Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mazmur 2:11-12 | Bertindak bijaksana sehingga beribadah kepada Tuhan dengan takut

Bertindak Bijaksana Sehingga Beribadah Kepada Tuhan 

Menikmati Allah

Ketika diselamatkan, tujuan utama manusia menikmati Allah itulah kebijaksanaan sejati. Pada Mamur 2, Daud memulai dengan ciri manusia yaitu penguasa dirinya sendiri, raja atas dirinya sendiri, “mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapan suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? Raja-raja dunia bersiap-siap dan pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya:” Kita semua, Anda dan saya adalah dan sangat suka menjadi raja atas diri sendiri.
 
Kebebasan penuh. Kita suka melakukan segala sesuatu tanpa dikekang dan kitalah bos atas diri kita.
Kita semua sudah berdosa terhadap Allah, melenceng dari apa yang baik menurut Allah. Kita melakukan hal baik menurut hati kita masing-masing. Sering kita merasa hal yang baik itu adalah rencana Allah atas hidup kita sehingga kita dengan bangga bahwa kita telah berhasil menyenangkan Allah. Begitu dalamnya kesalahan manusia, kita diciptakan untuk memuliakan Allah, tetapi sekarang kita lebih suka memuji, memuliakan diri kita sendiri bahkan ciptaan yang adalah benda dan hewan.

Semua hal yang kita lakukan berbuahkan sukacita sementara sia-sia, merusak, menimbulkan permusuhan, kematian diri sendiri dan orang lain, kutuk seumur hidup, ketidaktenangan. Kehancuran lingkungan, sampah dimana-mana, kebakaran hutan, banjir, hutan gundul, kepuhanan flora dan fauna. 

Perang dan kematian, penyakit untuk diri sendiri dari makanan dan perampokan, pemerkosaan, kejahatan demi kejahatan terlihat maupun dalam hati. Koruptor, kesombongan, pembuhuhan saudara kandung, ayah ibu anak saling membenci dan membunuh. Semua hal diatas terjadi dimana-mana.
Semuanya berasal dari bahwa saya adalah raja untuk diri saya dan melawan Tuhan, apa yang baik menurut saya? Hal itu yang akan saya lakukan. Ada kuasa sih jahat iblis bapa dusta yang setiap hari berdusta kepada umat manusia. Sadarilah kekristenan butuh Kristus.
4Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa; Tuhan mengolok-olok mereka. 5Maka berkatalah Ia kepada mereka dalam murka-Nya dan mengejutkan mereka dalam kehangatan amarah-Nya: 6"Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!" 7Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: "Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.

(Dalam Kitab: Mazmur 2:4-7 TB)
Murka Allah memang mengejutkan jagat dunia ini, dalam keseluruhan Perjanjian Lama. Allah membuang umat pilihan-Nya beberapa kali karena Ia murka, Ia tidak segan-segan mencabut nyawa para pemberontak. Saya yakin sifat Allah ini sampai sekarang masih Ia tunjukkan untuk kemuliaan-Nya, terdengar sadis memang, dan tidak berbelaskasih. 

Ia pencipta, Allah berkuasa. Dikatakan, “Tuhan mengolok-olok mereka.” Mereka di sini apabila kita mau jujur dan menyelami hati kita dan mengakui, “mereka” adalah kita pemberontak suka berdosa. Kita begitu menikmati dosa kalau bisa kita terus berbuat dosa tanpa ada hukuman.

Mari kita perhatikan ay. 6-7, "Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!" Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: "Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini. Murka dan kemarahan Allah bukanlah seutuh-Nya kesempurnaan sifat Ilahi yang berkuasa. Ia adalah Allah yang pengasih panjang sabar. Kabar baiknya Dia melantik raja-Nya, ini mengacu pada Yesus, Allah yang beranugerah. 

Yesus  yang akan menceritakan ketetapan Allah secara sempurna, menyenangkan dan mempuyai hubungan yang intim dengan Allah. Dia bukan hanya menjadi teladan bagi kita Ia adalah penebus kita. melayakkan kita untuk bisa beribadah menyembah Allah yang sejati bukan berhala atau diri kita sendiri menjadi pusat hidup kita tetapi Yesus sebagai pusat.
20Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk Aku.

(Dalam Kitab: Gagatia 2:20 TB)
Perjanjian Lama, para Imam bertugas untuk mempersembahkan korban penebus salah bangsa Israel, mereka bertugas menyembelih korba bakaran untuk mencurahkan darah. Hal ini adalah gambaran dari yang akan datang kesempurnaan korban penebus dosa. Digenapi dalam Yesus Raja yang Allah lantik Dia bukan hanya memcurahkan darah-Nya yang kudus. Dia adalah Imam besar Allah. 
5Demikian pula Kristus tidak memuliakan diri-Nya sendiri dengan menjadi Imam Besar, tetapi dimuliakan oleh Dia yang berfirman kepada-Nya: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini", 6sebagaimana firman-Nya dalam suatu nas lain: "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek.

(Dalam Kitab: Ibrani 5:5-6 TB)
Yesus, segala sesuatu dalam kehidupan orang percaya kini semuanya tentang Yesus. Yesus yang harus diinginkan. Yesus, sebagai prbadi yang begitu cinta kita apa adanya. Yesus fokus utama makna hidup kita, apa yang harus kita lakukan? Kini sesuai dengan definisi Yesus. Dengan darah yang mahal untuk kita Yesus sudah melayakkan kita di hadapan Allah. Murka Allah telah ditimpakan pada Yesus, Yesus menggantikan kita, Dia tidak berdosa menjadi dosa karena kita.
7Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. 8Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat  dari apa yang telah diderita-Nya, 9dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya, 10dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut peraturan Melkisedek.

(Dalam Kitab: Ibrani 5:7-10 TB)
“Sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya,” Pokok keselamatan abadi bagi kita yang taat, ketaatan kita bukan karena kita hebat atau bijaksana. Semata-mata karena anugerah Allah memampukan kita untuk taat kepada-Nya. Sehingga perjuangan kita yang awalnya tidak mungkin menjadi mungkin oleh karena Allah mengaruniakan kekuatan baru, kita adalah ciptaan baru.

Pada akhirnya segala kemuliaan bagi Allah, kita ditebus untuk memuji menyembah Dia memuliakan dia selama-lamanya.
11Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar, 12supaya Ia jangan murka dan kamu binasa di jalan, sebab mudah sekali murka-Nya menyala. Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya. 

(Dalam Kitab: Mazmur 2:11-12 TB)
1Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu,  supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup , yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. 2Janganlah kamu menjadi serupa  dengan dunia ini, tetapi berubahlah  oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

(Dalam Kitab: Roma 12:1-2 TB)
Siapapun anda yang membaca Artikel ini, saya berdoa agar Anda semakin mengenal Yesus dan menginginkan Dia sebab Pribadi-Nyalah kebutuhan terbesar umat manusia dan anda sangat berbahagia apabila anda memiliki Yesus. AMIN


Agung Raditia
Agung Raditia Sangat penting bagi kita, bukan lagi kita yang mendefinisikan diri kita maupun orang lain tetapi Dia Allah sendiri yang sudah menebus kita yang harus mendefinisikan diri kita

Posting Komentar untuk "Mazmur 2:11-12 | Bertindak bijaksana sehingga beribadah kepada Tuhan dengan takut"