Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mazmur 3:1-3 | Dosa selalu ingin membunuh dan membinasakan kita

Mazmur 3:1-3 Dosa selalu ingin membunuh dan membinasakan kita

Ketika dusta ular membawa kita pada kebencian pada Allah dan kita diperbudak oleh dusta.

Sungguh mengerikannya akibat dari definisi kita, terhadap diri kita sendiri. Dosa adalah pemberontakan kita, betapa kita sebanarnya membenci Allah. Pada Mazmur 3, mempuyai latar belakang dimana Daud dikejar-kejar oleh anaknya Absalom untuk dibunuh (2 Samuel 15-17:22).

Kita tahu bahwa Daud adalah seorang raja Israel yang mempuyai banyak panglima perang yang dapat dengan mudah mengalahkan musuh-musuh mereka. Dari kehidupan Daud kita belajar bahwa bukan manusia yang harus kita andalkan betapa indahnya ketika kita mengandalkan Allah.

Mazmur 3:4 Tetapi Engkau, Tuhan, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku.

Daud hanya berharap pada Allah dan mari kita belajar untuk selalu berharap pada Allah. Begitu banyak musuh kita, musuh utama yang selalu mengharapkan kita binasa adalah dosa.

Mari kita merenungkan! Akar dari mengapa Absalom ingin membunuh Daud ayah kandungnya? Pertama karena dendam. Kedua, tidak lain adalah tahta atau kekuasaan. Dan kedua hal ini dosa. Dapat Anda baca dalam 2 Samuel pasal 13-17. Yang akan menjadi penekanan saya adalah mari kita berpikir bukankah apa yang terjadi pada Absalom ada dalam diri kita?

Dendam, begitu sering kita bermental korban. Dan kecenderungan kita ingin menjadi penguasa, menguasai dan memiliki segalanya. Sehingga tidak jarang juga kita berada di posisi Daud. 

Dosa selalu saja ingin membunuh kita. Tahukah Anda, saya tidak bosan-bosan mengingatkan ini. Bahwa diri kita tidak mempuyai kuasa untuk lepas dari ikatan perbudakan dosa. Karena Anda dan saya salama ini begitu membeci Allah. Ya, kita sebenarnya membenci Allah. Kita memuji Allah tetapi itu untuk kebaikan kita agar kita bahagia, menikmati dunia, dan hidup kaya raya.

Tidak jarang kita menjadikan Yesus sebagai mesin pemenuhan apa yang kita mau. Sehingga seringkali kita tidak suka akibat dari dosa, tetapi kita mencintai atau suka melakukan dosa kalau bisa tanpa adanya akibat yang menyakitkan.

Pertobatan hanya sebatas tidak suka akibat dosa dan tidak jijik terhadap dosa adalah manusia-manusia yang tidak cinta Yesus. 

Kita pantas masuk neraka. Kita adalah manusia yang hanya ingin hidup baik tetapi baik tanpa Allah. Betapa dalamnya pemberontakan kita terhadap Allah, hal inilah Absalom dalam diri kita yang kapan saja siap membinasakan kita, kita sebagai Daud.

Dosa selalu saja berujung pada kebinasaan kita. 

Puji Tuhan, Allah turun kedunia untuk menyelamatkan kita dari Absalom-Absalom. Yesus sudah selesai, Ia mati disalibkan untuk menebus kita dari perbudakan dosa. Saat kita tahu, kita tidak ada kuasa untuk lepas dari kuasa Absalom (kebinasaan) maka saat kita hidup dalam Yesus, kebenaran Yesus ada dalam kita maka kita mempuyai kuasa untuk lepas dari perbudakan kebinasaan.

Mazmur 3:5-9, 5Dengan nyaring aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus. 6Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab TUHAN menopang aku! 7Aku tidak takut kepada puluhan ribu orang yang siap mengepung aku. 8Bangkitlah, TUHAN, tolonglah aku, ya Allahku! Ya, Engkau telah memukul rahang semua musuhku, dan mematahkan gigi orang-orang fasik.  9Dari TUHAN datang pertolongan. Berkat-Mu atas umat-Mu!

“Telah memukul rahang semua musuhku (kuasa dosa)” Saya sangat suka kebenaran ini, sangat menghibur saya.

Dari Tuhan Yesuslah pertolongan kita, betapa mengerikannya perbudakan dosa. Kini kita, ketika kita percaya dan hidup mengerti Injil secara jelas. Injil adalah tentang Tuhan yang kita benci tetapi Ia tetap mengasihi kita. Ia yang menuntun kita untuk melihat secara nyata bahwa cinta pertama kita adalah dosa, dosa sedang berdusta dosa hanyalah sukacita palsu yang membawa kita ke neraka.

Ketika kita sadar bahwa pertolongan Tuhan itu bukan soal makanan dan minuman, benda-benda yang fana. Pertolongan Tuhan adalah Ia memberikan diri-Nya menanggung dosa kita, jadi berkat yang sesungguhnya. Ketika kita yakin bahwa kita hidup dalam Yesus dan Yesus dalam kita, kita memiliki Yesus sehingga kita jijik terhadap dosa. 

Pertobatan kita bukan karena akibat dosa tetapi kita sadar bahwa saat kita berdosa kita sedang menyakiti cinta sejati kita, Dia yang begitu mencintai kita Yesus nama-Nya. Kita secara sadar dengan penuh hikmat dari-Nya, jijik terhadap dosa. Perlahan kita semakin serupa dengan Dia karena kita menerima anugerah Injil Pribadi Yesus.

Yohanes 12:46 Aku telah datang kedalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.

Filipi 2:8-11, 8Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. 9Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 10supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah Bapa!

Pandanglah pada kehidupan Yesus sebagai teladan kita. Pandanglah pada salib Yesus sebagai karya keselamatan yang memberi kuasa untuk hidup dalam kebenaran Injil. Bacalah Alkitab temukan Kristus dalam Alkitab PL maupun PB, Kekristenan bukan soal hidup baik tetapi hidup benar. Kebenaran Kristus yang ada dalam kita menunjukkan terang ditengah-tengah kegelapan dunia sehingga kita menjadi berkat bagi orang sekitar kita.

Saya derdoa kiranya Anda yang membaca artikel ini, semakin menganal Kristus, mengalami, dan menikmati pribadi-Nya sebagai Roti hidup, Air hidup dan Jalan kebenaran. Segala kemuliaan hanya bagi Allah. AMIN


Agung Raditia
Agung Raditia Sangat penting bagi kita, bukan lagi kita yang mendefinisikan diri kita maupun orang lain tetapi Dia Allah sendiri yang sudah menebus kita yang harus mendefinisikan diri kita

Posting Komentar untuk " Mazmur 3:1-3 | Dosa selalu ingin membunuh dan membinasakan kita"

Berlangganan via Email