Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Hubungan Orang Percaya Dengan TUHAN (Mazmur 119:15-16)


 Hubungan Orang Percaya Dengan TUHAN

Ketika Hukum Allah Adalah Kasih

Ketika kita secara benar mengerti Injil, maka akan semakin kita tidak mengerti, apa itu Injil? Semakin kita melihat diri kita adalah kabar buruk karena kita adalah dosa, maka Injil akan membuat kita tercengang, karena ada pribadi mulia yang mau mengasihi orang berdosa seperti kita. Maka benar dalam 1 Petrus.

2dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, 3jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.

(Dalam Kitab 1 Petrus 2:2 TB)

Semakin hari jiwa kita akan haus air susu murni itu, yaitu Injil. Jika kita benar di hadapan TUHAN, kita akan menjadi manusia yang selalu sadar bahwa diri kita berdosa, begitu gampang kita menjadi orang yang melanggar norma-norma moral manusia bahkan etika. Maka sangat penting bagi kita untuk menginjili diri sendiri setiap hari. 

Menyatakan pada diri kita bahwa begitu berdosanya saya, dan Yesus mengasihi saya, menebus saya, dan memperbaharui saya.

Maka kerinduan akan firman Tuhan akan semakin dalam, dan lebih dalam untuk selalu membaca dan merenungkan Alkitab. Meskipun tidak mengerti, karena cinta kita pada Pribadi Yesus yang sangat mencintai diri. 

Maka kita akan terus berjuang untuk mengerti Firman, Roh Kudus pada saatnya akan mengurapi dan membukakan mata rohani kita untuk mengerti Firman itu, saat sadar betapa besarnya anugerah Tuhan melalui Roh Kudus. Saya mengerti Firman bukan karena kepintaran saya, tapi karena Roh Kudus. Maka segala kemuliaan hanya bagi Allah.

Baca Juga : 

Mazmur 119, pada bacaan kita kali ini, menyatakan kepada kita isi hati seorang yang merindukan perintah Allah. Dia adalah Pemazmur, karena ia sadar tanpa perintah Allah, maka kehidupannya tidak akan berbahagia. Ini bukan sekedar keinginan untuk melakukan hal baik agar terlihat bermoral, ini adalah kerinduan keintiman seorang manusia berdosa dengan Allah yang Kudus. 

Allah, karena Ia beranugerah maka Ia mau bersekutu, Allah yang datang ke dunia untuk memanggil, mengundang manusia berdosa masuk ke dalam persekutuan intim bersama-Nya. Sehingga sukacita jiwa karena dipenuhi oleh kehadiran Allah semakin nyata. Dapat dilihat banyak orang, dan Allah saja dipermuliakan.

15Aku hendak merenungkan titah-titah-Mu dan mengamat-amati jalan-jalan-Mu. 16Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapan-Mu; firman-Mu tidak akan kulupakan.

(Dalam Kitab Mazmur 119:15-16 TB)

Mari kita berdoa, suatu kebutuhan yang mendesak yaitu kebutuhan jiwa kita. Untuk semakin merindukan, mengamati jalan TUHAN. Belajar Alkitab secara serius, membacanya setiap hari. 

Berdoa agar Roh Kudus memampukan kita untuk mengerti isi Alkitab. Ketika kita mengerti apa yang Alkitab katakan, ajarkan, nyatakan, dan memperkenalkan kepenuhan Allah dalam Yesus, kita akan bergemar. 

Hukum Allah bukan lagi kita padang sebagai kekang tetapi sebagai perlindungan Allah, agar kita terlindung dari lumpur dosa, dan perbudakan dosa yang membuat kita menderita. 

Hukum Allah adalah kasih Allah, untuk membuktikan bahwa kita ini berdosa. Dan ketika hukum itu menyadarkan kita berdosa, ada undangan untuk bertobat, Yesus mengasihi kita yang berdosa.

Kiranya damai Allah selalu ada dalam kita. AMIN


Agung Raditia
Agung Raditia Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana.