Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Mazmur 1:2-3, Hidup dalam Tuhan mencintai Injil, Menikmati Yesus, dan memuliakan Allah

Hidup dalam Tuhan mencintai Injil

Ketika manusia berdosa mati secara rohani dibangkitkan melihat kemuliaan Allah.

2tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. 3Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

(Dalam Kitab: Mazmur 1:2-3 TB)
Hidup dalam Injil, sadarilah bahwa dosa jauh lebih menakutkan, dari yang kita bayangkan. Pikiran kita sering kali menggiring kita bahwa kita ini adalah orang baik dan pantas untuk dikasihi oleh Allah. Ay. 1 “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,” dari Mazmur ini memberitahukan kepada kita bahwa jalan satu-satunya untuk bahagia adalah tidak berdosa. Tetapi Alkitab menegaskan, kepada kita bahwa kita adalah orang berdosa. Bahkan berdosa sejak dalam kandungan ibu kita. Dosa memberikan kebahagiaan sehingga kita mencintai dosa. 

Dosa memiliki arti tidak tepat sasaran, salah satu sasaran Allah yaitu, agar kita bahagia. Berarti saat kita dapat menikmati dosa dan hidup dalamnya kita mengatakan, “dosa adalah sesuatu yang memberikan kebahagiaan,” rencana Allah sudah tergenapi. 

Sasaran yang dimaksud adalah bahagia dengan cara Allah bahagia dengan memuliakan Allah. Definisi dosa secara lengkap adalah tidak tepat sasaran, karena telah memberontak terhadap Allah melakukan segala sesuatu bukan lagi berdasarkan Allah, manusia mencari kebahagiaan berdasarkan maunya sendiri di tampat yang salah dengan cara lebih memuliakan ciptaan yang sebenarnya lebih rendah darinya. Berarti dosa adalah penyembahan berhala. Memuliakan hal lain selain Allah sejati untuk kebahagiaan. 

Kita adalah orang fasik kita adalah manusia berdosa, sering kita menginginkan sesuatu ciptaan lebih dari menginginkan Allah yang berkehendak dan kita berpikir bahwa hal itu membuat kita bahagia. Cintohnya: anak muda mereka berpacaran agar mereka bahagia dan mereka memuliakan pacar mereka. 
Para Pendeta menginginkan gereja yang megah dia berpikir apabila gerejanya megah dia lebih bahagia dan ia memuliakan gedung gereja yang megah. Para pelayan, melayani agar bahagia, dihormati, dan diberkati sehingga mereka memuliakan diri mereka sendiri. 

Para pejabat, berpikir apabila jabatan mereka naik mereka akan bahagia dan mereka memuliakan jabatan tinggi. Kecenderungan anda dan saya sering berpikir bahkan berjuang kalau kita mempuyai uang yang banyak, jabatan, dan wanita atau lelaki kita akan bahagia, akhirnya kita memuliakan semua hal yang di dunia yang kita anggap itu memberikan kebahagiaan. Inilah penyembahan berhala modern.

Segala sesuatu yang anda lakukan, berpusat pada diri sendiri agar anda bahagia dan mulia, inilah penyembahan berhala dan ini sangat memperbudak dan anda sedang berjalan menuju kebinasaan kekal, terpisah dari Allah selamanya.

Ay. 2, “tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Dalam terjemahan (FAYH), melainkan yang bersukacita dalam mengerjakan segala sesuatu yang dikehendaki Allah dari mereka dan yang siang malam merenungkan hukum-hukum-Nya. Ayat 2 menjelaskan kepada kita dan kita tahu sekarang bahwa untuk bahagia yang seperti Allah mau adalah suka Alkitab merenungkan siang dan malam. Mengerjakan kehendak Allah, kehendak Allah kita harus memuridkan, mengabarkan Injil. Kita telah tahu, lalu saya mengajak anda merenungkan ayat ini mari kita berkomitmen dan lakukan tepat seperti di ayat 2. Ya, sekarang kita tahu kunci bahagia sejati. 

