Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Doa yang tidak berdasarkan nafsu (Yakobus 4:3)

Ketika Doa yang berpusat pada Alkitab bukan pikiran dan perasaan manusia yang berdosa


Alkitab adalah semua tentang Allah, dan itulah sebabnya praktik doa begitu meresap di seluruh halamannya.  Keagungan doa tidak lain adalah perpanjangan dari kebesaran dan kemuliaan Allah dalam hidup kita. Alkitab adalah satu kesaksian panjang untuk kebenaran ini.

 

Dalam Kejadian kita melihat setiap pahlawan — Abraham, Ishak, dan Yakub — berdoa dengan keakraban dan keterusterangan.  Doa keras Abraham yang gigih meminta belas kasihan Tuhan atas kota-kota  Sodom dan Gomora adalah luar biasa (Kejadian 18: 23)  Dalam Keluaran, doa adalah cara Musa menjamin pembebasan Israel dari Mesir. 

Karunia doa membuat Israel hebat: "Bangsa lain mana yang begitu hebat sehingga dewa-dewa mereka ada di dekat mereka seperti Tuhan di dekat kita setiap kali kita berdoa kepadanya?"  (Ulangan 4: 7).

 

Maka, gagal berdoa bukanlah berarti melanggar aturan agama saja — itu adalah kegagalan untuk memperlakukan Tuhan sebagai Tuhan.  Itu adalah dosa melawan kemuliaan-Nya.  “Jauhlah dari padaku,” kata nabi Samuel kepada umatnya, “bahwa aku akan berdosa terhadap Tuhan dengan tidak berdoa untukmu” (1 Samuel 12:23). 

Raja Daud menulis banyak buku Mazmur, buku doa yang diilhami Allah, dipenuhi dengan seruan untuk “kamu yang menjawab doa” (Mzm 65: 2). 

 

Putranya Salomo membangun bait suci di Yerusalem dan kemudian membaktikannya dengan doa yang luar biasa.  Petisi utama Salomo untuk bait suci adalah bahwa darinya Allah akan mendengar doa umat-Nya — sungguh, doa tertinggi Salomo adalah untuk karunia doa itu sendiri. 

 

Selain itu, ia berharap orang-orang dari negara lain akan “mendengar nama besar Anda.  Dan berdoalah ke kuil ini ”(1 Raja-raja 8:42).  Lagi-lagi kita melihat doa semata mata untuk mengakui akan kebesaran Tuhan.

            Oleh Timothy Keller, “Prayer” 

Yohanes 15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

Selama ini mungkin kita berdoa tidak memuliakan Allah dan hal yang kita inginkan bukan untuk kemuliaan Allah tetapi untuk memuaskan kita. Maka bertobatlah, Doa sejati dari Kristen sejati selalu berfokus pada pujian penyembahan kepada Allah dan pertobatan dan yang terpenting permohonan untuk berbuah dan buah itu memuliakan Allah.

Firman Kristus yang tinggal di dalam kita mempersiapkan kita bagi doa yang menghasilkan buah, jika doa bukan untuk memuaskan keinginan-keinginan alami tetapi untuk menghasilkan buah yang memuliakan Kristus.

Oleh John Piper, “When I Don’t Desire God.”

Pada akhirnya Doa menyelaraskan kehendak kita dengan kehendak Alah. Kehendak Allah yang harus kita lakukan. Kehendak kita pada dasarnya adalah melakukan dosa. Memuaskan nafsu kita. Allah yang berkarunia itu rela menyatakan kehendak-Nya untuk kita. Karena Karunia Roh Allah maka kita dituntun untuk semakin mencintai Yesus.

Yakobus 4:5-6, 5Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: "Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!" 6Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."


Saya akan terus berdoa bagi Anda, jiwa-jiwa yang haus akan kebeneran, agar Anda dapat menemukan Kristus secara sajati dan melihat Dia begitu Indah. Sehingga Anda tidak lagi menginginkan Dia sebagai kebutuhan tetapi Dia sebagai Tuhan, Dia yang harus mendefinisikan hal baik bagi diri Anda bukan lagi Anda sendiri. 
Namun Anda hidup bukan lagi Anda sendiri yang hidup melainkan Kristus yang hidup di dalam Anda, dan hidup Anda sekarang dalam daging hidup oleh penyerahan pada Yesus yang telah menebus Anda dari perbudakan. AMIN
Agung Raditia
Agung Raditia Sangat penting bagi kita, bukan lagi kita yang mendefinisikan diri kita maupun orang lain tetapi Dia Allah sendiri yang sudah menebus kita yang harus mendefinisikan diri kita

Posting Komentar untuk "Doa yang tidak berdasarkan nafsu (Yakobus 4:3)"