan menguduskan kita agar kita layak untuk menikmati Dia. 

Pandangla pada karya salib, pandanglah pada Yesus, dan ingatlah pada kemenangan Yesus atas maut. Kemenangan itu menjadi milik kita juga, ketika Roh Kudus dimetraikan, Ia menjadi jaminan bagian kita sampai kita kembali kepada Bapa. Segala kemuliaan bagi Allah.

Dalam Yesus kita telah menerima Firman kebenaran, dalam Yesus Roh Kudus dimetraikan dalam kita. Jadi harta berharga, berkat terbesar itu adalah milik kita, yang menjadikan kita milik-Nya. Kata Yesus Sang Firman kebenaran, “setiap orang yang Bapa berikan kepada-Ku tidak ada yang dapat merebutnya dari tangan-Ku” Yesus melalui Roh Kudus melindungi kita dari perbudakan dosa, terus menuntun kita dalam upaya mematikan sisa-sisa dosa dalam diri kita.

Ketika kita jatuh dalam dosa, kita merasa jauh dan tidak mampu merasakan hadirat Allah. Kita ingin bertobat tetapi tidak mampu karena kita lemah. Tetapi puji Tuhan berkat mulia itu Allah Roh Kudus memampukan kita, meyakinkan kita, begitu besar kasih Allah pada kita. Sehingga jika kita mengaku dosa-dosa kita maka Ia adalah setia dan adil mengumpuni kita adan menyucikan kita dari segala kesalahan kita. Waw, sungguh luar biasa.

Firman kebenaran Sang penebus dosa, dinyatakan kepada kita, bahwa kita bukan lagi budak dosa, kita adalah hamba Allah. Dan ketika kita meyadari kita berdosa dan bukan lagi budak dosa, telah dibenarkan dalam Yesus. 

Kita akan mempuyai hati yang semakin merendah, dan mau untuk berserah, artinya kita mengakui bahwa hidup kita milik Allah. Oleh Dia untuk Dia. Bukan dari Dia untuk aku.

Injil keselamatan adalah inisiatif Allah Tritunggal yang dinyatakan dalam Yesus. Mengabarkan Allah Bapa, dan ditenguhkan dalam Allah Roh Kudus. Inilah berkat Kristen, berkat terbesar, yang seharusnya setiap hari kita nikmati.

Jika saja hati kita mau betobat dan memandang pada Yesus karya keselamatan yang menjadikan kita anak-anak Allah. “Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.”

Saya berdoa kiranya Artikel ini menyadarkan dan membuat Anda merenungkan ulang apakah yang Anda rindukan selama ini adalah berkat sejati atau hanya berkat bonus yang sebentar ada sebentar lenyap. 

Saya berdoa kiranya ketika Anda mengasihi Yesus bukan karena hal-hal yang dapat Ia berikan tetapi Anda mengasihi Yesus sebagai suatu ujud kesadarn bahwa Anda milik Yesus, dan kalaupu tidak mendapatkan berkat bonus tidaklah menjadi persoalan. Karena yang Anda nikmati adalah pribadi Yesus, dan pergumulan Anda adalah pergumulan mematikan sisa-sisa dosa dalam diri. Segala pujian hanya bagi Allah Tritunggal. AMIN


Agung Raditia
Agung Raditia Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.