Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pemuridan dan Injil Kisah Para Rasul 1:6-8 dan 2 Timotius 2:1-2

Pemuridan Dan Injil, Pemuridan Adalah Tujuan Utama Pelayanan

Pada abad pertama sesuatu yang biasa kita menemukan guru-guru yang mempuyai murid. Dalam hal ini murid dan guru yang saya maksud adalah bukan seperti pada zaman sekarang duduk di kelas dan guru menjelaskan lalu ada murid yang berpura-pura mendengarkan.

Pada abad pertama, terutama budaya orang-orang Yahudi. Ada begitu banyak guru-guru Yahudi yang baru saja menyelesaikan pendidikan mereka. Setiap mereka selalu mencari pengikut, hal inilah yang Yesus lakukan tetapi Ia begitu berbeda, ketika guru-guru Yahudi lainnya mencari murid-murid yang berkualitas di mata masyarakat. Yesus mencari murid di mana mereka calon murid-Nya dipandang sebagai orang-orang yang tidak pantas untuk menjadi orang terpelajar atau orang-orang yang dipandang sebelah mata oleh masyarakat.

Bacaan kali ini kita akan membahas fokus utama pelayanan Yesus, pelayanan yang selama ini diabaikan banyak anak-anak Tuhan, bahkan tidak dilakukan secara sengaja oleh orang-orang yang mengaku sebagai hamba Tuhan atau pendeta, Yesus bukan pribadi yang menyukai pengikut-pengikut berkomitmen dangkal dan mengikuti Dia hanya sekedar suka melihat segala hal luar biasa yang Yesus lakukan.

Pelayanan utama Yesus

Masa pelayanan Yesus di dunia, Romawi saat itu sebagai bangsa yang berkuasa, banyak bangsa-bangsa yang Romawi kuasai termasuk bangsa Yahudi. Maka begitu gampang para murid dan pengikut Yesus salah memahami Mesias sebenarnya. Mereka berharap Mesias adalah sesosok pahlawan yang gagah berani dan mampu menggerakkan masa dan memberontak terhadap Romawi sehingga bangsa Yahudi tidak lagi mengalami penjajahan.
8Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" 7Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.  8Tetapi kamu akan menerima kuasa , kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. "

(Dalam Kitab: Kisah Para Rasul 1:6-8)
Ayat 8 para murid bertanya kepada Yesus tentang kapankah Yesus memulihkan kerjaan Israel? Hal ini merupakan harapan yang sangat umum pada masa itu bagi orang-orang Yahudi. Mereka menanti-nantikan Mesias yang sama seperti Duad, mereka sempat mengalami kecewa ketika mereka melihat Yesus yang mereka harapkan, mati di tangan pemerintah Romawi. Hal yang begitu mengejutkan bahwa Yesus telah bangkit, sesuatu yang begitu membuat para murid bahagia dan kembalinya harapan yang telah hilang.

Para murid ingin kerajaan Israel dipulihkan secara politik, bukan lagi bangsa Romawi yang memerintah, dengan kata lain mereka ingin Yesus menjadi raja mereka, menggantikan bangsa Romawi. Hal inilah yang ada dipikiran para murid dan hal inilah yang ada di kepala para gereja hari-hari ini, gereja sangat ingin Yesus menjadi raja atas dunia bukan atas pribadi mereka, sehingga mereka terus diberkati dan hidup dalam kelimpahan. Gereja hari-hari ini membangun kerajaan dengan kehidupan, katanya; beribadah dan menyembah Tuhan.

