Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

YOSUA DAN VISI ALLAH, Kitab Hakim-Hakim (Hakim-hakim 2:10-16)

Yosua dan Visi ALLAH, Ketika Pemimpin Tidak Menangkap Visi Allah, Pelipatgandaan Terhenti.

Mandul berarti tidak memiliki keturunan, kali ini kita akan belajar bahwa bukan hanya seorang wanita atau pria sacara fisik dapat mandul. Kita orang-orang percaya bisa mengalami kemandulan secara rohani, ketika kita tidak menangkap visi Allah.

Visi atau tujuan utama Allah

Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

(Dalam Kitab: Kejadian 1:28)
Visi Allah-Pada ayat di atas kita fokus pada tujuan Allah, bagi manusia yaitu; beranak cucu, terlepas dari berkuasa dari ciptaan lainnya. Mari bersama kita fokus bahwa manusia diperintahkan beranak cucu dan bertambah banyak.

Konteks dari Kejadian 1, manusia belum jatuh dalam dosa mereka masih mempunyai hubungan dengan Allah. Mereka masih menikmati Allah, jadi secara otomatis saat Allah memerintah Adam dan Hawa beranakcuculah bukan hanya mereka menghasilkan anak cucu secara biologis tetapi juga anak secara rohani.

Pada kejadian 3 manusia jatuh dalam dosa, artinya mereka terpisah dari Allah. Mereka mati secara rohani, sehingga manusia tidak lagi beranak cucu secara rohani tetapi hanya secara biologis.

Hal inilah yang harus kita sadari sebagai anak-anak Tuhan. Bahwa setiap anak yang lahir dari kandungan ibunya, anak tersebut hidup secara biologis tetapi mati secara rohani. Begitu juga anak anda, saat ia tidak memiliki Kristus. Anak anda mati rohani, selamanya ia akan terus mati apabila anda tidak sungguh-sungguh secara sengaja mereproduksi secara rohani anak anda.

Musa mempuyai anak rohani

Musa sacara rohani berhasil menghasilkan keturunan, maksud saya bukan bangsa Israel yang menjadi keturunan rohani Musa meskipun, mereka juga bisa dikatakan keturunan rohani Musa. Mari kita fokus pada Yosua yang merupakan pembantu Musa. Pertama kali nama Yosua disebutkan dalam Alkitab pada Keluaran 17:9, Yosua pada Keluaran 17:13 dikatakan “Yosua sebagai abdi Musa.” 

Abdi berarti orang yang selalu mengikuti Musa, selama perjalanan. Bukan hanya mengikuti, ia dilatih oleh Musa untuk mengenal Allah secara pribadi, Musa membagi hidup kepada Yosua. Terbukti ketika Yosua dipilih Allah untuk menggantikan Musa untuk memimpin bangsa Israel menyeberang sungai Yordan. 

Musa yang sebentar lagi meninggal dunia itu menasehati dan meneguhkan hati Yosua, hal ini menunjukkan bahwa hubungan Musa dan Yosua seperti ayah dan anak, Yosua bukan sekedar pelayan Musa, dia adalah orang yang Musa layani untuk bertumbuh sacara rohani mengenal Allah yang menyertai mereka keluar dari tanah Mesir.
7 Lalu Musa memanggil Yosua dan berkata kepadanya di depan seluruh orang Israel: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkau akan masuk bersama-sama dengan bangsa ini ke negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyang mereka untuk memberikannya kepada mereka, dan engkau akan memimpin mereka sampai mereka memilikinya. 8 Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati."

(Dalam Kitab: Ulangan 31:7-8)
Yosua oleh karena penyertaan Allah berhasil membawa bangsa Israel menduduki tanah perjanjian bahkan telah membagi setiap hak sesuai dengan apa yang Allah perintahkan. Penekanan saya pada Yosua dan visi Allah, Yosua tidak menangkap apa yang Allah inginkan meskipun ia berhasil membawa dan menjadikan bangsa Israel, menjadi bangsa yang menikmati setiap sumber daya alam tanah perjanjian. Bangsa Israel kini dapat beranak cucu secara tenang dan damai.

Hanya anak jasmani

Pertanyaan saya, apakah mereka beranak cucu secara rohani juga seperti yang Allah harapkan? Pada Kejadian 1:28, Allah mempuyai visi, manusia bertambah banyak sacara biologis dan rohani dan hal itu terjadi secara bersamaan karena Adam dan Hawa belum jatuh dalam dosa. Masalahnya sebelum mereka mempuyai keturunan rohani dan biologis mereka jatuh dalam dosa terpisah dari Allah, sebab rohani mereka mati.

Jadi bangsa Israel hanya beranak cucu secara biologis saja, beranak cucu secara rohani harus dilakukan secara sengaja. Secara sengaja yang saya maksud ialah harus ada pelatih dan yang dilatih, meskipun keduanya tidak memiliki keterikatan sacara biologis atau harus ada guru dan murid. Hal inilah yang menjadi visi Allah, sebab saat manusia beranak cucu secara rohani maka Allahlah yang akan dimuliakan dan bangsa-bangsa mendapatkan berkat dari bangsa pilihan Allah.

6Setelah Yosua melepas bangsa itu pergi, maka pergilah orang Israel itu, masing-masing ke milik pusakanya, untuk memiliki negeri itu. 7Dan bangsa itu beribadah kepada TUHAN sepanjang zaman Yosua dan sepanjang zaman para tua-tua yang hidup lebih lama dari pada Yosua, dan yang telah melihat segenap perbuatan yang besar, yang dilakukan TUHAN bagi orang Israel. 8Dan Yosua bin Nun, hamba TUHAN itu, mati pada umur seratus sepuluh tahun; 9ia dikuburkan di daerah milik pusakanya di Timnat-Heres, di pegunungan Efraim, di sebelah utara gunung Gaas. 

(Dalam Kitab: Hakim-Hakim 2:6-16)
Seperti yang saya jelaskan di awal, bahwa bangsa Israel telah berkumpul beranak cucu bertambah banyak secara biologis tidak secara rohani. Yosua pun meninggal tetapi tidak meninggal seperti Musa, Musa meninggal dunia ada pemimpin bangsa Israel yang tersedia penuh dengan Roh yaitu Yosua anak rohani Musa. Pada saat Yosua yang bukan hanya pemimpin secara fisik saja yang harus menuntun bangsa Israel menduduki tanah Kanaan, Yosua adalah pemimpin rohani bangsa Israel. 

Kegagalan untuk mempunyai keturunan rohani

Kegagalan untuk mempuyai keturunan rohani. Begitu miris ketika Yosua meninggal tidak ada yang menggantikan Yosua untuk memimpin kerohanian bangsa Israel terus bertumbuh, terutama para keturunan bangsa Israel berikutnya. Ia hanya meninggal tetapi tidak meninggalkan pemimpin yang penuh dengan Roh Allah seperti yang Musa tinggalkan.

Ya, ada orang Lewi dan para Imam di Bait Allah dan tua-tua, apakah mereka melakukan tugas mereka untuk memimpin kerohanian dan membentuk pemimpin rohani seperti Musa? 

Mari sejenak kita merenungkan ini! visi Allah bagi kita yang dengan mulut sudah mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan kita. begitu gampang kita terjerumus dalam kegiatan rohani yang tujuannya hanya menampilkan suatu pertunjukan atas namakan ibadah, terlihat secara fisik saja.
Pemuridan adalah sebuah proses. Apa Anda pernah bertanya mengapa Yesus menunggu 33 tahun sebelum naik ke salib? Dia bisa saja langsung menuju Yerusalem, mengklaim Dia itu Allah, membuat para pemimpin agama marah, dan kemudian Ia dibunuh tetapi Yesus tidak melakukan itu sebaliknya Ia menghabiskan waktunya selama tiga tahun bersama murid-murid.

(Robby Gallaty dalam bukunya, “Rediscovering Discipleship)
Ya, kita beranggapan bahwa visi Allah untuk kita umat pilihan adalah berbagai kegiatan rohani, ibadah demi ibadah, rapat demi rapat yang mendatangkan berbagai perdebatan, dan menunjukan penampilan demi penampilan yang memukau, sadarlah bahwa esensi dari ibadah kita pada abad 21 sudah bergeser dari yang Allah kehendaki. Di sana hanya keramaian dan kalau kita akui hanya untuk memuaskan kita saja, bukan untuk menumbuhkan kerohanian orang lain maupun diri kita. kita lebih sering terjebak ingin diakui oleh banyak orang dalam pelayanan, bukan untuk diakui Allah seningga visi Allah untuk beranak cucu secara rohani terjadi.

Bangsa Israel pada zaman Yosua dan angkatannya pada saat sampai di tanah perjanjian tetap beribadah kepada Tuhan, terlihat seolah-olah mereka melakukan apa yang Allah mau. Tidak ada pelipatgandaan rohani dalam ibadah bangsa Israel padahal hal inilah visi Allah.
10Setelah seluruh angkatan itu dikumpulkan kepada nenek moyangnya, bangkitlah sesudah mereka itu angkatan yang lain, yang tidak mengenal TUHAN ataupun perbuatan yang dilakukan-Nya bagi orang Israel. 11Lalu orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN  dan mereka beribadah kepada para Baal.  12Mereka meninggalkan TUHAN, Allah nenek moyang mereka yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir, lalu mengikuti allah  lain, dari antara allah bangsa-bangsa di sekeliling mereka, dan sujud menyembah kepadanya, sehingga mereka menyakiti hati TUHAN. 13Demikianlah mereka meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada Baal dan para Asytoret.

