Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mazmur 119:20-22 | Firman TUHAN Memulihkan Jiwa Yang Hancur

Firman TUHAN Memulihkan Jiwa Kesegaran Jiwa Hanya Kita Dapatkan Dari Air Kehidupan

20Hancur jiwaku karena rindu kepada hukum-hukum-Mu setiap waktu. 21Engkau menghardik orang-orang yang kurang ajar, terkutuklah orang yang menyimpang dari perintah-perintah-Mu. 22Gulingkanlah dari atasku cela dan penghinaan, sebab aku memegang peringatan-peringatan-Mu. 

(Dalam Kitab Mazmur 119:20-22 TB )

Kebahagiaan hanya dalam Firman

Pada bagian kali ini, kembali kita belajar lagi bahwa, kebahagiaan sejati hanya ada dalam firman Tuhan. Firman itu akan memberikan kita rasa cinta yang sangat dalam. Pemazmur menunjukan kepada kita ciri hati yang mengerti dan telah mengecap kasih sejati. 

Kasih itu hanya akan kita dapatkan dari pribadi Allah. Maka sangat penting bagi kita untuk terus mengenal pribadi Allah, melihat dan memandang hanya kepada-Nya. 

Kekosongan dan kekeringan jiwa bahkan frustasi yang terjadi pada orang percaya bukanlah karena kurangnya ibadah, seminar-seminar, melihat pertunjukan indah, mendengar kotbah, dan berbagai kegiatan rohani. Bahkan orang Kristen pada masa kini terlalu banyak menikmati semua saran-sarana yang tersedia yang secara sementara dapat membuat bahagia. 

Jiwa yang sebenarnya rindu hukum Allah

Kita kurang berdiam diri dan mengakui bahwa jiwa kita sebenarnya sedang hancur merindukan hukum-hukum Allah, hukum itu merupakan pemuas jiwa, dan satu-satunya kebutuhan jiwa kita. Hukum itu adalah Allah itu sendiri, hukum itu adalah Yesus yang sudah menebus kita dari dosa-dosa kita. 

Frustasinya diri kita adalah hancurnya jiwa kita karena dosa-dosa dalam diri kita, maka bila kita memandang pada Sang hukum, Ia memulihkan kita, menginsapkan kita, maka harus adanya hati yang mau merendah dan mengakui dosa-dosa tersembunyi dalam hati.

Hal yang terjadi ketika Anda tidak mengindahkan hukum-hukum Allah, “Engkau menghardik orang-orang yang kurang ajar, terkutuklah orang yang menyimpang dari perintah-perintah-Mu,” Anda dihardik karena Anda adalah orang kurang ajar, Anda adalah orang yang menyimpang bahkan dikatakan terkutuk, maka hari ini mari kita kembali kepada Sang hukum, dan merindukan Dia saja sebagai tujuan hidup kita. 

Undangan untuk bertobat dari dosa-dosa paling dalam di hati Anda. Selidiki hati Anda, biarkan Roh Kudus menginsapkan, sehingga hukum-hukum itu Anda nikmati memulihkan jiwa yang hancur dan memberikan sukacita sejati dalam Yesus.

Seperti yang Pemazmur katakan “Gulingkanlah dari atasku cela dan penghinaan, sebab aku memegang peringatan-peringatan-Mu.” Cela dan penghinaan digulingkan dari atas kita, itu semua karena peringatan Allah, itu terjadi bukan karena hebat kita.

Puji TUHAN, Yesus ada dalam kita, cela dan penghinaan kita, Ia sudah menerimanya di dunia ini, Dia bukan hanya menerima cela dan penghinaan dari manusia, ia sudah menjadi dosa karena kita. Supaya kita yang adalah pendosa besar ini diselamatkan. 

Kebesaran kasih Allah pada kita

Karena begitu besar kasih Allah kepada kita sehingga Ia merelakan Yesus Anak Tunggal-Nya mati, menerima cawan murka-Nya. Agar kita orang-orang yang berdosa diperdamaikan, kita yang dulunya seteru Allah kini dapat menikmati persekutuan dengan Allah, inilah hak istimewa kita yang sebenarnya kita tidak mempuyai hak. 

Jiwa yang hancur dipulihkan menjadi jiwa baru yang segar dalam Kristus. Jadi bukan karena kita mampu untuk datang pada Allah, Allah yang datang pada kita, memampukan kita untuk menikmati kekudusan-Nya. 

Inilah hukum-hukum Allah yang memulihkan jiwa kita, yang menyegarkan jiwa kita, dan bila kita sudah menyadari hal ini.

Baca Juga : 

Apakah kita mau meninggalkan keselamatan yang berdasarkan pada diri sendiri dan keselamatan berdasarkan tawaran dunia. Lalu menerima kasih Allah dan berjuang setiap hari mematikan keinginan daging, menginjak-injak kuasa nafsu jahat kita, oleh kuasa Roh Kudus kita dimampukan.

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang barus sudah datang.

(Dalam Kitab 2 Korintus 5:17 TB

Kiranya Allah memampukan, mencurahkan Roh-Nya, dan Anda mau mengosongkan diri Anda untuk menerima Kuasa Roh Kudus. Amin

Agung Raditia
Agung Raditia Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.