Yesus mempuyai tujuan yang lain, Yesus mempuyai visi Dia bukan raja dunia tetapi Ia berkuasa atas Dunia, Yesus lebih suka memerintah pribadi para Murid dibandingkan dunia yang sudah kacau. Kita akan belajar, Yesus yang bukan raja dunia dan Yesus yang mempuyai visi bagi setiap pribadi kita sebagai orang-orang yang sudah Ia tebus dari hidup yang sia-sia.
Salah satu penyebab utama kehidupan yang lemah di gereja adalah gagasan yang keliru bahwa kebahagiaan kita adalah sasaran utama kasih karunia Allah. Ini adalah kesalahan fatal! Sasaran Allah jauh lebih fokus dan tinggi. Tujuan-Nya menyelamatkan kita pada giliranya dapat menyelematkan sesama kita. Gereja (Pribadi percaya Yesus) perlu menyatakan Injil bahwa kita diselamatkan untuk menlayani. Anda adalah imamat rajani.

(Andrew Murray Dalam buku klasik: Chris Our life)

Kehidupan Gereja yang seharusnya

Kita sebagai gereja setiap hari apabila kita tidak hidup dalam Kristus, akan selalu salah paham pada visi utama Yesus. yaitu pemuridan, mari kita berpikir sejenak tentang betapa Yesus fokus kepada dua belas orang yang penuh kekurangan, bahkan orang-orang yang tidak masuk hitungan di kalangan masyarakat. 

Dia menginvestasikan hidup-Nya selama tiga tahun, bukan mujizat fokus utama-Nya, bukan banyaknya orang yang akan mengikuti Dia fokus-Nya tetapi Dia fokus mengajari, memberi contoh dan mendampingi keduabelas murid-Nya untuk mengenal Dia secara lebih dalam. Mengikuti Dia bukan sekedar kagum tetapi sungguh-sungguh menginginkan Dia.

Hal inilah yang seharusnya menjadi fokus utama gereja, pemuridan bukan bagian dari pelayanan. pemuridan adalah hal utama atau inti atau puncak dari pelayanan dan menandakan seseorang dewasa secara rohani yaitu dia harus memuridkan, berarti dia mereprodoksi keturunan secara rohani.
7jawab-Nya "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.  8Tetapi kamu akan menerima kuasa , kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. "

(Dalam Kitab: Kisah Para Rasul 1:7-8)
Ketika gereja merindukan Yesus seperti yang mereka inginkan, mereka salah. Yesus adalah pribadi yang punya visi, kalau ingin ikut Dia tinggalkan visimu kalau anda ingin menjadi gereja sejati atau orang yang dewasa secara rohani, gereja yang digerakan oleh visi Allah, dan hidup dalam Yesus setiap saat. Tinggalkan keinginanmu.

Tidak Penting kerjaan dunia pulih

Yesus menjawab para murid, bahwa tidak penting kerajaan di dunia ini pulih atau tidak, ada hal yang lebih penting lagi jauh lebih penting yaitu kehendak Bapa. Yesus justru memberi pengajaran atau janji yaitu kuasa, apabila Roh Kudus turun atas para murid, jadi seharusnya apabila anda sebagai gereja yang mengaku sudah lahir baru seharusnya memuridkan, hai ini kehendak Yesus dan inilah ibadah sejati itu, tingkat kerohanian terdewasa, mempercayakan hidup pada Tuhan dengan cara melayani, berbagi hidup pada orang lain dan pada puncaknya murid yang kita muridkan memuridkan lagi.

Ada tokoh Alkitab yang saya ambil sebagai contoh baik dalam pemuridan, adalah Paulus, ia menangkap visi Allah, ini terbukti dalam ayat berikut.
1Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus. 2Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat 

(Dalam Kitab: 2 Timotius 2:1-2)

Memuridkan untuk kemajuan pekabaran Injil

Paulus memuridkan Timotius artinya Timotius anak rohani Paulus, Timotius harus memuridkan orang yang cakap mengajar, dan orang yang cakap harus mencari dan memuridkan orang yang cakap mengajar juga. Pertanyaannya, apa yang diajarkan? Dalam Kisah Para Rasul, para murid akan menjadi seksi Yesus, dan kita dapat membandingkan dalam Matius, saksi yang bagaimana? Saksi yang dipenuhi Roh Kudus, dan mengajarkan melakukan segala sesuatu yang Yesus perintahkan kepada para murid.
19Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.

