Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Lukas 11:9| Doa Yang Dalam Tujuan Kekristenan Sejati

Doa Yang Dalam Tujuan Kekristenan Sejati 

Ketika manusia hanya meminta apa yang ia mau dan kebutuhan bukanlah prioritas Allah.

9Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagi kamu.

(Dalam Kitab Lukas 11:9 TB)

Perkataan Yesus yang sangat menghibur hati. Tetapi hal ini adalah definisi doa yang begitu dalam apabila kita memperhatikan dan merenungkan apa yang menjadi maksud utama Yesus. “Mintalah” maka akan diberikan. Kecenderungan kita sebagai manusia adalah mencintai dan menyukai hal-hal yang indah dalam dunia ini. Mewah menurut ukuran kita.

Maka tidak heran setiap bulan. Akan selalu ada androit keluaran baru yang lebih indah dan canggih. Motor dan mobil keluaran baru, ada juga istilah motor costum motor lama yang sudah berkarat diperbaiki bagian dalam dan luar agar lebih indah dan modis. Dan alam yang memberikan kebahagian tersendiri ketika mata kita melihat pemandangan. 

Rumah yang mewah memberikan warna-warna indah. Semua itu ada dan kita sukai karena kita akan selalu menginginkan keindahan.

Maka tidak jarang dalam doa-doa kita, kita meminta dan memohon pada Allah untuk mendapatkan barang mewah dan indah atau berdoa untuk dapat liburan, melihat alam yang indah. Kita selalu saja memohon apa yang kita mau dan butuhkan. Inilah kecenderungan manusia. 

Apakah hal-hal ini yang Yesus maksud? Carilah, Ketuklah, dan mintalah! Apakah ini kedalaman dari doa? Mari kita lanjutkan.

Dunia ini telah dikutuk, Kejadian 3, sangat jelas setelah Adam dan Hawa jatuh dalam dosa memberontak, tumbuh semak duri. Maka dunia yang baik dan indah ini telah manusia definisikan dan setiap hal yang manusia definisikan pasti mendatangkan malapetaka. Sebab akar dari definisi manusia adalah dusta ular. 

Jadi setiap kecenderungan kita manusia doa-doa alami dari dalam diri kita hal-hal itu adalah dosa karena bukan definisi Allah tetapi definisi kita yang telah iblis tanam dalam hati kita, kecenderungan inilah yang harus kita ubah. Jadi siapa yang ada di dalam Kristus ia adalah ciptaan baru yang lama sudah berlalu sesungguhnya yang baru telah datang. 

Ketika kita percaya pada Yesus dan kita hanya memandang pada Yesus, hidup-Nya dan salib-Nya. Karya keselamatan yang sempurna. Maka kecenderungan serakah kita, kita tinggalkan karena kita tahu keidahan-keindahan dunia ini adalah dusta.

Lalu apa yang manjadi maksud Yesus dalam Lukas? Sebelum saya menjelaskan saya akan memberitahukan janji Yesus.
Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.

(Dalam kitab Matius 6:8 TB)
Konteks Matius ini Yesus menegur bahwa doa yang dalam adalah doa yang tidak bertele-tele seperti orang Farisi. Allah sudah tahu kebutuhanmu.  Lalu untuk apa berdoa? Pertanyaan yang bagus. Kita kembali ke konteks Lukas.
13Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.

(Dalam Kitab Lukas 11:13 TB)
Mengapa harus berdoa? Kita yang adalah ciptaan baru dalam Kristus masih mempuyai kecenderungan lama. Maka hal ini harus diperbaharui dari hari ke hari oleh kasih karunia Yesus dan hal ini jauh lebih penting. Maka doa-doa kita tidak lagi berpusat pada apa yang kita mau tetapi pada keinginan Bapa. 

Kita harus sadar bahwa maksud dari Yesus, “minta, cari, dan ketok.” Adalah segala sesuatu yang berpusat pada rencana Allah, Allah memberikan Roh Kudus.
Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

(Dalam Kitab Yohanes 14:26 TB)
Doa yang dalam, selalu saja berdoa agar Roh Kudus bekerja dalam diri kita untuk kemuliaan Allah, Injil semakin jelas kita mengerti. Mengubahkan watak kita, sehingga orang lain mendengarkan Injil dari kita, dan pada akhirnya mereka percaya diselamatkan melalui doa-doa kita yang dimanifestasikan secara nyata oleh Roh Kudus melalui keseharian kita. 

Roh Kudus yang akan menginsapkan kita dari dosa-dosa kita, menuntun kita untuk melihat hanya kepada keindahan Kristus sehingga hanya Dia saja tujuan kita. Dia yang menjadi dosa menebus kita, Dia dihina agar kita dimuliakan dihadapan Bapa, Dia menanggung hukuman dosa kita supaya kita yang sangat berdosa ini mendapatkan keselamatan. Roh Kudus yang menuntun kita agar kita mengerti Injil sejati. Kini hati kita benar-benar baru dalam Kristus hanya Kristus yang paling Indah.

Kebutuhan kita Allah penuhi tetapi bukan itu tujuan kita menyembah Allah dalam Yesus. karena kita mengasihi Allah, begitu besar kasih Allah Ia mengaruniakan Yesus agar kita disekamatkan.

Doa yang menjadi kebutuhan mendesak umat manusia adalah doa yang meminta tuntunan Roh Kudus agar Injil semakin jelas, Injil yang mempengaruni seluruh tindakan orang Kristen.

“Barang siapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barang  siapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi Dia dan akan menyatakan diri-Ku kepada.”

(Dalam Kitab Yohanes 14:21 TB)

Baca Juga : 

34Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. 35Dengan semikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.

(Dalam Kitab Yohanes 14:34-35 TB)

Saya berdoa kiranya Anda yang membaca Artikel ini, Anda semakin mengerti Injil dan tahu apa yang menjadi Visi Allah dalam hidup Anda. AMIN 
Agung Raditia
Agung Raditia Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.