Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kain dan Habel, Pembunuhan Pertama (kejadian 4:1-7).

Kain Dan Hebel

Kain mendefinisikan diri sendiri, menerima kesia-siaan dan Habel didefinisikan oleh Allah menerima kedamaian kekal.

Berbicara tentang Kain dan Habel, saya teringat ajaran guru-guru sekolah minggu tentang cerita ini yang di mana,  alasan  Allah menerima persembahan Habel, dikatakan, “Habel memberikan dengan tulus hati dan memberikan yang terbaik, sedangkan kain memberikan tidak dengan tulus hati dan tidak yang terbaik”. Oleh sebab itu persembahan Kain tidak diterima.

Kita akan membahas hal ini melihat dari makna kedua jenis persembahan yang mereka berikan, sesuai dengan konteks Alkitab, penulisan yang memakai gambaran-gambaran untuk menjelaskan sesuatu hal yang penting, bahkan sulit dimengerti apabila kita tidak masuk dalam budaya cara penulisan orang Yahudi, yang dimana setiap gambaran konsisten untuk menjelaskan sesuatu dalam keseluruhan Alkitab.

Saya tidak tertarik membahas kalau ada kebaikan dalam diri Habel sedangkan Kain tidak, karena Alkitab dengan jelas mendefinisikan kedua orang ini, mereka keturunan Adam dan Hawa sang pemberontak, mereka semua berdosa.

2TUHAN memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia untuk melihat, apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah. 3Mereka semua telah menyeleweng, semuanya telah bejat; tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.

(Dalam Kitab: Mazmur 14:2-3)
11Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. 12Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak 23Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

(Dalam Kitab: Roma 3: 11-12, 23
Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.

(Dalam Kitab: Yohanes 3:19)
9Betapa liciknya hati , lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya? 10Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan  kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.
Sangat jelas, bukan karena ketulusan hati Habel dan kebijaksanaan Habel maka persembahannya diterima, bukan karena pribadi Habel yang terbaik maka ia bisa memberikan yang terbaik, tetapi makna yang terkandung dalam persembahan, persembahan yang merupakan hasil ternak atau Domba, maka persembahan itu berkenan di hadapan Allah.

(Dalam Kitab: Yeremia 17:9-10

Pada pasal 3 kitab kejadian, kita tahu bahwa Adam dan Hawa memakan buah pengetahuan baik dan jahat. Maka mereka mengetahui bahwa mereka telanjang. Lalu apa yang mereka lalukan, mari kita lihat:
7Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

(Dalam Kitab: Kejadian 3:7)
Mereka berusaha menutupi rasa malu, dengan cara mengambil daun dari pohon ara untuk menutupi kemaluan, ada poin penting dalam bacaan kita kali ini, apa bila kita menghubungkan, dengan apa yang telah Kain persembahkan. Kain mempersembahkan tumbuhan.

Persembahan kain tidak Allah terima, bukan karena pribadi kain yang jahat dan pemberontak sebab Allah memang sudah tahu kalau kain berdosa bahkan Habel pun orang berdosa, Allah menolak persembahan Kain, karena jenis persembahan yang kain berikan.
 
Kain tidak membawa korban pengganti yang mengalami kematian sebagai persembahannya. Perhatikan kata “pengganti”.

(G.I.William dalam bukunya : Katekismus Heidelberg)

Kita dapat mengerti sekarang, bahwa tumbuhan adalah lambang dari perjuangan manusia untuk menutupi kerusakan akibat dosa, ketelanjangan akibat dosa, dan ketidakmampuan manusia menyelamatkan dirinya sendiri dari kutuk dosa. Adam dan Hawa mengandalkan diri mereka sendiri, pikiran mereka kini mendefinisikan bahwa suatu hal yang baik apabila mereka menutupi ketelanjangan mereka dengan daun ara, tumbuhan adalah gambaran dari perjuangan manusia. Ini adalah gambaran kita manusia masa modern, kita begitu sering menutupi dosa kita di hadapan Allah, kita berjuang dengan keras. Apabila kita orang yang beragama kita akan menutupi dosa kita dengan hal-hal yang bermoral untuk mendapat keselamatan, kita belajar dengan tekun, kita mengasihi, kita beribadah, kita membaca Alkitab, kita memberi, kita menjadi sopan, dan sangat ramah seorang dengan yang lain.

Sebaik apapun anda sehebat apapun anda berpikir positif dan menerima berbagai motivasi untuk hidup sukses dari Alkitab dan dunia, sehingga anda diterima dalam masyarakat anda, anda termasuk orang yang bermoral. 

Ketika anda menggantikan pengorbanan Yesus dengan moral anda, anda adalah orang yang beragama Kristen tidak memiliki Yesus dan anda tetap busuk tanpa Yesus, perjuangan anda semua sia-sia.
Sama seperti Adam dan Hawa, sehinggga persembahan kain yang adalah tumbuhan tidak Allah terima.

Puji Tuhan, Selalu Ada Kabar Baik Di Balik Kabar Buruk

Ada kabar baik, Allah sangat tahu kita tidak mampu menyelamatkan diri kita sendiri, maka Ia Allah yang sangat Pengasih, bahkan Dia sudah merasakan apa yang kita rasakan akibat dari dosa yang sudah merusak dunia kita sekarang. Ada Injil dalam kitab Kejadian, Kejadian 3:15 yang adalah Injil pertama, Allah secara langsung menunjukan gambaran terbaik, setelah ia menyampaikan bahwa “keturunan perempuan meremukan kepala ular”.
Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya  kepada mereka.