Tunggu dulu mari kita berpikir apakah kita mampu apabila kita kembali ke ayat 1 dan hal itu menjelaskan kecenderungan kita adalah melakukan kehendak kita sendiri, lalu kita berkomitmen untuk melakukan kehendak Allah. Apakah kita mampu dan mau? Saya yakin anda yang membaca tulisan saya ini ada dua respon pertama, dengan semangat ya, saya mau dan pasti mampu. Kekuatan berpikir positif. Respon yang bagus, lalu sampai kapan mau melakukannya? Apakah motivasi anda hanya agar anda bahagia? Ya, berarti anda berdosa dan anda terjebak dalam legalistik. Hal ini musuh Injil.

Respon kedua, saya tidak akan mampu sebab saya mempuyai kehendak sendiri. Saya bahagia dengan diri saya sendiri saya akan melakukan banyak hal dan saya yakin Allah menyukainya dan mengasihi saya. Saya tidak akan berbuat jahat dan saya akan bahagia tanpa melakukan apa yang Allah mau. 

Kedua jenis respon ini yang akan muncul, tetapi mari kita lanjutkan membaca. Saya harap saat anda melanjutkan membaca tulisan saya ini, anda memiliki respon ketiga dan saya berdoa kirnya Allah yang kaya hikmat berkenan melalui tulisan saya ini mengubahkan, apa yang salah selama ini dalam iman Kekristenan anda.

Tuarat adalah aturan yang Allah buat untuk bangsa Israel dan setiap orang yang bukan Yahudi memiliki Tauratnya masing-masing dalam hati. Kita butuh contoh, bukan hanya contoh biasa tetapi bagaimana kalau contoh itu bekuasa? Dia sempurna dan Ia tidak hanya memberikan aturan, bahwa Dialah aturan itu dan Taurat itu sendiri. Kita telah sadar bahwa kita tidak benar dan tidak akan mampu, tidak akan pernah mampu melakuakn Taurat. Ada Injil kabar baik untuk anda dan saya, hal ini begitu membahagiakan kabar baik ya, kabar baik. Apa anda siap mendengarnya.

Kebenaran Hukum Taurat Allah, telah tinggal dalam kita. tetapi mari kita lihat begitu mengerikannya ketidak benaran kita dan efek dari dosa. Ay. 4, “Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiup angin. Ya, kabar buruknya kita semua yang menyukai kehendak sendiri, dan melakukan Taurat dengan kekuatan sendiri untuk bahagia seperti sekam, begitu mudah musnah dan hal ini gambaran dari murka Allah bahwa kita akan masuk api siksaan hal ini begitu menegrikan.

Kabar baiknya untuk kita, Allah mengasihi kita tidak setengah-setengah tetapi secara utuh. Melainkan yang bersukacita dalam mengerjakan segala sesuatu yang dikehendaki Allah dari mereka dan yang siang malam merenungkan hukum-hukum-Nya. Taurat Tuhan paradoks-Nya adalah Yesus. Dia sudah selesai dan secara sempurna melakukan semua hukum Allah selama Ia di dunia, Dialah contoh kita secara nyata dapat kita baca dalam Alkitab atau Injil. 

Alkitab menyatakan Dia bukan hanya teladan Dialah penebus kita, Dia sebagai manusia rela menderita, menjadi hamba kita, hamba Allah yang sempurna, itu semua untuk meyelamatkan kita, agar kita tidak menjadi sekam, sebab Dia telah menjadi sekam, Yesus ditimpakan cawan murka Allah, Ia terpisah dari Allah hal ini begitu menyakitkan.

Dia terpisah dari Allah. Sebab semua dosa kita ditanggungkan kepada Yesus, semua kesalahan kita. Itu mengapa malam sebelum Yesus disalibkan Dia begitu ketakutan dan merasakan mau mati rasanya. Dia berdoa kalau bisa cawan itu lalu dari-Nya, cawan berbicara tentang murka kemarahan Allah. Yesus menjadi sekam menggantikan kita, Taurat Tuhan itu menjadi sekam. Inilah Injil kabar baiknya, Yesus mati dan bangkit menang melawan maut. Ia telah naik ke Sorga menyediakan tempat bagi kita.

