Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pelajaran Amsal 1:26, 31-32 TB | Kehidupan manusia yang menolak hikmat dan mereka yang aman

Pelajaran Amsal 1:26, 31-32 TB Kehidupan manusia yang menolak hikmat dan mereka yang aman

Ketika manusia berhikmat menurut apa yang ia pikirkan tetapi yang ia hasilkan adalah cemooh

Seringkali hal-hal yang bermakna untuk kita dapat melangkah kedepan dengan benar hadir di hadapan kita.

Ia memperlihatkan dirinya berharap kita peka akan kehadirannya, dia adalah pengertian dan berbagai metode kehidupan yang rumit. Hanya dia sebenarnya yang dapat membawa kita pada jawaban. Dan segala pertanyaan yang muncul dari hati terdalam kita.

Benar Amsal mengatakan, “hikmat berseru nyarin di jalan-jalan.” Lalu pertanyaannya bagi kita berapa lama kita mau hidup berhikmat secara murni dari pikiran. Sebenarnya setiap hikmat yang ada dalam pikiran dan tanpa Injil. Yang ia hasilkan adalah penyembahan berhala. 

Segala rasa cinta pada diri sendiri dan hal-hal lain agar terlihat hebat berdasarkan apa yang ia pikirkan. Dosa adalah pikiran murni kita. membawa kita pada hal-hal yang melawan Allah.

Hasil dari segala pemikiran itu adalah menjadi pencemooh, musuh Allah. Pencemooh adalah orang yang keras kepala, kepala batu yang suka berkata buruk tentang sesamanya, mereka tidak mengasihi sesama manusia dan hal ini bertentangan dengan sifat kasih Allah.

Tetapi mungkin Anda berkata dalam hati, “aku tidak seperti itu dan aku adalah orang yang baik.” Sebenarnya saat Anda berpikir demikian Anda adalah pencemooh dari pencemooh yang digambarkan kitab Amsal.

Mari renungkan ini! Amsal ini dituliskan untuk menegur kita, ketika kita lihat jenis orang tertentu yang membenci pengetahuan dan tidak menerima teguran hikmat. Tempatkan diri kita pada gambaran yang jahat itu, sebab Alkitab sedang menunjukan jati diri kita yang pada, dasarnya adalah pencemooh sesama manusia dan pemberontak. Kita begitu gampang menjadi orang-orang yang berkata buruk kepada sesama kita, begitu gempang menolak hikmat Tuhan.

Padahal akibat dari semua itu telah Amsal tuliskan.

Amsal 1:26, 31-32 TB. 26maka aku juga akan menertawakan celakamu; aku akan berolok-olok, apabila kedahsyatan datang ke atasmu, 31maka mereka akan memakan buah perbuatan mereka, dan menjadi kenyang oleh rencana mereka. 32Sebab orang yang tak berpengalaman akan dibunuh oleh keengganannya, dan orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya.

Silahkan Anda baca ulang ayat diatas, saya tidak akan menjelaskan lebih dalam ayat diatas karena ada hal yang akan saya tekankan disini agar kita tidak selamanya menjadi musuh Allah, Allah begitu mengasihi kita, kitalah yang tidak menginginkan Dia.

Tetapi puji Tuhan, Yesus menebus kita agar kita menjadi hamba Allah bukan lagi budak dosa. Maka ketika kita tahu kita Anak maka hal utama yang harus kita tahu kita adalah ciptaan baru. Perubahan watak dari yang lama pencemooh menjadi yang baru serupa Kristus adalah pergumulan kita seumur hidup.

Amsal 1:32 TB. Tetapi siapa mendengarkan aku, ia akan tinggal dengan aman, terlindung dari pada kedahsyatan malapetaka."

Dosa yang tidak dapat diampuni adalah menghujat Roh Kudus yang artinya tidak mempercayai Yesus sebagai Tuhan, tidak memberikan diri kepada Yesus, dan tidak mau hidup berserah pada Yesus untuk terus belajar pada Yesu sehingga semakin serupa Yesus.

Ada seruan untuk bertobat saya percaya Anda yang membaca artikel ini sudah percaya. Tetapi mari ikut serta dalam sukacita perjuangan pergumulan seumur hidup untuk bebas dari watak kita yang suka mencemooh.

Hidup terus belajar dari Yesus untuk semakin serupa dengan Dia, Roh Kudus kiranya memampukan kita semua. Hikmat sejati hanya ada dalam Yesus.


Saya berdoa kiranya Anda hari-hari ini terus menyadari betapa mudahnya Anda melawan Allah dan menjadi orang yang jahat. Dan kiranya Anda hanya memandang pada Yesus saja yang mampu mengubahkan watak yang jahat menjadi semakin serupa dengan Dia. AMIN
Agung Raditia
Agung Raditia Sangat penting bagi kita, bukan lagi kita yang mendefinisikan diri kita maupun orang lain tetapi Dia Allah sendiri yang sudah menebus kita yang harus mendefinisikan diri kita

Posting Komentar untuk "Pelajaran Amsal 1:26, 31-32 TB | Kehidupan manusia yang menolak hikmat dan mereka yang aman"