(Dalam Kitab: Matius 28:19-20)
Jadi  pesan Injil adalah memuridkan, dalam pemuridan yang menjadi dasar utama pengajaran adalah Injil, Injil yang murni, Allah dengan penuh kasih telah turun kedunia dalam rupa manusia bahkan saat menjadi manusia Ia menjadi Hamba, bukan hanya hamba Bapa-Nya tetapi juga menghamba bagi manusia terutama para Murid. Ia memberikan hidup-Nya bukan hanya sebagai teladan yang harus kita teladani tetapi Ia menebus kita dengan darah-Nya yang mahal, sehingga kita lepas dari ikatan dosa.

Ia mau supaya kita hidup dalam-Nya, sehingga kita dewasa secara rohani, bukan untuk menikmati dunia ini tetapi menikmati Dia Allah, Yesus Kristus. Saat kita dapat menikmati Dia dan menyerahkan hidup kita pada-Nya dan menagsihi Dia, kita akan melakukan visi-Nya yaitu muridkan. Barangsiapa mengasihi Aku ia akan memegang Firman-Ku dan melakukan-Nya dan barangsiapa melakukan-Nya, Aku akan menyatakan diri-Ku kepadanya dan Bapa juga akan menyatakan diri-Nya kepada dia.

Gereja-gereja yang tidak memuridkan harus bertobat, jangan-jangan anda sebagai gereja tidak memuridkan. Masih ragu akan jaminan keselamatan, karena begitu banyak pengajaran, pendeta-pendeta sekarang lebih ke hidup harus sukses dan menikmati hidup, motivasi-motivasi agar hidup memuaskan anda dan semua itu menggunakan Alkitab moral dijunjung tinggi, bukan Injil yang mereka kotbahkan atau anda terlalu menganggap diri anda suci karena sudah banyak tahu dan mampu hidup bermoral dihormati dalam masyarakat bukan hidup oleh Injil. Sehingga anda tidak mau bergaul dengan orang-orang sekitar, yang keluar dari mulut anda adalah penghakiman bukan Injil. Mari minta pada Yesus pengertian baru bahwa pemuridan adalah Visi Injil itu sendiri.

Memuridkan berarti secara sengaja mengarahkan orang lain untuk lebih dalam lagi belajar Alkitab merenungkan setiap kata dalam Alkitab, mempunyai doa-doa yang berpusat pada pujian dan meminta jiwa-jiwa untuk dimuridkan, mengikut Yesus dengan komitmen yang radikal, komitmen yang dalam dan pada puncaknya orang yang anda muridkan mumpunyai hati untuk memuridkan dan begitulah seterusnya.
Bagaimana cara gereja memuliakan Allah? Dengan pemuridan. Pemuridan mencakup penyembahan, pengarahan, kasih, saling memperhatikan, dan tersedianya berbagai keperluan jasmani yang sama kepada orang-orang percaya dan orang-orang tidak percaya (Kis.2:42-47). Pemuridan bukan sebuah aktivitas gereja yang sempit; melainkan semua hal yang dilakukan gereja untuk memuliakan Allah dan menggenapkan tujuan-Nya. Pemuridan adalah cara gereja menyembah Allah dan meningkatkan penyembah.

(Bill Lawrence dalam bukunya “Menggembalakan dengan hati)
Saya berdoa bagi anda yang membaca tulisan saya ini, Kira-Nya Roh Kudus memberi pengertian dan membukakan kembali Visi-Nya yang selama ini tidak menjadi fokus anda karena berbagai system dan kegiatan yang seolah-olah itu visi Allah.
Tuhan Yesus kira-Nya menolong anda.

Agung Raditia
Agung Raditia Sangat penting bagi kita, bukan lagi kita yang mendefinisikan diri kita maupun orang lain tetapi Dia Allah sendiri yang sudah menebus kita yang harus mendefinisikan diri kita

Posting Komentar untuk "Pemuridan dan Injil Kisah Para Rasul 1:6-8 dan 2 Timotius 2:1-2"