Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Alkitab dan Injil | Kejadian 3:8-10

Alkitab Dan Injil Adalah Satu Kesatuan, Alkitab Adalah Injil 

Allah_manusia, lahir di palungan, lahir untuk mati di atas kayu salib bagi kita. Pahami siapa Yesus, betapa Dia mengasihi anda dan bagaimana Dia datang untuk memeprbaiki dunia ini. 

(Timothy Keller, dalam bukunya: Encounters With Jesus)


Alkitab dan Injil, mari kita berpikir lebih dalam lagi tentang Yesus, Alkitab pada bagian Perjanjian Baru sacara jelas menceritakan tentang Dia. Terutama yang kita kenal dengan Injil, empat kitab pertama dalam Perjanjian Baru ini menceritakan tentang kehidupan-Nya, Pelayanan-Nya, dan perjalanan-Nya selama di bumi sampai pada puncaknya Dia mati disalibkan oleh para pemuka agama Yahudi yang sangat hafal Hukum Taurat.

Saya akan membawa kita pada pengertian Injil, dari bahasa Yunani “euaggelion”  yang berarti kabar gembira, berita baik atau yang kita kenal sekarang adalah “kabar baik”. Setalah kita tahu bahwa Injil adalah kabar baik, yang menjadi pertanyaan adalah.
  • Apakah Injil hanya bagian dari Alkitab?
  • Atau apakah Injil adalah Alkitab itu sendiri?

Kabar Buruk Sebelum Injil

Bagian Alkitab paling tua adalah kitab Kejadian dan mari kita mulai dari pasal-pasal awal dari kitab Kejadian yang dimana kitab ini sacara gamblang akan menjelaskan Injil itu kepada kita dan kita akan mengerti bahwa Alkitab adalah Injil itu sendiri, Alkitab adalah Kabar Baik.
8Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. 9Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"  10Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang;

(Dalam Kitab: Kejadian 3:8-10)

Manusia telah jatuh dalam dosa, mereka memberontak terhadap Allah, lebih mempercayai ular yang iblis pakai dibandingkan Allah. Manusia mau menjadi seperti Allah, karena apabila kita memperhatikan saat Hawa digoda oleh ular, ia berkata, “Allah tau saat kamu memakan buah itu kamu akan menjadi seperti Allah," dari sini kita tahu bahwa manusia telah memberontak terhadap Allah, dari sini kita tahu bahwa manusia tidak lagi menginginkan Allah.

Ketika mereka mendengar langkah Allah, mereka malu lalu bersembunyi dan mereka memang tidak menginginkan Allah, terbukti pada ayat-ayat berikutnya. 
12Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kau tempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." 

(Dalam Kitab: Kejadian 3:12
Perhatikan kata “Kau” yang Adam sebutkan, dalam terjemahan lain membuat hati saya bergetar ketika saya mendalami ayat ini (terjemahan lama), “Maka sahut Adam: Adapun perempuan yang telah Tuhan karuniakan kepadaku itu, ia itu memberikan padaku buah itu, lalu kumakan.

Dengan kata lain, bahwa karunia Tuhan yang adalah pemberian cuma-cuma adalah suatu kesalahan, Adam menyalahkan Allah, Adam menyatakan bahwa bahwa Allah telah melakukan kesalahan ketika Ia memberikan Hawa kepadanya, betapa kita dapat mengerti sekarang hati Adam yang tidak menginginkan Allah.

Definisi benar kini berdasarkan pikiran Adam ia menyebutkan bahwa suatu kebenaran apabila Allah tidak memberikan Hawa disisinya.

Bukankah ini adalah cerminan hidup kita sekarang betapa kita tidak menginginkan Allah, lebih suka berbuat dosa, kita begitu menikmati dosa, dan kalau dapat, kita mau bahwa kita akan selalu melakukan dosa tanpa ada konsekuensi, melakukan dosa tanpa penderitaan. Sadarkah kita bahwa selama ini kita begitu mencintai dosa.

Dunia ini menerima kutukan karena pemberontakan Adam dan Hawa, dan sampai sekarang betapa kalau bisa dan kalau kita akui di balik dunia yang terlihat indah ini, adalah lembah penderitaan, hanya saja kita begitu pandai menyembuyikan semua kebusukan yang kita rasakan dalam dunia ini, oleh karena dosa, kutukan dosa.


Kabar Baik, Puji Tuhan

Disinilah letak Kabar Baik yang dapat kita rasakan, Injil yang sempurna dan kasih yang kita cari, pada ayat 9 kita tahu bahwa Allah yang mencari dan memanggil manusia, Allah yang menginginkan kita yang busuk dan kotor ini.  

Kabar baiknya adalah Allah tidak hanya mencari Adam dan Hawa tetapi meninggalkan keturunannya, Allah dalam keadilan-Nya dan kasih-Nya sepanjang teks Alkitab Perjanjian Lama terus mencari, orang-orang berdosa dan menginginkan manusia, untuk kembali ke rencana awal Allah menciptakan manusia.

Sampai pada puncaknya kita tahu bahwa Dia Yesus yang dimana sebenarnya keseluruhan Alkitab Perjanjian Lama menceritakan tentang Dia dan kedatangan-Nya.
Jadi Anugerah itu dimulai pada saat manusia jatuh dalam dosa. Allah yang berinisiatif.

4tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, 5telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita--oleh kasih karunia kamu diselamatkan—6dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga.

(Dalam Kitab:Efesus 2:4-6)

Ini firman Allah, Injil yang dimana Allah yang sudah menyelesaikan apa yang menjadi ketakutan kedalaman hati manusia, semua pencarian kita manusia, semuanya ada dalam Yesus.

Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

(Dalam Kitab: Roma 6:23)

Selalu saja keselamatan terlebih dahulu yang kita terima sehingga kita dimampukan melakukan perbuatan baik, ketika kita percaya Yesus kita akan Dia bimbing pada Definisi baik salah berdasarkan tujuan Allah untuk diri kita dan dunia yang memerlukan Injil ini.

Saya berdoa bagi saudara yang membaca tulisan saya ini, mengerti betapa kita adalah orang berdosa, perbuatan baik, moral kita, dan kehebatan kita menunjukan kasih kepada banyak orang saat kita tidak memiliki Yesus kita tetap orang-orang yang busuk dan kotor.

Kita kini dapat memandang betapa indahnya pribadi Yesus, yang keindahan selama ini kita cari dalam dunia yang penuh kebohongan ini, kita hanya menemui kehampaan, kekosongan, dan penderitaan dalam lubuk hati paling dalam.

Kiranya Hikmat Allah Kasih Karunia, damai Sejahtara Dalam Yesus Kristus Menyertai kita sekalian. AMIN
Agung Raditia
Agung Raditia Sangat penting bagi kita, bukan lagi kita yang mendefinisikan diri kita maupun orang lain tetapi Dia Allah sendiri yang sudah menebus kita yang harus mendefinisikan diri kita