Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Efesus 5:1-5 Kehidupan Orang Yang Mengasihi Yesus | Bagian 1

Kehidupan Orang Yang Mengasihi Yesus (Efesus 5:1-5)

Kehidupan orang percaya, haruslah seperti Kristus. Dalam tindakan dan kasih, tetapi kita adalah manusia biasa yang sudah berdosa. Bahkan kita adalah definisi dosa itu sendiri. Maka akan sangat mustahil jika kita mau menjadi seperti Yesus. Dalam Efesus 2:1 dikatakan, “kita telah mati karena pelanggaran kita.” Kita mati secara rohani. Tidak ada harapan untuk kita. Hal inilah yang harus kita sadari sebagai orang percaya. Bahwa tidak ada, bahkan sedikitpun dalam diri kita ada bagian yang mampu menyenangkan Allah.

Keselamatan buka karena kita bijak

Kita adalah orang-orang yang selalu saja merasa bijak dalam setiap keputusan kita. Kita selalu mendefinisikan baik buruk berdasarkan apa yang kita pikirkan. Dan semua hal ini merupakan pemberontakan kita kepada Allah. Puji Tuhan Dia mengasihi kita meskipun kita adalah dosa. Maka pada Efesus 2:8-9, kita diselamatkan karena Kasih Karunia. Artinya kita yang dulunya mati kini dibangkitkan bersama Yesus. Yesus yang sudah menanggung segala murka Allah terhadap kita. Darah Yesus merupakan penyembuh kita dari penyakit kita yaitu dosa. 

Maka setelah kita tahu, kita telah hidup dalam kasih Allah. Roh Kudus yang merupakan bagian kita. Selalu menginsapkan kita. Saya ingin katakan hal penting, “jika ada orang Kristen masih belum mau berubah secara hati lalu sikap, meskipun dia mengaku percaya dan merasa sudah diselamatkan. Sudah pasti orang tersebut masih hidup dalam perbudakan dosa, yaitu pikiran yang alami dan berdosa, kehidupan yang selalu ingin menjadi tuhan atas Yesus.” Maka kita akan belajar ciri-ciri orang yang sudah diselamatkan dalam kitab Efesus. Pasal 1-2 berbicara tentang pengajaran bagaimana keselamatan itu adalah pemberian Allah. 

Saya akan bagi menjadi 5 bagian dalam pasal 5, mengenai ciri-ciri orang yang mengasihi Yesus. 

Dalam pasal 5 kita akan belajar, bahwa orang yang menerima hadiah itu akan berubah hidupnya untuk selalu berjuang dan merespon bukan agar selamat tetapi agar Dia semakin mencintai Yesus. Karena orang yang sudah menyadari bahwa Ia telah diselamatkan karena kasih Allah. Maka setiap responnya, perbuatan baiknya adalah oleh Allah untuk Allah, dan ia akan terus belajar semakin cinta Yesus meskipun dalam perjalanan iman ini ia akan sering frustasi karena gagal. Di tengah kegagalan itu ia akan semakin melihat kemuliaan Allah, kasih Allah semakin nyata.

3Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.

(Dalam Kitab: Efesus 5:3)

Begitu gampang bagi kita untuk tidak mengucapkan hal-hal cemar, berpura-pura bermoral. Tapi apakah pikiran kita bisa hidup tanpa memikirkan hal yang tidak cemar? Baik percabulan adalah kecemaran dan semuanya itu berakar pada keserakahan. Kecintaan pada diri sendiri, kepentingan untuk diri semakin puas, semakin bahagia dan semakin berkuasa. Tetapi ini semua merupakan kebohongan nafsu kita. Maka ketika kita percaya pada Yesus kita akan diubahkan dari kecintaan pada diri sendiri untuk berkuasa, menjadi cinta pada Yesus untuk di kuasai oleh Yesus. 

Saya akan menuntun Anda untuk keluar dari jerat keindahan palsu yang sedang membohongi Anda. Pada dasarnya hal-hal itu menawarkan keselamatan pada Anda di dalam pikiran Anda dan saya. Ia akan selalu berbicara pada kita untuk terus hidup dalam pikiran yang jorok dan rusak berlawanan dari diri orang yang seharusnya sudah percaya Yesus. 

Pada bagian akhir 5:3, “sebagaimana sepatutnya kita orang-orang Kudus.” Kita telah Yesus kuduskan sekali seumur hidup. Sehingga kita menjadi Anak Allah. Tetapi ada teguran yang mengingatkan kita untuk menjadikan kekudusan atas diri kita yang adalah perjuangan seumur hidup. Mematikan keinginan daging kita. 

Kehidupan yang tidak semberono

4Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono--karena hal-hal ini tidak pantas--tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur.

(Dalam Kitab: Efesus 5:4)

Ayat di atas nasehat lanjutan dari ayat 3, sudah sangat jelas. Ayat-ayat ini bagian kecil yang menjelaskan ciri-ciri kehidupan yang tidak bpleh dimiliki orang percaya sejati. Tetapi untuk bisa menjadi orang yang tidak demikian tidaklah mudah. Maka perlunya pergumulan seumur hidup. Dan teruslah bertobat saat menyadari betapa cacatnya diri kita dihadapan Allah yang sempurna. a

Bila saya hanya memaksa agar Anda menjadi seperti yang ada pada ayat 3-4, itu tidak baik maka untuk bisa menjadi orang percaya sejati. Semuanya harus dimulai dari hati yang Yesus ubahkan. Karena dari hati akan muncul perkataan dan dari perkataan dan hati itu akan membuahkan Tindakan. Maka saya ingin tegaskan lagi Injili diri Anda setiap saat.

Menginjili diri sendiri setiap saat

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

(Dalam Kitab: Amsal 21:34)

Jagalah hati kita dengan cara meng-Injilinya setiap saat. Injil yang seperti apa. Ada pada ayat 1 dan 2 pasal 5. Paulus mejelaskan. Hanya dengan memandang pada Yesus dan mengingat, menghargai, dan mencintai karya salib. Karya keselamatan oleh Yesus. Dan bertobat, setelah kita menyadari lagi karya itu maka kita akan disegarkan kembali di tengah dunia yang menawarkan keselamatan palsu. Keselamatam yang menggiring kita pada frustasi berkelanjutan tanpa penghiburan. Dan semakin sulit untuk mempercayai Allah. Dan semakin sulit mempercayakan hidup kita pada Yesus.

1Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih 2dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.  

(Dalam Kitab: Efesus 5:1-2)

Jadilah penurut Allah adalah apa yang kita pikirkan dan lakukan harus seperti yang Allah mau. Hiduplah menjadi anak Allah artinya taat pada kasih Allah (Karena begitu sulit sebenarnya kita  taat pada kasih-Nya), setiap hal yang kita lakukan harus berdasarkan pada Yesus. Maka setiap hal baik yang kita lakukan. Setiap respon untuk kudus setiap hari, menjauhi yang cemar dan keserakahan. Karena kita mau taat pada Yesus, terus belajar mencintai Yesus, menghadirkan Yesus sebagai Pribadi yang mulia ditengah-tengah kehidupan kita. Yesuslah tujuan hidup kita. Dia telah menyelamatkan kita dari perbudakan dosa. Masakan kita mau lagi diperbudak oleh dosa.

Kiranya Roh Kudus terus menginsapkan kita, dan kita terus merendahkan diri di hadapan kaki Yesus untuk mengakui dosa-dosa kita. Kiranya kasih karunia Allah semakin nyata atas hidup kita hari lepas hari. AMIN


Agung Raditia
Agung Raditia Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.