(Dalam Kitab:Hakim-hakim 2:10-13)
Ketika orang Kristen tidak melakukan ibadah sejati, yaitu menghasilkan keturunan secara rohani, keturunan yang hanya secara biologis tersebut meninggalkan Allah dan menyembah ilah-ilah yang pikirannya ciptakan, ilah-ilah dunia ini yang mendatangkan perbudakan secara emosional dan sacara fisik terlihat jelas mendatangkan berbagai duka, tekanan demi tekanan dirasakan para keturunan Kristen sacara biologis. 

Inilah realitanya dan ini, hal yang begitu serius, harus dipikirkan matang-matang oleh para gereja (pribadi yang percaya Yesus) masa kini. Jadi gereja tidak lagi fokus pada berbagai kegiatan rohani yang melelahkan tetapi mereproduksi keturunan rohani secara sengaja. Menghasilkan murid yang mengikut Kristus secara radikal, bukan hanya komitmen yang dangkal berdasarkan perasaan tetapi komitnen yang dalam berdasarkan keselarasan pikiran dan hati yang berpusat pada Injil. Seorang murid yang penuh dengan Roh Kudus
 14Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel. Ia menyerahkan mereka ke dalam tangan perampok dan menjual mereka kepada musuh di sekeliling mereka, sehingga mereka tidak sanggup lagi menghadapi musuh mereka. 15Setiap kali mereka maju, tangan TUHAN melawan mereka dan mendatangkan malapetaka kepada mereka, sesuai dengan apa yang telah I diperingatkan kepada mereka oleh TUHAN dengan sumpah, sehingga mereka sangat terdesak. 16Maka TUHAN membangkitkan hakim-hakim, yang menyelamatkan mereka dari tangan perampok itu.

(Dalam Kitab Hakim-hakim 2:14-16)
Saya akan fokus pada, “Allah membangkitkan hakim-hakim dan menyelamatkan mereka dari tangan perampok.”  

Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
(Dalam Kitab: Yohanes 10:10)

Hakim Yang Sempurna
Ada Hakim yang sempurna yang melepaskan kita dari perbudakan dosa, dari para perampok. Dia Yesus yang telah membebaskan kita dari kutuk dosa memberikan kita hidup dalam segala kelimpahan sukacita abadi bukan berdasarkan kondisi tetapi berdasarkan, bahwa kita milik Yesus. Dia sudah menanggung hukuman dosa kita, cawan murka Allah ditimpakan kepada-Nya, Dia begitu mengasihi kita. sehingga saat kita hidup di dalam Dia kebenaran-Nya diberikan kepada kita, Roti yang begitu memuaskan, Air hidup yang memuaskan dahaga ditengah teriknya sinar matahari.

Begitu gampang Anda memilih untuk hidup bersama ilah-ilah kesombongan dalam ibadah-ibadah sehingga begitu sulit anda menjangkau orang-orang sekeliling anda. Karena Anda merasa Anda begitu suci, apa yang Anda lakukan itulah yang Anda rasa menyelamatkan. Sadarlah bukan karena Anda begitu bijaksana anda diselamatkan tapi karena Anda begitu busuk.
 
5Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6yang walaupun dalam rupa Allah,tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. 9Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia  dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 10supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 11dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!  

(Dalam Kitab: Filipi 2:5-11
 
Sebelum Yesus terangkat ke Sorga Ia mengulangi perintah Allah kepada Adam dan Hawa, Yesus memerintahkan para murid-Nya untuk memuridkan, artinya menghasilkan keturunan secara rohani, karena Adam dan Hawa telah gagal dan merusak tatanan Allah.
18Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. 19Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.

(Dalam Kitab: Marius 28:19-20)
Kiranya Tuhan Yesus Kristus memberi pengertian untuk anda dari tulisan saya bahwa ada yang terhilang dari gereja hari-hari ini.

Agung Raditia
Agung Raditia Sangat penting bagi kita, bukan lagi kita yang mendefinisikan diri kita maupun orang lain tetapi Dia Allah sendiri yang sudah menebus kita yang harus mendefinisikan diri kita

Posting Komentar untuk "YOSUA DAN VISI ALLAH, Kitab Hakim-Hakim (Hakim-hakim 2:10-16)"