Inilah Kebenaran Taurat yang telah ada dalam diri kita, Kebenaran Kristus membenarkan kita sehingga yang Allah lihat adalah Kebenaran Kristus, bukan kebenaran kita. Sabab tidak ada kebenaran dalam diri alami kita.
7Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan,  yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, 8yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.

(Dalam Kitab: Efesus 1:7-8 TB)
Di dalam Yesus kita telah beroleh penebusan, maka ada undangan untuk anda bertobat. Dari kesalahan dan merasa betapa anda adalah manusia yang layak menerima semua hal yang anda dapat nikmati. Bertobat untuk tidak lagi mencari kebahagiaan di luar Yesus, ketika anda benar-benar menyadari betapa indah-Nya Yesus jauh lebih indah dari segala dosa dan usaha anda untuk mencari kebahagiaan anda akan dengan rasa Syukur akan memuliakan Allah. 

Kita diciptakan untuk memuliakan Allah, kita telah memberontak, dan kita ditebus. Penebusan itu untuk kemuliaan Allah. Sehingga Yesus menolong menuntun kita pada rencana awal Allah, kebagiaan dalam kemualiaan Allah kebutuhan terbesar jiwa kita adalah memuliakan Allah itu sudah Allah rancang, jadi ketika kita tidak menemukan hal untuk dimuliakan kita akan terus mencari dan memuliakan hal yang salah.

Kecintaan pada Taurat Tuhan, Sebab Taurat itu ada dalam kita, hiduplah berpenyerahan pada Ketuhanan Kristus Dialah yang akan memberikan segala sesuatu yang menjadi kebutuhan dan ketika kita melayani Dia, memberikan hidup pada Yesus, kita akan memuridkan memberi hidup pada orang lain. 

Kesadaran bahwa, dunia setiap pribadi membutuhkan kasih Yesus maka kita akan memuridkan, “Jadikan semua bangsa muridku” pengikut Yesus secara radical, mecintai Yesus sepenuh hati, dan sadar kita ini buatan Allah diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang Ia persiapkan sebelumnya.

Ini kabar baik pada kita, pencinta Taurat Tuhan

3Ia seperti pohon,  yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. 6sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan. Sebab, TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik akan binasa. Karena diketahui Tuhan akan jalan orang yang benar itu, tetapi jalan orang fasik akan binasa adanya.

(Dalam Kitab: Mazmur 1:3, 6)
Jadi respon ketiga bukan tentang kita mampu mematuhi Hukum atau kita tidak mampu mematuhi hukum, bukan tentang kita.

Melainkan kita percaya Yesus sudah mampu melakukan Hukum Taurat, mecintai Taurat secara sempurna Dialah Taurat itu. Dia sudah menebus kita. Dia satu-satunya manusia yang benar dan Ia adalah Allah sejati. Dia mau memberikan kebenaran-Nya, kesempurnaan-Nya untuk berdiam dalam kita orang percaya. Sehingga kita dimampukan menjadi baik, seperti pohon di tepi aliran air (Yesus Air Hidup) menghasilkan buah. Kiranya ini menjadi respon kita bukan tentang kemuliaan kita tapi tentang Allah harus dimuliakan oleh kita, inilah kebutuhan terbesar umat manusia.

Doa saya kiranya Allah selalu menyatakan Injil-Nya dan menolong membimbing anda untuk mengetahui recana Allah, kiranya pengalaman dengan Allah terjadi dalam hidup anda, anda mesakana sukacita pertobatan sejati dalam Allah. AMIN

Agung Raditia
Agung Raditia Sangat penting bagi kita, bukan lagi kita yang mendefinisikan diri kita maupun orang lain tetapi Dia Allah sendiri yang sudah menebus kita yang harus mendefinisikan diri kita