(Dalam Kitab: Kejadian 3: 2)
Untuk menutupi ketelanjangan orang tua pertama kita sebagai orang berdosa, beberapa ekor binatang yang tidak berdosa harus mati, maka, sejak semula “tanpa pertumpahan darah” tidak akan mungkin bisa ada pengampunan, Habel membawa korban yang dapat mati dan menumpahkan darah, hal inilah yang menjadi pembeda antara agama Kain dan agama Habel.

(G.I.William dalam bukunya: Katekismus Heidelberg) 

Manusia membuat pakaian yang sangat gampang rusak tetapi Allah menggantinya dengan kulit binatang. Allah tahu yang terbaik untuk Adam dan Hawa, Allah begitu mengasihi mereka. Binatang yang diambil kulitnya adalah korban pertama, harus ada darah yang di korbankan untuk meyelamatkan manusia dari akibat dosa, dan harus Allah yang memberikan korban itu, Allah tahu yang sempurna, Allah tahu bahwa manusia tidak akan dapat menyelamatkan dirinya sendiri dengan kekuatan dan usaha sendiri.

Sacara jelas sekarang bahwa persembahan Habel diterima karena melambangkan korban yang Allah sendiri berikan kepada manusia untuk menyelamatkan manusia. Bukan karena pribadi Habel yang terbaik tetapi persembahan Habel yang adalah Domba itulah yang terbaik dan berkenan di hadapan Allah. Habel tetap orang yang berdosa dan tidak akan ditemukan hal yang baik dalam dirinya, Habel adalah manusia yang membutuhkan Allah untuk keselamatannya, Allah sendiri dalam rupa korban yang Habel persembahkan itulah yang menyelamatkan dia.

Beribu-ribu tahun kemudian setelah cerita Kain dan Habel ini dituliskan, kini kita tahu Domba yang Habel persembahkan itu adalah gambaran dari Anak Domba yang sempurna.

 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “lihatlah Anak domba Allah, yang menebus dosa dunia. 

(Dalam Kitab: Yohanes 1:29)

Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: “Lihatlah Anak Domba Allah!

(Dalam Kitab: Yohanes 1:36

Jadi Domba yang dipersembahkan Habel adalah gambaran dari Yesus yang adalah Anak Domba Allah yang menebus kita dari kutuk dosa, setiap kebusukan dosa ditimpakan kepada-Nya, Dia yang Kudus menjadi tidak kudus karena kita. 

Injil membuat saya memandang diri saya bukan berdasarkan pencapaian moral saya. Dalam kristus saya adalah terus menerus berdosa dan terhilang, tetapi saya diterima di dalam Kristus. Saya sangat berdosa hingga Yesus harus mati untuk saya, tetapi saya sangat dikasihi sehingga Yesus rela mati untuk saya. Hal ini membuat saya merasa sangat kecil tetapi pada saat yang sama saya memiliki kepercayaan diri.

(Timothy Keller Dalam bukunya: Gospel In Life)
Rahasia kehidupan baru dalam kristus tidak terletak pada usaha untuk menjadi orang yang lebih baik, atau usaha meniru kesempurnaan Yesus. Sebaliknya, kehidupan baru tidak kurang tidak lebih adalah Yesus sendiri menghidupi kehidupan-Nya__kehidupan Bapa-Nya di dalam kita. ketika Yesus Kristus dalam semua kemuliaan dan karunia-Nya dapat menyatakan diri-Nya dalam kita, kemuliaan mulia ini benar-benar bersinar atas kita.

(Pengantar oleh Bruce Wilkinson dalam buku: John Murray "Christ Our Life") 

Pertanyaannya sekarang bukan lagi:

  • Apakah kamu mau berbuat baik?
  • Apakah kau mau sukses dalam pelayanan, pekerjaan, dan keluarga?

Maka kamu harus menerima Yesus! maka kamu akan diberkati, tidak, itu tidak benar, no, no, no, ini bukan Injil, ini motivasi menggunakan Alkitab mengatasnamakan Yesus.

Sangatlah salah jika Yesus mati di kayu Salib hanya untuk menjadikan kita sukses di dunia ini.
Yesus mati untuk membawa kita umat manusia kepada sukacita abadi. Menyangkal diri, memukul salib, lalu mengikut Yesus.

Pertanyaannya sekarang:

  • Apakah anda sudah memiliki Roh kudus?
  • Apakah anda memiliki Yesus?

Apakah Anda rindu kembali kepada tujuan awal Allah menciptakan Anda?

Ketika yang menjadi tujuan akhir Anda adalah Yesus dan menikmati Yesus sehingga anda bisa berteriak segala pujian hanya bagi-Mu ya Allah, Yesus cukup untuk kita, Dia adalah Roti Hidup, Dia adalah Air Hidup.

Ketika mendapatkan dunia dan segala kesuksesannya tetapi Anda tidak memiliki Yesus, Anda tetap mati.

11Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. 12Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.

(Dalam Kitab: 1 Yohanes 5:11-12

Saya berdoa, kiranya yang terutama dalam hidup anda adalah Yesus. Dia menjadi yang terindah dalam hidup anda, Dia adalah tujuan utama anda dalam setiap hembusan napas anda.

8Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. 9Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama.

(Dalam Kitab: Filipi 2:8-9 )

24Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.  25Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

(Dalam Kitab: 1 Petrus 2:24-25)

 Kiranya damai sejahtera dan penyertaan dari Tuhan Kita Yesus Kristus ada dalam hidup Anda sekalian. 

 

 





Agung Raditia
Agung Raditia Sangat penting bagi kita, bukan lagi kita yang mendefinisikan diri kita maupun orang lain tetapi Dia Allah sendiri yang sudah menebus kita yang harus mendefinisikan diri kita

Posting Komentar untuk "Kain dan Habel, Pembunuhan Pertama (kejadian 4:1-7)."

Berlangganan via Email