Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penggenapan penebusan dan ketekunan dalam Kristus (Yohanes 8:31)

Ketika orang percaya yang hidup dalam Kristus tidak bisa tidak pasti tekun

Keselamatan sejati dalam Kekristenan adalah anugerah Allah, pemberian cuma-cuma tanpa ada sedikitpun campur tangan manusia. Kecuali dosa, hanya dosa pemberontakan pada Allah yang manusia berikan pada Allah. Dan upah dari pemberontakan adalah keterpisahan dari Allah selamanya atau dengan kata lain kehidupan kekal di neraka. 
Yohanes 8:31
31Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku 32dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
Yesus menetapkan kriteria dari murid-Nya yang sejati. Yaitu firman yang tinggal di dalam seorang percaya.  Firman itu adalah Yesus sebagai pribadi. Kebenaran yang memerdekakan kita adalah Yesus yang adalah pribadi. Ketika kita gagal melihat Yesus sebagai Pribadi, kita bukanlah murid Yesus tetapi hanya orang-orang yang merasa membutuhkan Yesus.

Ketika kita hanya merasa membutuhkan keselamatan dari Yesus maka dipastikan tidak akan ada ketekunan dalam diri kita untuk mengenal Yesus sebagai pribadi. Anda akan menjadi manusia yang akan terus berusaha dengan kekuatan sendiri lalu menuntut Yesus melakukan lebih dari apa yang Anda pikirkan. Ketekunan Anda hanya sebatas untuk menjadi sukses sesuai standar dunia.
Matius 10:22. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
Ketekunan sejati adalah Kristen sejati yang setiap saat selalu merindukan Yesus agar ia dapat terus belajar dari Yesus untuk semakin serupa Yesus. Keserupaan dengan Yesus akan selalu memunculkan pertentangan dengan budaya dunia ini. Maka ketika standar kita sukes masih sama seperti apa yang dunia tawarkan sebenarnya Anda adalah orang yang membenci Yesus.

Murid sejati yang semakin serupa Yesus akan selalu merendahkan diri. Dan hal ini bukan untuk disukai dunia tetapi kita akan semakin dibenci dunia. Bukan nama kita yang akan kita tonjolkan tetapi Yesus yang adalah sumber kehidupan.  Kreteria murid sejati juga ditulis dalam Ibrani.
Ibrani 3:14. Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang  sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula. 
Pengajaran yang sama juga ada dalam Yohanes 15 tentang pokok anggur dan ranting-rangtingnya.

Jadi pada akhirnya orang percaya sejati adalah orang yang mencintai Yesus karena ia sadar bahwa Yesus sangat mengasihinya. Yesus sudah menebus kehidupan Anda dari pemikiran dan perbuatan yang sia-sia. Sehingga  Anda dari hari ke hari semakin bertekun bukan untuk Anda dipandang lebih rohani, bukan agar Anda lebih dihormati, bukan agar Anda lebih diberkati dan sukses. Tetapi karena Anda sungguh-sungguh sadar betapa Anda adalah orang berdosa yang pantas ke nereka yang telah Yesus selamatkan. Menjadi serupa dengan Kristus secara watak itulah kepuasan sejati Kekristenan.

Sukacita yang memuliakan Allah, Yesus terus dikabarkan, sebab Dialah yang dapat menyelamatkan manusia lainnya yang hari-hari ini diperbudak oleh dosa.

John Murray  “Penggenapan dan Penerapan Penebusan.” Menulis:

 

Janganlah kita dengan nafsu dosa kita berlindung  di balik benteng atau penghiburan kita dengan cara memperkosa pengajaran jaminan keselamatan orang percaya. Tetapi marilah kita menghargai pengajaran ketekunan orang kudus dalam Kristus dengan menyadari kita bisa menikmati iman tentang jaminan kita di dalam Kristus hanya jika kita bertekun dalam iman dan ketekunan dalam iman sampai pada akhirnya.

 

Hanyalah tujuan akan kebangkitan hidup dalam Kristus dan kemuliaan yang Paulus pikirkan ketika dia menuliskan , “saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu penggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus” (Filipi 3:13-14).

 

Pengajaran ketekunan orang kudus dalam Kristus dengan keras mengingatkan kita bahwa hanyalah orang-orang yang bertekun hingga akhir yang benar-benar orang kudus. Kita tidak dapat meraih hadiah panggilan sorgawi dari Allah di dalam Yesus secara otomatis.

 

Ketekunan berarti pengikatan pribadi kita dengan pengabdian yang paling sungguh-sungguh dan mendalam ke dalam sarana-sarana yang ditetapkan Allah demi pencapaian maksud penyelamatan-Nya.

 

Orang percaya tidak dapat terus menerus berkubang dalam dosa; namun benar juga bahwa orang percaya tidak mampu menyerahkan dirinya ke bawah dosa; ia tidak bisa lagi dikuasai dosa; ia tidak dapat membuat kesalahan jenis ketidaksetian tertentu.


Samasekali salah jika mengatakan seorang percaya dijamin keselamatannya tanpa mempedulikan begaimana ia berdosa dan tidak setia. Mengatakan bahwa orang percaya terjamin keselamatannya. Tetapi ia tetap hidup dalam dosa, berarti hal itu sedang mengabstrakkan pengertian iman kepada Yesus yang mendasar, memberi peluang terjadinya perusakan iman dan menumbulkan cemooh bagi anugerah Allah.


Catatan: jatuh dalam dosa dan hidup dalam dosa mempuyai pengertian yang berbeda.

Jatuh berarti ia adalah orang percaya yang jijik terhadap dosa. Dan tidak suka berdosa karena ia tahu saat ia berdosa ia sedang menyakiti hati Yesus yang sangat mencintainya. Maka akan selalu ada pertobatan sejati yang tulus dan jujur dari orang percaya jenis ini. Ia akan selalu belajar hidup taat pada Ketuhanan Yesus dan ia yakin Yesus memampukan ia untuk tetap taat.

Hidup dalam dosa, ia akan bertobat karena ia merasa ada akibat yang menyakitkan dari dosa tetapi tetap suka dosa. Ia meminta Yesus hanya untuk membuat ia hidup tenang. Orang yang hidup dalam dosa tidak menyesali dosa. Mereka hanya menyesali akibat dosa. 

Sehingga mereka akan berbohong dan menyembuyikan dosa-dosanya dan menikmati dosa secara utuh. Apabila tidak berdosa mereka akan merasa tidak nyaman. Sebab mereka adalah budak dosa. Mereka membenci kehadiran Yesus tetapi berharap pada Yesus agar menolongnya untuk terus berdosa.

Tulisan ini terinspirasi dari buku John Murray berjudul, "Penggenapan & Penerapan pebebusan." bagian dua, Bab 8 "Ketekunan."

Saya berdoa kiranya Anda yang membaca artikel ini. Anda semakin bertekun untuk mengenal, menikmati dan mencintai Yesus, sehingga Anda yang adalah pecinta dosa menjadi jijik terhadap dosa dan meminta Yesus untuk selalu membebaskan Anda dari perbudakan kuasa dosa. Dan Anda semakin bertekun berjuang untuk sukacita dalam Kristus demi memuliakan Allah. AMIN


Agung Raditia
Agung Raditia Sangat penting bagi kita, bukan lagi kita yang mendefinisikan diri kita maupun orang lain tetapi Dia Allah sendiri yang sudah menebus kita yang harus mendefinisikan diri kita

Posting Komentar untuk "Penggenapan penebusan dan ketekunan dalam Kristus (Yohanes 8:31)"

Berlangganan via Email