Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PELITA TUBUH, (berbahagia mendengar Injil dan memelihara-Nya Lukas 11:28, 36)

Berbahagia Mendengar Injil Dan Memelihara-Nya 

Ketika manusia hidup dalam kebenaran Kristus sebagai Pribadi 

Tetapi Ia berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya."

(Dalam Kitab Lukas 11:28 TB)

Sebelum keluar pernyataan Yesus, tentang betapa bahagianya manusia yang mendengarkan dan taat pada firman Allah. Ada seorang wanita yang berseru, “berbahagialah wanita yang mengandung Engkau.” Sebelum kita masuk pada ayat 28, mari kita renungkan sifat dasar manusia yang tercermin dari wanita yang berseru pada Yesus.

Yesus dikenal sebagai guru orang Yahudi, artinya Yesus mempuyai pendidikan yang tinggi, Yesus sangat berbeda dengan guru-guru yang lain pada saat itu. Ia mengajar di rumah-rumah ibadah Yahudi. Dan yang paling terlihat dari Yesus, membuat semua orang kagum. 

Pastinya mujizat yang telah Yesus lakukan. Hal ini tentunya membuat Yesus sangat berbeda, ditambah dengan setiap perkataan Yesus adalah perkataan yang penuh kuasa. Mampu membuat hati pendengar-Nya berkobar.

Dua poin penting yang mencolok dari Pribadi Yesus yaitu mujizat dan perkataan penuh kuasa. Kedua hal inilah yang melatarbelakangi seruan dari perempuan itu. Bahwa beruntunglah wanita yang telah menjadi ibu Yesus.

Bukankah ini cerminan kita, sekilas tidak ada yang salah dari seruan kagum wanita itu. 

Begitu sering juga kita kagum pada Yesus, dengan pemikiran betapa beruntungnya kita apabila kita mendapatkan sesuatu yang berharga dari Yesus yang melakukan mujizat. 

Betapa seringkali kita kagum hanya pada hal-hal yang Yesus akan buat dan telah buat secara fisik dan itu membuat kita seringkali membandingkan diri kita dengan yang orang lain.

Anda melihat orang lain bisa ini dan itu. Mereka selalu berhasil. Dan mereka terlihat jauh lebih rohani dari diri Anda, sehingga Anda berkata Yesus beruntunglah mereka Engkau berkati. Ya Yesus, dengan kata lain begitu sering kita lebih mementingkan apa yang akan Yesus berikan dan apabila kita mendapatkannya barulah kita merasa beruntung.

Inilah sifat kita, natur kita yang berdosa selalu membawa kita pada hal-hal fana. Kita seringkali ingin sama dengan dunia ini yang kaya dan sukses. Sehingga kita berkata, “Tuhan aku sudah berdoa, aku rajin ke gereja, aku, aku, aku, dan aku sudah melakukan banyak hal untuk-Mu. Mengapa mereka yang terlihat tidak percaya dan orang-orang hidup dengan cara berdosa lebih melimpah kehidupannya dan lebih bahagia.

Maka ada seruan untuk kita bertobat dan kembali kepada Injil yang murni. Yaitu menyangkal diri, memikul salib, dan mengikut Yesus. 

Bila Anda langsung mengikut Yesus tanpa melalui dua proses yang di depan maka Anda akan menjadi Kristen yang selalu tidak beruntung dan berteriak pada Yesus, “beruntunglah mereka yang tidak mengikuti Engkau Yesus.” atau “mereka yang mengikuti Engkau tetapi terus Engkau berkati secara materi harta berharga menurut Anda.”

Inilah Injil, maka Yesus tegas pada ayat 28. Bukan itu yang sebenarnya membuat manusia berbahagia tetapi yang mendengarkan Firman dan melakukan-Nya dialah yang berbahagia. Yesus menegaskan hal ini. Artinya ini begitu penting sebagai dasar iman kita pada Yesus. siapa Firman itu? Itu adalah pribadi Yesus sendiri.

Bila kita mengerti bahwa betapa berharganya Firman yang menjadi manusia itu, maka hal-hal fana di dunia ini bukanlah tujuan kita, kita akan mendapatkan kebahagiaan sejati hanya dalam Yesus. Dia menebus dosa-dosa kita, Dia mau menderita karena kita, Dia ditimpakan murka Allah agar kita berkenan kepada Allah.

Kita yang adalah pendosa, pemberontak, pembenci Allah dan upah dari semua itu adalah keterpisahan dari Sang Pencipta. Dengan kata lain neraka saja yang pantas kita terima. 

Yesus dipandang sebagai, pendosa, pemberontak, pembenci Allah dan upah dari semua itu adalah keterpisahan dari Allah. Dengan kata lain nerakalah yang Yesus terima.Yesus menanggung semua itu untuk kita, bagi kita.

Maka Berbahagialah kita yang memiliki Firman itu, tidak ada kebahagiaan yang lebih indah dari ini semua.

“Berbahagialah orang-orang yang mendengarkan firman Allah dan menaatinya.” Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku d dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya." Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal f kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.

Sudahkah Anda memiliki Anak (Yesus)? Sudahkah Yesus menjadi harta berharga Anda? Sudahkah Anda mengasihi Yesus dan mau melakukan perintah-Nya disertai sukacita sejati dari Allah?
36Jika seluruh tubuhmu terang dan tidak ada bagian yang gelap, maka seluruhnya akan terang, sama seperti apabila pelita menerangi engkau dengan cahayanya."

(Dalam Kitab Lukas 11:36 TB)
Pujian, penyembahan, dan syukur kita seharusnya bukan hanya karena kita sukses dan berhasil dalam pencapaian tertentu, bukan karena masa depan yang penuh harapan meskipun hal itu baik. Tetapi seharusnya karena kita sadar dan tahu dan menikmati saat kita gagal dan terpuruk ada ruang untuk kita bertobat. TUHAN tetap mencintai kita, sehingg cahaya Kristus dalam kita dan seluruh tubuh kita terang bercahaya. Menjadi berkat untuk orang sekitar kita.

Sukacita sejati kita dapatkan hanya ketika kita tidak lagi membandingkan diri dengan orang lain, kita sadar Kristus adalah keindahan sejati yang setiap hari kita nikmati dalam persekutuan yang intim. Yesus adalah tujuan utama umat manusia yang sering manusia itu tidak sadari.

Saya berdoa kiranya Anda semakin mengenal pribadi Yesus, Dialah harta berharga Anda, dan Dialah sukacita sejati sebab kepenuhan Allah ada dalam Dia. AMIN
 



Agung Raditia
Agung Raditia Sangat penting bagi kita, bukan lagi kita yang mendefinisikan diri kita maupun orang lain tetapi Dia Allah sendiri yang sudah menebus kita yang harus mendefinisikan diri kita

Posting Komentar untuk "PELITA TUBUH, (berbahagia mendengar Injil dan memelihara-Nya Lukas 11:28, 36)"

Berlangganan via Email