Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Mazmur 5:12-13 | Semua yang berlindung pada TUHAN pasti bersukacita

Mazmur 5:12-13 | Semua yang berlindung pada TUHAN pasti bersukacita 

Ketika perlindungan yang benar hanya manusia temui dari Tuhan.

Sebelum kita masuk pada ayat-ayat Mazmur. Saya ingin berbagi tulisan dari buku yang saya baca dan ini nasehat yang sangat menguatkan. Selain berpusat pada Injil nasehat ini juga, kehidupan praktis Kekristenan sejati.

Untuk mempertahankan dan mengembangkan hidup berserah kepada Allah, butuh rencana hidup yang menyeluruh, mencakup berbagai praktik khusus yang menjaga batin seseorang. Praktik-praktik tersebut adalah disiplin-disiplin yang umum bagi kehidupan rohani.

Ini butuh waktu, orang-orang yang memutuskan untuk mengasihi Allah dengan sepenuh hati, jiwa, pikiran dan kekuatan adalah mempraktikannya secara teratur sehingga itu bisa dilakukan. Pelajaran, pengalaman, dan bimbingan dari Roh Kudus. Ini semua bisa dilakukan, dan ketika dilakukan, hidup akan menjadi lebih mudah, indah dan kuat.

Misi dan pelayanan tidak lagi menjadi beban, meski cukup menantang dan sulit. Apalagi kuk dan beban dari Allah itu bisa ditanggung dan ada ketenangan dalam jiwa. “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan. " Matius 11:29-30.

 

Dallas Willard

The Great Omission

Mazmur 5:10-11
10Sebab perkataan mereka tidak ada yang jujur, batin mereka penuh kebusukan, kerongkongan mereka seperti kubur  ternganga, lidah mereka merayu-rayu.  11Biarlah mereka menanggung kesalahan mereka, ya Allah, biarlah mereka jatuh karena rancangannya sendiri; buanglah mereka  karena banyaknya pelanggaran mereka, sebab mereka memberontak terhadap Engkau. 
Selama beberapa minggu ini saya membaca dan merenungkan kitab Mazmur dari kacamata Injil. Saya mendapatkan dua poin penting dari setiap pasal yang saya renungkan dan ayat demi ayat. Pertama, Mazmur menyatakan dua jenis sifat manusia dan sifat alami kita manusia adalah fasik sifat kedua adalah sifat manusia yang cinta Allah. Daud menggambarkan sifat itu sangat indah. Dan manusia sejati yang sangat mencintai Allah adalah Tunas Daud yang digenapi dalam Yesus.

Pelajaran penting yang ke dua adalah ada dua hal permohonan kita kepada Allah. Yaitu permohonan yang tidak mendesak, permohonan ini adalah kita, doa-doa alami kita yang dangkal. Dan permohonan yang mendesak yang Mazmur ajarkan adalah permohonan yang dalam, dapat Anda pelajari dari doa-doa yang Yesus ajarkan. Dan juga bila Anda ingin mengetahui seperti apa itu permohonan yang mendesak silahkan baca Mazmur 119 dan tentunya juga pasal-pasal lain dalam Mazmur.

Mari kita renungkan Mazmur 5:10-11, suatu pernyataan Daud bahwa orang fasik tidak pernah jujur, kerongkongan seperti kubur yang menganga. Artinya tidak ada yang harum dan wangi ataupun indah yang muncul dari dalam diri orang fasik. Bila kita belajar dari kacamata Injil dalam ayat 10-11 menggambarkan semua janis hati umat manusia yang sudah jatuh dalam dosa. Tidak ada satupun yang baik lahir dari hati kita.

Pada masa sekarang bila kita renungkan begitu sering kita tidak jujur pada diri kita sendiri. Kita seringkali berkata, "semuanya baik-baik saja," bahkan kita berkata, "kita adalah orang baik." Dan kita mampu melakukan berbagai jenis kebaikan. Tetapi setiap kebaikan yang kita lalakukan kepada orang lain selalu saja melahirkan panas hati. Entah itu dihiyanati, tidak menerima keadilan, dan berbagai kekecewaan.

