Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pencobaan Biasa, menang atas pencobaan

Ragi adalah lambang dosa
1 Korintus 10:13. Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
Ketika kita bertobat dan memulai hidup yang baru untuk mengasihi Yesus. Kehidupan yang lama secara otomatis kita tinggalkan. Maka kita memulai kehidupan yang baru Bersama Yesus. Kita yang dulunya suka berbuat dosa dan menikmati setiap perbuatan dosa itu. Ketika kita menyadari Yesus jauh lebih mulia, Indah, dan memuaskan daripada dosa-dosa kita. Maka kita memutuskan untuk mengikut Yesus dan melakukan apa yang Ia mau dari kehidupan kita. 

Tetapi dosa bukan tentang perbuatan kita tetapi tentang dosa adalah kita. Mengapa? Karena kita memberontak kepada Allah dan kita mempuyai kecenderungan untuk mendefinisikan benar salah berdasarkan logika kita. Hal inilah, kecenderungan inilah pencobaan terberat yang akan membuat kita bergumul seumur hidup untuk dapat mencintai Yesus.

Kita secara alami membenci Allah sejati tetapi Yesus datang memperdamaikan kita pada Allah karena begitu besar kasih-Nya pada kita. Tetapi kita tetap secara alami lebih suka hidup tanpa Allah, karena kita begitu gampang menciptakan allah kita sendiri dan menyembah Allah itu.

Dalam konteks korintus seperti ayat yang kita renungkan. Berhala yang Paulus tuliskan dan nenek moyang Israel sebagai contoh yang memiliki berbagai jenis berhala. seperti percabulan, sukacita kemabukan, mencobai Tuhan, mencintai diri sendiri, dan kesombongan rohani. Semua kecenderungan ini begitu mudah kita lakukan lagi karena apabila kita masih membiarkan semua itu bertahta di hati kita, maka selesailah kita.

Inilah pencobaan yang begitu serius yaitu kecenderungan kita yang berdosa. Tetapi puji Tuhan Allah setia dan Ia tidak akan membiarkan kita dicobai melebihi kekuatan kita. Artinya Dia memampukan kita untuk melewati dan memenangkan perperangan. Meskipun kita kalah dan jatuh bila kita bertobat Ia tetap Allah yang setia mengasihi kita dalam Kristus.

Untuk menang atas pencobaan ini tidak mudah kita perlu latihan dan terus berlatih bahkan sampai kita mati. Yesus yang akan menolong kita, perlu disiplin yang serius berjalan Bersama kasih karunia Allah.
Maka kita harus memandang pada Kristus, Ia lebih Indah dari semua dosa. Kita harus mengerti Yesus tidak pernah berdusta. Maka biarlah Ia bertahta di hati kita. Kiranya kita selalu menyelidiki hati kita, dan terus berjaga-jaga agar tidak jatuh dalam pencobaan. Dan hadir sebagai pemenang. AMIN 

Agung Raditia
Agung Raditia Sangat penting bagi kita, bukan lagi kita yang mendefinisikan diri kita maupun orang lain tetapi Dia Allah sendiri yang sudah menebus kita yang harus mendefinisikan diri kita