Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BAGIAN 1, Hidupkanlah Aku Sesuai Firman-Mu dan Karuniakan Taurat-Mu (Mazmur 119:25-31)


Hidupkanlah Aku Sesuai Firman-Mu dan Karuniakan Taurat-Mu

Hidupkanlah Aku Sesuai Firman-Mu

Ucapan yang sangat indah, “berbahagialah kita yang melakukan firman setiap hari,” ucapan ini biasanya diucapkan oleh seorang pengkotbah yang baru saja menyelesaikan pembacaan ayat Alkitab. Sebelum ia menyampaikan penemuan-penemuannya. Berbahagia, bukankah kata-kata ini, dalam budaya kita saat ini sangat diinginkan terjadi dalam kehidupan kita. Tidak jarang untuk bisa bahagia ada harga yang sangat mahal untuk mencapainya. 

Wahana liburan, tempat-tempat wisata, barang-barang mewah, alat-alat canggih setiap waktu diperbaharui, dan berbagai hal yang keren dan baik di mata dunia ini. Mempuyai satu tujuan yaitu agar manusia dapat mencapai suatu kebahagiaan. Bahkan perang yang menyisakan reruntuhan dan banyak nyawa yang direnggut mempunyai tujuan yaitu untuk mencapai kedamaian dan pada akhirnya bahagia.
System dunia ini sadar atau tidak, selalu menggiring kita untuk mencapai suatu kebahagiaan. Jika Anda melakukan ini, maka Anda bahagianya begini. Jika Anda mengumpulkan banyak berang mewah, maka Anda sangat berharga. Keberhargaan diri pada akhirnya bertujuan untuk mencapai bahagia. Jika kita gagal memenuhi standar dunia, maka kita akan dipandang sebagai orang yang gagal dan tidak bahagia. 


Apakah benar semua itu memberikan kepuasan pada jiwa kita dan kebahagiaan sejati?


Kekristen jika tidak memandang pada Injil dan tidak secara tekun mempelajari Alkitab, dan hanya mendengar kotbah-kotbah tidak berkualitas di atas mimbar. Kotbah yang berpusat pada mengalegorikan ayat Alkitab tanpa melihat teks dan konteks. Menyampaikan bahwa Allah adalah pribadi yang selalu memberikan segala jenis harta dunia untuk kita nikmati dan pada akhirnya kita dapat dikatakan bahagia di mata dunia karena berkat Tuhan. 

Diajak terus bersabar lebih banyak berdoa dan terus bertekun untuk berkat-berkat yang akan dicurahkan. Memberi lebih banyak akan diberi lebih banyak. Tingkap-tingkap langit dibukakan, berpuasa agar mendapat berkat, mendapat jodoh. Tanpa Anda sadari Anda sedang menjadikan diri sendiri sebagai tuhan dan Tuhan dijadikan jongos Anda. 
Maka bertobatlah wahai orang Kristen!

Sungguh ajaran-ajaran yang meremahkan dosa, dan bukan menyampaikan bahwa betapa berbahayanya dosa-dosa dalam diri kita dan Yesus sudah menebus kita bukan untuk kita menikmati dunia, tapi berperang melawan dunia untuk mematikan keinginan daging dan dengan kuasa Roh hati dikobarkan untuk memberitakan Injil. Ini adalah ajaran oleh serigala bergaya domba. Mereka sedang membawa Anda pada kedukaan-keduaan dan frustasi lalu menyalahkan TUHAN. Sungguh dalamnya dosa-dasa kita.

Lalu untuk apa kita yang sudah diselamatkan berdoa dan beribadah dan tekun memperlajari Alkitab? Baik mari kita masuk ke poin.
25Jiwaku melekat kepada debu, hidupkanlah aku sesuai dengan firman-Mu. 26Jalan-jalan hidupku telah aku ceritakan dan Engkau menjawab aku--ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku. 27Buatlah aku mengerti petunjuk titah-titah-Mu, supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib. 28Jiwaku menangis karena duka hati, teguhkanlah aku sesuai dengan firman-Mu.
 
(Dalam Kitab: Mazmur 119:25-28 TB)

Dosa adalah pemberontakan kepada Allah masalah utama manusia

Permasalah terbesar kita adalah dosa yang membawa kita selalu ingin menjadi sama seperti dunia entah itu berlaku baik dan berlaku jahat.

Jadi segala sesuatu yang kita lakukan, berdoa, beribadah, dan mempelajari Alkitab adalah usaha oleh anugerah Allah untuk mematikan kauasa daging atau mematikan dosa-dosa kita, kita mudah lupa, kita mudah meninggalkan Allah. Kuasa daging adalah dimana diri kita melakukan hal baik untuk memperoleh keselamatan sehingga kita berpikir karena kitalah kita pantas selamat, menikmati dunia. Dan perbuatan jahat kita, Anda sudah tahu jenis-jenis perbuatan jahat, maka silahkan renungkan.

Pemazmur kembali mengingatkan kita, bahwa kita pada dasarnya debu, diciptakan Tuhan jadi kebahagiaan Kristen bukanlah berkat TUHAN itu hanya bonus, kebahagiaan kita haruslah pada apa adanya diri Tuhan, bukan apa yang ia berikan. 

Ketika kita hanya hidup berpusat Kristus maka bukan hal yang aneh jika kita akan selalu rindu mempelajari Alkitab dan selalu rindu bersekutu intim dalam Tuhan. Dalam persekutaun itu kita akan selalu diingatkan bahwa kita adalah manusia berdosa.

Petunjuk-petunjuk Tuhan, ialah perbuatan ajaib, apa perbuatan ajaib Allah. Apakah berkat-berkat, mujizat, dan hidup tanpa masalah? Kita terlalu dungu jika hanya berpikir keajaiban Tuhan hanya berkat-berkat fana.

Perbuatan ajaib-Nya adalah karya Salib. Ia menebus kita dari kutuk dosa, dosa sangatlah berbahaya karena membuat kita terpisah dari Allah arti keterpisahan itu adalah kehidupan yang hanya mendapatkan kebahagiaan palsu, fana, dan mudah lenyap.

Mintalah pada Allah, “Buatlah aku mengerti petunjuk titah-titah-Mu, supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib.” Kita mengerti karya keselamatan, titah-tiah Tuhan. Karena jika bukan kebenaran Injil itu yang kita minta dan kita renungkan siang dan malam kita akan merasakan, “Jiwaku menangis karena duka hati,” jiwa kita kosong, berduka, sedih, dan selalu sekarat. Maka bertobatlah pandanglah hanya pada Yesus Sang penebus dosa.

Baca Juga :

Roh Kudus kiranya, “teguhkanlah aku sesuai dengan firman-Mu.” Meneguhkan kita. Damai sejahtra kiranya melimpah atas diri kita. Kita semakin haus pada air susu yang murni, yaitu firman yang hidup melalui firman tertulis kita mengenal firman hidup Yesus Kristus juruselamat kita. Pembebas kita dari perbudakan dosa. Dan kebinasaan kekal sehingga kita selalu barhagia bersukacita hidup dalam pengharapan. Meskipun masalah tetap ada. AMIN 



Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk " BAGIAN 1, Hidupkanlah Aku Sesuai Firman-Mu dan Karuniakan Taurat-Mu (Mazmur 119:25-31)"