Benar dikatakan pada mazmur sebelas, “biarlah mereka jatuh pada rancangan mereka sendiri.”  Mari perhatikan rancangan dalam hati Anda, saat Anda melakukan kebaikan. Apakah itu berpusat pada diri Anda? Apakah Anda bermaksud untuk dihormati? Apakah Anda bermaksud menguasai orang yang Anda layani? Bila Anda anak muda yang sedang menyukai lawan jenis. Akan begitu gampang jatuh dalam kefasikan ini, ketidakjujuran.

Mungkin Anda sekarang berpikir, ada begitu banyak orang jahat di luar sana dari pada Anda. Mengapa saya menempatkan Anda yang menjadi orang fasik. Ada yang lebih fasik. Bukan hanya Anda tetapi kita, ya kitalah orang fasik itu. Kita yang adalah orang Kristen dari lahir. Kitalah yang Kitab Mazmur sedang bicarakan dalam setiap ayatnya yang menunjukan sifat fasik manusia. 

Begini, Anda selama ini terlalu banyak mendapatkan metode untuk hidup sukses dan lebih baik lagi agar Anda dapat berkenan kepada Allah, sehingga Anda diberkati berlipatganda dan semua jenis kesalahan yang Alkitab tunjukan tidak secara langsung disampaikan bahwa itu adalah Anda. Entah pengkotbahnya takut saya tidak tahu. Sehingga pengkotbah hanya berkata banyak orang di luar sana jahat, fasik, berdosa, dan semua jenis kesalahan dosa semuanya di luar seolah-olah orang dalam Gereja bukan orang berdosa. 

Saya ingin tegaskan ini agar Anda sadar. Anda dan saya selamanya orang busuk dan berdosa kita orang fasik yang sadang duduk di Gereja bahkan sang pengkotbah yang Anda dengarkan itu adalah manusia dengan berjuta kebusukan dalam hatinya. Selamanya dan identitas itu tidak akan pernah hilang sampai kita mati. 

Tidak ada yang salah dengan ajaran yang terlihat baik itu. Tetapi ajaran seperti itu tidak sepenuhnya banar. Ajaran dari Alkitab bila tidak menyatakan betapa Anda dan Saya adalah orang fasik, pembohong, batin penuh kebusukan, dan kerongkongan seperti kubur yang menganga. Anda akan selamanya, tidak mendapatkan sukacita dan kenikmatan kemuliaan Allah. Dan Injil pengorbanan Yesus di kayu salib tidak akan masuk akal. Karena Anda akan selalu terpikir bahwa cukup dengan cara Anda melakukan metode-metode yang pengkotbah itu katakan maka Anda akan baik-baik saja.

“Baik-baik saja,” ya Anda berkata demikian padahal akan selalu ada kekeringan dalam hati ketika manusia berusaha penuh untuk mendapatkan sukacita sejati atau keselamatan. Saya jamin Anda akan frustasi.

Saat kita merasa kita adalah orang baik maka kita tidak sedang menyembah Allah yang benar.

Kita sedang menjadikan kebaikan kita sebagai allah kita dan juruselamat kita. Jadi tidak heran begitu banyak orang Kristen hari-hari ini jatuh dalam rancangannya dan marah terhadap Allah.

Selama kebaikan kita masih perpusat pada diri kita sendiri dan didasari pada untuk menyelamatkan diri kita. Maka yang kita hasilkan adalah hati yang tidak bersukacita karena ketidakpuasan.

Setiap harapan kita tidak akan sama seperti realita yang akan kita dapatkan setelah kita melakukan kebaikan. Karena tidak semua kebaikan kita akan dibalas dengan kebaikan bahkan Allah sekalipun tidak seterusnya akan menyatakan kebaikan-Nya kepada kita dalam arti situasi tanpa masalah. Justru ketika kita memutuskan mencintai dan mengikuti Allah. Kita sedang memasang masalah baru dalam hidup kita.

Tetapi mari kita belajar setiap masalah yang hadir dalam hidup kita ketika kita hidup dalam kasih karnia Allah. Dan kita berharap hanya pada Yesus, memberikan diri kita. Setiap tujuan kita dan kebaikan kita berpusat pada Yesus.
Mazmur 5:12-13
12Tetapi semua orang yang berlindung pada-Mu akan bersukacita, mereka akan bersorak-sorai selama-lamanya, karena Engkau menaungi mereka; dan karena Engkau akan bersukaria orang-orang yang mengasihi nama-Mu. 13Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.
Ada hal-hal penting setelah kita baca ayat 12-13. Saya bagi dalam dua poin penting dan dua poin ini akan membawa kita merenungkan kembali Injil. Injil berarti ada manusia atau kita berdosa, dan ada manusia sejati Yesus tanpa dosa.

Pertama, berlindung pada Tuhan dan yang kedua, akibat dari perlindung pada Tuhan adalah bersukacita. Ketika manusia bersukacita karena sesuatu maka ia akan memuliakan sesuatu itu. Jadi dua poin yang akan kita bahas adalah perlindung pada Tuhan dan memuliakan Tuhan.

Saya tidak akan memberikan metode berlindung pada Tuhan sehingga Anda diberkati lalu memuliakan Allah. Sebab bila Anda menunggu diberkati barulah Anda memuliakan Allah maka hal ini tidak Alkitabiah. 

Begini Kekristenan sejati selalu saja, Anda sudah menerima Karunia Allah. Anda diberkati Allah. Maka Anda dimampukan berlindung pada Allah lalu Anda sadar akan semua keindahan Allah maka Anda memuliakan Allah. Sehingga di hari-hari berikutnya meskipun Anda tidak merasakan berkat Allah Anda tetap bersukacita karena Anda sadar bahwa Anda adalah ayat 10-11 orang fasik yang menerima kasih karunia Allah. 

Inilah sukacita sejati berharap pada Allah dalam Yesus. Karena kesadaran kita bahwa Allah sangat mencintai Anda. Coba Anda bayangkan pemilik seluruh dunia ini mencintai Anda orang lemah yang berdosa. Ini sangat Indah.

Tetapi terkadang membuat saya sedih kekliruan pengajaran Kristen yang fatal yaitu, Anda berharap pada Allah, maka Anda mendapat karunia Allah, Anda mendapat berkat uang dan tahta, dan Anda bersukacita, memuliakan Allah. Sadarlah bila seperti ini dasar Anda bersukacita berharap pada Allah. Maka ini adalah sukacita semu yang lahir dari pengajaran yang miring. 

Maka setiap hal yang Anda lakukan, untuk sukacita. Anda akan merasa tertekan dan tidak mampu sehingga Anda jatuh dan kembali kepada kehidupan berbohong. Berpura-pura bersukacita. Dan segala hal yang seperti ini selalu saja berdasar pada diri sendiri.

Pada ayat 13, “Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.” ayat ini sangat membuat saya bersemangat, berkata pada Anda yang berdosa dan sangat buruk rupa dalam hati. saya juga sama seperti Anda. Tetapi puji Tuhan kita mempuyai Allah yang beranugerah sehingga Ia memberikan berkat terbesar pada kita yaitu Yesus sudah menggantikan kita. Hukuman kita ditimpakan pada Yesus semuanya.

Maka ada undangan untuk kembali pada Injil. Dan percaya bahwa keselamatan hanya ada dalam Yesus. Ketika kita percaya Yesus, maka Roh Kudus melahirbarukan kita. Sehingga kita yang mempuyai identitas manusia berdosa. Dibenarkan di hadapan Allah.

Kita mendapatkan kebenaran Kristus, meskipun kecenderungan kita masih mau berbuat dosa dan suka dosa tetapi Yesus melalui Roh Kudus menginsapkan kita sehingga kita perlahan tapi pasti terus dimampukan untuk menyadari betapa besarnya kasih Allah. Dan kita semakin mencintai Yesus hari demi hari. Bersukacita atas dasar kasih karunia. 

Inilah sukacita sejati, berharap pada Allah, berkat terbesar Yesus yang menebus kita dari kutuk dosa.

Saya berdoa kiranya artikel kali ini menegur Anda untuk sungguh-sungguh berjuang untuk semakin mengenal Yesus, dan mengalami kasih-Nya secara nyata. AMIN

Agung Raditia
Agung Raditia Sangat penting bagi kita, bukan lagi kita yang mendefinisikan diri kita maupun orang lain tetapi Dia Allah sendiri yang sudah menebus kita yang harus mendefinisikan diri kita